
" Kemampuan desain anda sungguh luar biasa, namun sangat di sayangkan riwayat anda ,pernah menjalani hukum 2 tahun, " ujar sang eksekutif mendekati tubuh Airin.
Airin menjauh dan mengerutkan kening, tidak tahu mau berkata apa.
Airin hanya diam . Dalam hati Airin ,mungkin inilah menjadi batu dalam kehidupannya.
Menunduk, tidak percaya diri, menjadi beban mentalnya.
" Anda sudah punya anak 1?".
" Ya, " jawab Airin.
" Hak pengasuhan ke suami?".
" Mangan suami, saya sudah bercerai," ujar Airin.
Sang eksekutif hanya memandang Airin lama.
Wajah Airin datar, waktu menempanya menjadi kebal akan hujatan,hinanaan dan cemohan orang orang.
Hidup harus terus berjalan, Airin hanya bisa menerima dan menjalani alurnya . Siapa sih yang mau hidup seperti dirinya, punya anak, anak pun gak boleh di dekatin, hanya boleh mandang sembunyi sembunyi dari jauh, mau mengurus anak, dirinya di penjara,bahkan sang anak tidak mengenal bahwa dirinya ibu yang melahirkannya.
Hidup terus berjalan, putusa asa sudah menjadi bumbu kehidupan Airin.
Sesudah semua pertanyaan Airin jawab, Airin pun di persilahkan keluar dari ruangan.
Airin hanya menunuduk sampai menubruk tubuh seseorang, dan kembali sosok pria lebih muda dari usia nya menatapnya.
" Ma.....maaf, " ujar Airin menundukkan kepalanya.
Airin pun berjalan perlahan meninggalkan ruangan dan memasuki lift.
Airin sudah tahu, kembali dia harus bersabar, melamar kerja di perusahaan bagus buat posisi jurusannya tidaklah mudah .
Airin menghapus air mata di sudut matanya, memasuki lift dan hanya menunduk.
Airin berjalan di sepanjang trotoar, setelah keluar dari perusahaan tempatnya melamar kerja.
__ADS_1
Airin melihat ,sesosok kakek yang kesusahan berjalan, Airin bergegas memapah sang kakek.
" Kakek hendak kemana?" tanya Airin.
" Saya mencari tempat duduk , mau minum obat, tetapi lupa bawa air ."
Airin mengeluarkan satu botol air mineral dan membuka nya buat sang kakek.
Sang kakek mengulurkan obat pada Airin.
Airin membaca keterangan obat, dan mulai mensobek kemasan obat.
" Ini kek, diminum ya.Apa kakek udah makan?".
" Makan pagi sudah, kalau makan siang belum, " ujar sang kakek.
" Mau temani saya makan siang kek? di ujung gedung itu ada rumah makan sederhana, tetapi makanan nya enak."
Sang kakek mengangguk.
Airin pun memapah sang kakek sambil berjalan menuju rumah makan.
Airin tersenyum melihat sang kakek sangat lahap memakan makanan yang di sajikan.
Airin teringat pada sang papa, dulu papanya sangat suka membawanya makan ber dua.Walau hatinya sedih, Airin harus tegar .
" Nama kamu siapa?" tanya sang kakek.
" Airin Candrawijaya kek."
Sang kakek mengangguk.
" Kamu bekerja di salah satu gedung gedung ini?".
Airin menggeleng.
" Tadi interview kek."
__ADS_1
" Hmmmm....apa di terima?".
" Sepertinya gagal kek."
" Kenapa? apa kamu gak ada ke ahlian?".
" Saya seorang bekas narapidana kek , masa lalu saya menjadi beban buat yang nerima saya ."
Sang kakek sempat terkejut dan kembali seperti biasa.
" Saya juga mantan narapidana , atas kasus penyelewengan dana , tetapi saya tidak melakukannya. Saat itu,saya susah,tidak punya power dan apa apa.Hukum bisa di beli, yah saya mendekam atas sebuah kesalahan yang tidak saya perbuat."
" Kasus kamu pasti sama,kamu bukan orang jahat nak".
Airin hanya tersenyum.
" Kehidupan gak sesederhana yang kita pikirkan kek, ada kesedihan, ada kepaitan di dalamnya . Apalagi yang menjebak kita adalah orang terdekat yang kita percayai."
" Tidak selamanya hujan nak, tidak selamanya badai, percaya akan ada kebahagiaan menantimu," ujar sang kakek.
Airin mengangguk . Terkadang rasanya putus asa kek,namun mau gimana. Berjuang sendiri sangat berat.
" Namun kamu yakinlah Airin, kamu menolong saya, kamu juga berbuat hal besar pada sesama."
Airin hanya tersenyum.
" Ini bukan apa apa kek, hari ini saya sedih, pengen ada yang menguatkan.Sosok kakek mengingatkan saya pada almarhum papa saya. "
Sang kakek menepuk nepuk tangan Airin.Airin menghapus air mata di sudut matanya.
😔😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment