
Mereka menyusuri beberapa toko, disana banyak kerajinan rakyat, Airin sangat bahagia, ide bajunya pun banyak dalam khayalnya.
Beberapa bulan berikutnya, kesibukan Airin semakin menumpuk, tugas tugas ,lain desain yang harus dia kirim pada Lili, usaha mereka semakin besar.
Airin terkadang bertemu dengan Alex terkadang tidak. Alex juga jadwalnya sibuk, begitulah ungkapnya di setiap ketika mereka bertemu.Airin tidak
Beberapa hari berikutnya , Airin sibuk dengan study mode nya, dan Alex juga sibuk dengan pekerjaannya.
Hati Airin otomatis cemburu.Ternyata waktu Alex ada buat senang senang, namun untuk dirinya tidak curiga sedikitpun, dia percaya pada Alex.Alex benar sibuk.
Mereka semakin ada jarak, dan malam itu, kembali Airin merasa sendiri.Dan hanya bisa terpaku saat melihat seorang wanita tahu nomor kode apartemen Alex, dia membawa Alex yang sedang mabuk. Wanita ini pasti sudah beberapa kali ke apartemen Alex sampai yahu nomor kunci pengaman Alex, sebagai seorang kekasih, Airin merasa tidak nyaman, saat wanita lain menekan tombol apartemen pacarnya. Tahu sampai sebegitu nya.
Airin hanya bisa tersenyum, sadar diri, dia ini siapa. Airin kembali menutup pintu apartemen nya dan hanya bisa membaringkan badan di pembaringan malam, menatapi foto anaknya. Dia harus kuat, begitulah tekadnya.
Mungkin di dunia ini, kita sulit mendapatkan kekasih yang sempurna, kadang baik, kadang jahat, terkadang mungkin cintanya hanya sesaat. Menghilang dan kembali menjauh, entahlah.
Dan pagi itu, seperti biasa , Airin bangun, memasak sarapannya dan menghirup segelas jus .
__ADS_1
Airin memandang dari arah jendela, hujan tetap awet.
Dari samping kamar apartemennya, seorang bule tersenyum mengatakan good morning, dengan sewajarnya , Airin menyapa kembali.Bule yang cukup tampan, dalam hati Airin.Baru kali ini dia melihat sang bule.
Airin sudah mandi, mengenakan pakaian nya. Sudah semingguan lebih, Airin sengaja mempelajari rute kereta api MRT, jadi dia tidak menyibukkan Alex.
Dan seperti biasa ,Airin bergegas keluar dari apartemennya.Memakai jaket hujan nya ,dan bergegas memasuki lift.
Beberapa sapaan yang biasa dia lakukan , menjadi rutinitasnya.
Airin juga mengambil kelas bahasa Perancis, sehingga memudahkannya berbahasa d3ngan orang orang disana.
Airin memasuki kereta api, memasang earphone nya, dan mulai membaca buku dalam genggamannya.
Kisah percintaan yang sangat sedih, sesekali Airin menghela nafas.
Setelah dia perkirakan akan sampai, dia memasukkan buku ke dalam ranselnya, kemudian memperhatikan sekitarnya. Seorang anak cowok mengingatkannya pada sang putera. Airin tersenyum pada sang anak, dan sang anak membalas nua ,memberikannya sebuah perment.
__ADS_1
Airin menerimanya dan mengucapkan terima kasih.
Begitu kereta api berhenti, Airin keluar dari pintu, dan sedikit terdorong, namun sebuah sosok mendekapnya ,hingga tidak fatal jatuh.
Pandangan mereka bertemu. Dan Airin terkesima, sang bule tetangganya membantunya.
" Merci, " ujar Airin dalam bahasa Prancis , ( Terima kasih).
Sang bule tersenyum.
Airin cukup heran ,pakaian si bule cukup eksekutif, namun kenapa naik MRT, entahlah. Airin membungkuk dan meneruskan langkahnya.Gerimis masih betah bertahan, sesedu hatinya di abaikan.
😔😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment