Memutar Waktu

Memutar Waktu
Hans Anakku


__ADS_3

Engkau yang tiba-tiba datang dan menarik ku,


Membawa ku pergi dari masa laluku.


Menghabiskan waktu bersama berdua,


Bermain bersama, makan bersama,


melalu waktu dengan rasa yang sama.


Butuh waktu lama untukku


mengembalikan perasaanku dan mencintaimu.


Dan tak terasa senyuman kembali melengkung di wajahku,


Namun ketika aku benar-benar membulatkan tekat


untuk mengutarakan rasa cintaku.


Dan membuatku berada ketitik awal kembali.


Airin merasakan, perasaannya bercampur aduk, Alex masih jauh di bawah usianya.


Walau orangtuanya tidak keberatan, apakah dia bisa dewasa , mengimbangi kedewasaan dalam berpikir dan bertindak?, Ah entahlah.

__ADS_1


Airin menyeruput kopi hangat di tangannya. Sambil mendisain bebebrapa gambar, buat fashion week di musim panas.


Airin sibuk dengan pekerjaannya, dia fokus tanpa peduli sekelilingnya. Menghasilkan uang, bisa melihat anaknya, itulah tekadnya.


Dan siang itu, ketika selesai makan siang, Airin ke sekolah sang anak, melihat sang anak dari jauh, kemudian mendekati sang anak dan bermain bersama.


Sebenarnya ,di sekolah lain, mana boleh orang luar masuk ke area sekolah, Airin di ijinkan kepala sekolah, karena kepala sekolah mengenal mama Airin, paham apa persoalan yang Airin alami.


Kalau isteri sang suami sekarang protes ,maka sang kepala sekolah mengatakan, tumbuh kembang anak ,akan maksimal bersama orang yang mengandungnya sejak dari dalam rahim, sebagai wanita, bagaimana perasaan jika di jauhkan dari anak kandung sendiri.


Debat demi debat selalu terjadi,namun yah sekolah itu, sekolah internasional terbaik satu satunya di kota itu, mau tidak mau, isteri sekarang ,tetap menyekolahkan anaknya disana.


" Hans, kesini sayaaaang, bawa bolanya, " ujar Airin tersenyum lebar.


Hans pun berlari, memeluk Airin , menciumi pipi Airin, beberapa kali sang ibu kepala sekolah menghapus air matanya, sang ibupun mengabadikan moment itu.


" Taraaa....nih ada tante buat makanan bento buat Hans , lihat, ada pesawat terbang, ada kereta api Thomas. Apa suka?".


" Suka tante, " ujar Hans.


Hans berlari menuju kepala sekolah, menanyakan apa dia boleh memakan makanan pemberian Airin. Kepala sekolah mengangguk tanda setuju.


Airin membawa Hans ke kursi dekat taman , melihat Hans memakan makanan buatannya.Hans sangat lahap dan senang.


Airin mengusap rambut Hans, rambut itu begitu tebal, jujur Hans terawat, tidak di sia siakan isteri baru sang suami . Airin bersyukur ,anaknya tidak di siksa atau di pukul wanita itu.Hanya dia mau menfominasi, dia membatasi akses Airin dan Hans. Mendekat pun Airin tidak boleh, itu sangat kejam, bagi Airin.Namun Airin harus menerima, karena dia masih mengumpul uang dan bekerja dengan baik , agar hak asuh bisa dia menangkan.

__ADS_1


Airin memeluk Hans ,ketika makanan bekal yang di bawa Airin habis .


" Makasih yah Tan".


" Ya nak."


" Tante mengenal aku".


" Tentu saja Hans, kamu dekat dengan hati tante, kamu dekat dengan nadi tante, buat kamu ,apapun tante berikan, maaf tante banyak salah sama kamu nak."


" Pipi tante sama dengan pipi aku, mulut tante juga, apa aku family tante?".


Airin tersenyum.


" Yah benar Hans , pipi kamu ,seperti pipi tante, putihnya kamu, rambut lebat kamu, alis kamu ,sama seperti alis tante, kita tercipta dari darah dan daging yang sama nak, kelak ,tante akan jelaskan ketika kamu besar, sudah bisa menerima keadaan. Saat ini, kamu temenan sama tante aja,tante udah bahagia."


Hans kembali mencium pipi Airin kiri dan kanan , sambil memeluk Airin.Airin mengusap air matanya.


Kebahagiaannya adalah dekat dengan sang anak.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2