
Hari demi hari, Cerin selalu kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh mama tirinya Stefan itu. Dia merasa takut akan terjadi sesuatu karena dia menolak untuk meninggalkan Stefan. Tetapi dia teringat bahwa akan kata kata Lily yang membuat dia tetap bertahan akan keyakinannya itu.
Di Kelas:
"Sayang, nanti kita double date yuk!" ajak Stefan.
"Ih kamu ya, tahunya happy-happy saja! Sudah tahu tadi kata guru minggu depan ujian terakhir kita. Tapi masih mau bersenang senang?" Menjewer telinga Stefan seperti anak kecil.
"Eh, eh , eh ... ampun deh ibu ratu. Aku salah. Tapi ibu ratu maukan double date dengan aku kalau sudah selesai ujian?" tanya Stefan.
"Kamu ya! Siapa ibu ratumu? Siapa yang mau double date bareng kamu?" sebel Cerin.
"Ih parah deh kamu, Sayang!" goda Stefan.
Shehan dan Lily yang melihat itupun tertawa sambil berkata secara bersamaan, "Kalian ini ya! Kalau mau bermesraan, jangan di depan orang yang jomblo kali! Kamikan jadi seperti obat nyamuk deh!"
"Eh kok barengan?" kata mereka berdua secara bersamaan lagi.
"Kalau kalian gak mau jomblo, cari makanya pacar kalian. Atau tidak kalian dua saja yang jadian. Kalian dua itu perfect deh kalau berpacaran!" goda Stefan.
"Ih siapa yang mau sama pria play boy seperti dia ini!" ucap Lily.
"Uh siapa juga yang mau sama cewe yang gak pernah pacaran seperti kamu!" sindir Shehan.
Lily dan Shehan saling menyindir satu sama lainnya.
"Hahaha kalian berdua itu benaran cocok deh. Benar kata Stefan!" tawa Cerin.
"Cerin, kamu jahat! Masa kamu jodohkan sahabatmu ini dengan pria play boy! Huhuhu kamu jahat deh!" ucap Lily lebay.
"Eh, gak usah lebay kali! Begini-beginj gua memang tampan, siapa yang play boy. Wanita-wanita itu saja yang mengejar gua," ucap Shehan dengan narsisnya.
"Eh, eh, ehhh sudalah, mendingan kita ke kantin, makan yuk! Aku lapar bangat nih!" ajak Cerin.
"Betul Cerin. Let's go eating together!" ucap Shehan dengan semangatnya.
"Huh dasar, Shehan kalau udah soal makan paling cepat menanggapinya!" sindir Lily.
"Hahahaha!" tawa mereka semua secara bersama-sama.
*
Beberapa hari ujian akhirnya hampir selasai juga. Dan di mana hari ini hari terakhir ujian.
Di Kelas (Mau Pulang, Karena Sudah Bel Pulang):
"Cerin, weekend nanti kita jalan-jalan yuk!" ajak Lily kepada Cerin.
"Hmm, tapi ...." kata Cerin sambil mengingat ajakan Stefan pada minggu lalu.
"Eh, siapa yang mengijinkan Cerinku pergi! Aku dan dia mau double date bareng tahu!" kata Stefan yang tiba-tiba menyerocos.
"Eh benarkah? Kalau begitu aku ikut juga ya! Oh ya, Shehan kamu ikut ya!" kata Lily seraya menyuruh Shehan ikut.
"Untuk apa aku ikut?" tanya Shehan dengan wajah datarnya itu.
"Ih sombong amat luh! Cerin aku ikut ya!" ucap Lily.
__ADS_1
"Eh, gak boleh kami mau double date hanya berduaan saja. Nanti ada kamu hanya jadi obat nyamuk. Apa kamu mau?" sindir Stefan sengaja.
"Ihh! Dasar!" ucal Lily sebal.
"Kata Stefan benar, kamu mendingan sama Shehan saja double date bareng!" ucap Cerin membenarkan perkataan Stefan.
"Ih males banget! Siapa yang mau berduaan dengan dia!" kesal Lily.
"Mendingan gua sama cewe penggemarku. Daripada bareng cewe cerewet!" sindir Shehan kepada Lily.
"Kamu ya!" Lily yang kesal mencubit pinggang Shehan.
" Aw, awwww ... ampunnnn!" ucap Shehan kesakitan.
"Begitu dong!" ucap Lily merasa puas.
"Kamu gak tahu ya? Ini sakit tahu!" marah Shehan kepada Lily.
"Ahahah kalian berdua cocok deh!" sambung Cerin tertawa.
"Hemm!" ucap Lily dan Shehan saling membuang muka.
"Ayo pulang sayang kita tinggalkan saja mereka berdua!" kata Stefan, lalu membawa Cerin pulang.
*
Di Dalam Mobil:
"Sayang, besok kita jadikan double date?" tanya Stefan.
"Hmm, seterah kamu saja!" ucap Cerin datar.
"Oh ya kamu mau kenmana? Mana tahu ada tempat yang kamu sukakah?" tanya Stefan berusaha menarik perhatian Cerin.
"Hmm, ke Taman Hiburan Kota yang baru dibuka itu. Katanya di sana sangat menyenangkan!" ucap Cerin sambil tersenyum manis.
"Eh baiklah, besok jam 10.00 pagi aku jemput kamu ya?" ucap Stefan.
"Hmm oke!" ucap Cerin sambil tersenyum lagi yang membuat Stefan terpesona.
Di Malam Hari, Di Apartemen Cerin:
"Lidya besok kamu gak kemana mana?" tanya Cerin.
"Kalau kamu ada waktu, aku mau ajak kamu shopping! Memangnya kenapa bertanya?" ucap Lidia.
"Hmm, aku mau double date bareng Stefan besok. Jadi kamu gak bisa shopping bareng aku. Tapi kalau kamu mau sendiri pergi, ya gak apa-apa. Tapi ya itu seterah kamunya," jelas Cerin.
"Mendingan aku di apartemen saja, aku gak mau kalau sendirian," ucap Lidia memilih tidak pergi.
"Oh, ok deh. Ya sudah aku mau tidur ni, kamu gak mau tidur? Sudah malam, nanti ada hantu kamu gak takut?" ucap Cerin menakut-nakuti Lidia.
"Ih kamu! Tentulah aku takut. Dah bye aku mau ke kamar!" Chuttt suara lari Lidya ke kamarnya meninggalkan Cerin yang masih berada di ruang keluarga itu.
"Eh? Kenapa jadi aku yang di tinggalkan? Huh menyeramkan. Aku yang menakutinya, tapi jadi aku yang takut! Mendingan aku lari saja ke kamar!" Chiuttt Cerin berlari ke arah kamarnya dengan cepat.
Pagi Hari Di Rumah Stefan:
Pagi hari ini Stefan bangun jam 08.25. Dia lama bangun karena tadi malam tidak bisa tidur. Tadi malam dia kebanyakan berpikir tentang Cerin saja.
"Hoamm, ah mandi deh, sudah jam segini nanti telat jemput Cerin."
Di lain tempat, mama tirinya Stefan berniat menyuruh Stefan mengajak Cecil pergi jalan-jalan.
__ADS_1
'Tok tok tok' suara ketukan pintu yang dibuat mama tirinya Stefan itu.
"Stefan kamu ada di kamar? Mama masuk ya?" Mamanya mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam.
"Eh, tidak ada orang?" tanyanya di dalam hati.
Cherss, cherss, cherss.
"Oh dia lagi mandi. Mendingan aku tunggu saja dia selesai," ucapnya.
Pking!
"Ada pesan siapa tu?" tanya mama tirinya itu, mencoba membuka handpone Stefan karena penasaran ada pesan dari siapa.
Isi Pesannya:
Dari: My Baby
Stef, aku sudah selesai😊
Sekarang sudah pukul 08.30.
Aku tinggal make up-an😍
Jangan lupa jemput aku😁
Aku sudah tak sabar jalan-jalan bareng kamu!
"Heh, ternyata pesan dari wanita gak tahu diri itu ya? Tunggu saja, kamu akan merasa risih saat Cecil ikut bareng kalian!"
'Kriett' suara pintu kamar mandi kebuka. Dan pada saat itu, mama tirinya langsung meletakkan kembali handpone Stefan.
"Ehhh! Kamu ngapai ada di kamarku!" ucap Stefan secara kasar.
"Nak kamu jangan begitu. Mama hanya ingin menyuruh kamu mengajak Cecil pergi jalan-jalan. Keluarganya menyuruh keluarga kita membawa Cecil pergi jalan-jalan," jelas mama tiri Stefan.
"Siapa kamu menyuruh-nyuruh gua? Sudah lagi aku gak peduli sama keluarnya Cecil itu!" ucap Stefan yang semakin kuat.
"Nak tolonglah! Cecil mogok makan karena kamu gak pernah peduli dengannya lagi. Mama tahu kamu benci dengan keluarga Cecil, tetapi kamu tetap peduli dengan Cecil. Bagaimana juga Cecil adalah teman masa kecilmu. Kamu ingatkan? Cecil pernah menolong kamu saat masih kecil?" ucap mama tirinya yang berusaha meyakinkan Stefan.
"Ya sudahlah! Gak usah banyak bicara. Ya sudah Cecil kami ijin kan ikut bareng kami!" ucap Stefan pasrah.
"Kami? Apa maksudnya kami?" kata mama tirinya itu pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Gak usah ikut campur! Sudahlah, aku mau pakai baju. Kamu keluar sana!" kata Stefan dingin
"Baiklah!"
*
Sebenarnya apa yang terjadi di masa kecilnya Stefan? Mengapa dia langsung menerima perkataan mama tirinya itu ?
Apa yang dilakukan Cecil untuk menolong Stefan?
Apa yang akan dikatakan Stefan saat Cecil di bawa saat dia akan double date bareng Cerin?
Bersambung dulu ya teman teman.
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya.
Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author.
AUTHOR butuh dukungan dari kalian semua🤗
Salam manis dari author🤗
Muacchhh untuk kalian semua😚
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya!