
Sungguh tidak ada yg pernah tahu takdir seseorang, karena takdir sudah pasti berjalan sesuai dengan skenario sang pemilik kehidupan. Yang kamu sukai blm tentu baik bagimu, dan yang kamu benci belum tentu juga buruk bagimu. Karena yang terbaik itu tak selalu indah.
Sekuat-kuat nya seorang wanita setegar apa pun dia mengahadapi masalah, dia tetap akan mengunakan air mata nya sebagai pelampiasan rasa capek nya dan sedih nya.
Udah jalan nya seperti ini jadi mau gimana lagi, orang lain hanya menyalah kan ku ,tetapi tidak tau perasaan ku sesungguhnya seperti apa.
Sekarang cuma pengen I'm be happy.
Alex menggandeng tangan Airin ,mereka sudah memasuki bandara.
Airin harus menelam pil kecewa, Hans tidak dapat bertemu dengannya sebelum dia berangkat, karena Lisa si ibu tiri sudah kembali dari luar kota.
" Hidup itu banyak cobaan Rin, kalo banyak saweran namanya dangdutanππ," ujar Alex menghibur Airin.
Airin pun tersenyum.
" Hans tahu, kamu menyayanginya, bahkan tahu kamu mami kandungnya, Hans anak yang pintar. mana kasih sayang yang tulus, dia tahu Rin."
" Ya Lex , aku harus tegar, menabung belajar, buat bisa dapatkan hak asuh Hans.Kalau keuanganku kuat dari mereka , aku akan di pertimbangkan, begitu kata ibu loyer kan?".
" Benar Rin, tepat sekali."
" Kalau aku di Paris, kamu kan sekolah Rin, sore kamu kerja nya. Aku akan temani."
" Hmmmm, setia menemani dalam suka dan duka ya yaaang?," tanya Airin.
" Pasti sayangkuuuu."
" Gak malu jalan sama wanita tua ?".
" Di luar negeri, mereka tidsk pernah membahas soal usia yaaang, mereka lebih menerima perbedaan."
" Haus yaaang."
" Minumlah yaaang, nih..., " Alex menyodorkan air mineral buat Airin.
__ADS_1
Airin meneguk air mineralnya. Memandang seorang anak laki laki belarian di bandara.Andai Hans biaa bersamanya suatu saat nanti, Airin bertekad akan menebus semua kesalahannya, lebih extra menemani sang anak menapaki hari hari nya.
" Bagus bagus sekolah ya Rin, kalau desain kamu bagus, mereka akan ikuykan kamu punya karya di fashion week."
" Ya yaaang."
" Yang belajar dari berbagai negara, wajib extra bersaing Rin."
" Ya Lex."
" Tanganmu dingin sayang, pakai jaket, nih.... , " Alex membantu Airin memakai jaketnya .
" Perubahan suhu akan membuat kita menyesuaikan lagi," ujar Airin.
" Ya yaaang, wajib."
Airin dan Alex pun melalui pemeriksaan, barang mereka sudah terlebih dahulu Alex urus ke bagian bagasi.
Airin dan Alex duduk menunggu pesawat , sambil bermain game.
Airin pun mengangguk.
Mereka menunjukkan tiket dan paspor, kemudian mereka memasuki pesawat.
Alex memesan kelas bisnis, dan sudah tentu fasilitasnya lebih dari kelas ekonomi.
Airin seperti biasanya, mengeluarkan bukunya. Alex mengeluarkan laptopnya.
" Dapat inspirasi sayaaang? , " tanya Alex.
" Yuppp, hehehehe."
Alex mengusap wajah Airin.
" Kamu sangat berarti sayaaang."
__ADS_1
Airin tersenyum.
" Kamu juga yaaang ".
" Jika hak asuh Hans tidak aku dapatkan Lex , aku harus tegar, mungkin semua ada jalannya Lex."
" Jangan pesimis dong Rin, semangat juang wajib tinggi."
Airin mengangguk.
Selang beberapa waktu, Airin memperhatikan Alex.
" Duhhh sayangku, kamu buat aku salting Lias salah tingkah," ujar Airin.
" Beneran ?," ledek Airin.
" Beneran yaaang ,gak bohongan."
Alex memesan beberapa cemilan , mereka pun mengunyah sambil bercanda.
" Pedas yaaaang, ujar Airin meminum air nya."
" Iya, lumayan buat mata berkaca."
" Jangan di makan lagi, sisihkan aja , nanti sakit perut."
Airin mengangguk.
π₯°ππ₯²ππ₯°π
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment