Memutar Waktu

Memutar Waktu
Jangan Meragu


__ADS_3

Airin hanya bisa menatap sang anak, perasaan baru bertemu dan kini harus pergi lagi, sungguh membuatnya menjadi dilema .


Airin mengusap wajah sang anak, bertapa dia sangat menyayangi nya.


" Seorang anak, akan peka akan kasih sayang dari ibu biologisnya Rin, " percayalah.


Suara langkah bergegas mendekati Airin .


" Atas ijin siapa kamu menemui anakku, " ujar pelakor, yah begitulah Airin menamakannya ,terlu malas menyebut namanya.


" Seorang ibu, punya waktu kapan saja bertemu dengan anaknya,tidak ada satu orangpun bisa membatasi hak nya, membatasi waktunya."


" Aku akan membuat laporan pengaduan ke polisi".


" Silahkan...., jangan kamu pikir kamu juga bisa menang.Coba ini anak biologismu, suami ku udsh kamu ambil jadi suamimu, apa gak malu? jadi pelakor ? , anakku juga kamu ambil, jangan harap, ambil saja suamiku, toh bekas dari aku, tetapi buat anakku, jangan harap, kamu pikir akungak tahu, sejak mengandung ,kegufuran kamu gak bisa punya anak sampai kapanpun, kandungan kamu di angkat, dan kamu meng hak kan anak ku? mimpi kamu pelakor."


" Sedari kecil aku mengurus anak itu ".


" Karena kamu tidak punya anak, jika kamu punya anak kandung, maka kamu gak akan kekeh mempertahankannya, membatasi hubungannya sama aku ibu kandungnya sendiri.Jika kamu punya anak kandung, belum tentu juga kamu mengurusnya ,tidak mentelantarkannya."


" Mau lapor , laporlah, biar jelas semua, ujar airin mebahan sesak segala apa yang menekan nya selama ini ,dia ungkapkan."


Airin hanya melihat sang pelakor menarik anaknya , lalu membawanya pergi.


" Aku harus kuat kan Lex, kalau saat ini aku belum bisa meyakinkan pengadilan aku punya pendapatan bisa menafkahi anakku,karena papinya lebih mapan."

__ADS_1


" Ya Rin, percayala ..., kesabaran itu berbau manis."


Airin pun mengangguk.


" Keberangkatan sekitar 2mingguan lagi Rin ".


" Yah Lex , aku akan memanfaatkan hari hariku buat Hans anakku."


" Ya Rin, gak ada yang bisa membatasi kasih seorang ibunpada anaknya.Dia menawan anakmu ,agar pernikahan nya kuat, kokoh karena dia tidak bisa memberi anak, jika mempunyai anak se diri. belum tentu tulus pada Hans."


" Bagaimanapun, seorang ibu, kasih sayangnya melebihi apapun di dunia ini."


" Riwayat hidupku ,gak seperti ibu lain".


" Hidup ini jangan di buat rumit Rin, pikirkan aja yang perlu kamu pikirkan, selebihnya jangan, " ujar Alex membelai rambut Airin.


" Hmm. wangi banget ".


" Capucino kesukaan mu Rin"


Airin tersenyum.


" Udara sejuk, mendung, enak banget ngopi, benar kan Rin?".


" Benar Lex."

__ADS_1


" Desain ini , coba elips Rin, coba ubah".


" Hmmm, bagusan elips ya Lex ."


Alex mengangguk tersenyum.


Kehangatan perhatian Alex memberi warna baru dan pengharapan baru dalam hidup Airin.Namun begitu banyak keraguan, Alex berusia muda, punya jenjang karir yang bagus, bahkan memiliki saham lumayan besar, di beberapa perusahaan. Jujur Airin minder ,dari dirinya , tidak ada bisa apa apa yang dia banggain.


" Jangan banyak pikirkan apa apa. Kamu pantas buat aku Rin, sangat pantas. Hatimu yang aku kenal sedari aku kecil, hati yang begitu tulus, aku hanya butuh kamu Rin, hanya mau bersama kamu sampai tua , beneran."


" Apa kamu meragukan niat tulus aku rin ?".


Airin mengangguk.


" Kamu belum mengenal aku Rin, sedari dulu ,rasaku sama kamu gak berubah."


Airin hanya menunduk.


Alex memeluk Airin dengan erat. Mereka merasakan perasaan masing masing, begitu indah.


🥰🥰😍😍🥰😍😍🥰


Jangan Lupe


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2