
Airin mendapat telepon pagi itu dari sang anak.
" Hallo...".
" Hallo Hans , apa kabar ".
" Baik, aku merindukan mu, apa boleh aku memanggilmu mami ?".
" Tentu saja nak, " ujar Airin menghapus air matanya.
" Apa kamu mau membawaku menonton? ada film bagus, advenger, aku pengen menontonnya bersamamu mi."
" Tentu saja, nanti mami akan jemput kamu, apa kamu sudsh minta ijin sama papimu ?".
" Sudah, dan dia mengijinkan. Katanya dia sibuk tidak bisa menjemput Hans di sekolah, mami juga di luar kota, entah kapan pulangnya."
" Baiklah Hans, nanti mami akan membawa mu, kuta akan makan di Hokben dan kita akan menonton, " ujar Airin dengan senyuman.
" Makasih yah mi".
" Sama sama sayang."
" Aku menyayangimu mi ".
" Aku juga," ujar Airin
Airin mengerjakan pekerjaannya ,setelah terlebih dahulu meminta ijin pada Reina dan juga memberitahu Alex.
Airin melihat jam tangannya Kemudian mengemas handphone dan kunci mobil .
" Aku dikalahkan anak usia 5 tahunan, " ujar Alex berdiri di depan pintu.
" Jangan ngomong begitu Lex ,ini kesempatan langka. Tahu gak Lex , Hans memanggilku mami, aku sampai mewek banget."
" Jatahku malam ya Rin, kamu harus ganti rugi, biasa aku dan kamu makan siang bersama."
" Baiklah sayaaaang, aku akan menebusnya. Dan buat makan siangmu, aku juga sudah meng order nya , bentar lagi sampai."
" Ternyata pacarku gak ngelupain aku."
Airin tersenyum dan memeluk Alex.
__ADS_1
" Banyak minum, jangan minum kopi, puasa yah."
" Baiklah sayaaang, aku akan mendengarkan nasehatmu."
" Makan jangan telat, dan habiskan yah."
Alex mengangguk.
Airin melambaikan tangan nya , menekan tombol lift, kemudian Airin pun menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju sekolah Hans.
Hans terlihat bercerita pada temannya, mengenalkan Airin pada beberapa teman dekatnya.
Hans terlihat dewasa dari usia nya.
" Mau makan Hokben ? ," tanya Airin setelah menggendong Hans duduk di kursi depan.
Hans mengangguk senang.
Airin memasang savetybelt pada Hans, juga pada dirinya.
" Let' s go boy," ujar Airin.
Hans sangat mandiri, mencuci tangan sendiri, makan juga sendiri. Dia mampu melakukannya.
" Hans makan sendiri ?".
" Sejak kecil, Hans makan sendiri, tidak pernah di suapi mami. Mami selalu sibuk dengan handphone nya, papi juga."
Airin sangat sedih mendengar cerita anaknya.
" Hans bisa memakai pakaian sendiri, mandi sendiri, mami sibuk dengan temannya."
" Hans suka buku ?".
Hans mengangguk kesenangan.
" Kamu mirip seperti mami."
" Selesai makan kita ke toko buku , mau Hans?".
" Mau banget mi ".
__ADS_1
Hans melanjutkan makannya.
" Hans terkadang pengen di suapi, tetapi papi dan mami sibuk , hanya mami cantik yang nyuapi Hans," ujar Hans dengan mata berkaca kaca.
Airin memeluk Hans.
Begitu besar rasa bersalahnya pada Hans.
Airin lebih bertekad buat mengambil hak asuh Hans.
Selesai makan, mereka pun menuju ke toko buku , Hans sangat suka membaca, dia sudah lancar membaca
Airin membelikan Hans banyak buku, dan berjanji akan setiap bilan mengirim Hans buku.
Hans sangat bahagia.
Selesai membayar buku, Abi dan Hans menuju bioskop, mereka membeli popcorn , aneka jus, dan mereka pun sangat bahagia nonton berdua.
" Anaknya usia berapa bu?", tanya seorang ibu di bioskop.
" 5tahun bu."
" Anaknya bijak, pintar ya Bu."
Airin hanya tersenyum.
" Wajahnya duplikat ibu banget, kata orang membawa rejeki, kalau anak laki laki mirip ke maminya, kalau anak perempuan, mirip papinya, itu juga berejeki, " ujar sang ibu.
" Ya bu, amin. Semua anak memang membawa rejeki masing masing bu."
" Benar," ujar sang ibu tertawa.
😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1