
H a p p y R e a d i n g G u y s.
S t a y F o r R e a d i n g I n M y N o v e l Y e a h:
"Hmm? Kau mau minta maaf dengan mengajak saya makan di luar? " tanya Cerin sambil mengatakan Stefan punya salah karena kejadian tadi pagi.
"Hmm, gak juga sih. Saya hanya kepingin makan siang di luar saja. Soalnya saya sudah bosan makan makanan masakan kamu terus tiap hari!" goda Stefan ke Cerin.
"Kalau begitu, kamu selamanya gak usah datang ke apartemen saya minta makan!"
"He? Bukan kah kamu yang datang mengantarkan makanan itu ke apartemen saya?" tanya Stefan sambil terus menggoda Cerin.
"Ih! Kamu yah!" seru Cerin sambil mencubit pinggang Stefan.
"Aduh, aduh, aduh! Sakit ! Ampun deh saya salah!" kata Stefan sambil mengelus pinggang nya yang habis dicubit Cerin.
Cerin yang mendengar perkataan itu pun merasa puas.
"Tapi sayang kamu mau kan makan siang nanti?"
"Hmm, ok deh!"
H a r i Ke T i g a Masuk K a m p u s:
Hari ini Cerin, Stefan, dan Uyun masuk kampus seperti hari biasanya.
Tetapi hari ini ada kegiatan lain, yaitu pemilihan ketua dan sekertaris kampus dan juga bendahara kampus.
Pemilihan dimulai dengan uji tulisan tercantik, setelah itu menguji kepintaran.
Saat itu ada penyebutan nama dari hasil uji tulisan tercantik. Mereka menyebut nama Cerin dan Stefan , seketika kelas menjadi ribut.
"Baiklah murid murid, saya sudah memilih siapa ketua kelas kita. Dengan kepandaian nya dalam berbicara dan juga tulisan yang cantik. Yah itu Stefan Sam Willson."
__ADS_1
"Wah, bukan kah itu tuan muda keluarga Willson! Benar benar dia. Aku baru menyadari bahwa itu adalah dia!" seru seseorang murid.
"Yah. Dan dia sangat tampan. Sebelum aku mengetahui dia tuan muda dari keluarga Willson, aku sudah merasa dia adalah pria tampan yang kaya memesona para gadis!" seru dari seseorang murid wanita.
"Sudah murid murid berhenti berbicara, dan sekarang saya akan mengumumkan siapa sekertaris kita. Yang menjadi sekertaris kita adalah Cerin Cariel Desvany. Dengan kebijakan dan kepandaian yang bagus. Dan tulisan tangan yang cantik."
"Wah bukankah itu artis luar negri yang bekerja di negara kita?" kata seorang murid.
"Ternyata aslinya sangat cantik!" seru seorang murid pria.
"Gak nyangka dia belajar di kampus ini!" seru seseorang murid yang lain.
"Dan kita baru menyadarinya selama hari ketiga ini."
"Waw gak nyangkah di kelas kita ada orang yang sangat tampan dan cantik. Apalagi sangat berkepentingan. "
"Sudah cukup murid murid! Kalian terlalu bising. Kelas ini bukan untuk menggosip!"kata wali kelas.
"Bukankah dia itu adalah anak kaya yang angkuh?"kata seseorang murid dengan ceplas ceplos.
"Eh tutup mulut! Ku dengar dia akan marah mendengar perkataan seseorang yang mengatainya dari belakang." kata seorang murid dengan berbisik dengan kawannya itu.
Chelsea Olivia. Nama belakang nya sekaligus nama keluarganya yaitu Wilde. Benar, namanya Chelsea Olivia Wilde. Tapi pada saat penyebutan nama tadi kata Wilde tidak disebut karena itu keinginannya sendiri. Tah alasan apa dia tidak mau ada yang menyebut kan nama belakang itu.
*
Yah saat itu Cerin terpilih menjadi sekertaris, Stefan menjadi ketua kelas. Mereka berdua memang benar benar cocok yah!
.................................
"Hai tuan muda yang tampan ! Bolehkah saya duduk di meja makan kalian?" tanya seorang gadis yang centil. Gayanya kalau dilihat seperti anak orang kaya yang genit.
Saat itu Cerin dan Stefan berada di kantin. Karena masih ada pelajaran yang harus diikuti oleh mereka sebentar lagi. Maka mereka memilih untuk makan di kantin kampus saja. Jika memilih untuk makan di resto atau cafe yang terdekat pun tidak akan keburu. Biasanya walaupun ada pelajaran yang akan diikuti setelah pelajaran pertama mereka. Selalu dibatasi dengan pelajaran yang tidak mereka ikuti, jadi mereka bebas pergi ke luar kampus untuk makan siang.
__ADS_1
"Eh maaf yah di sini tidak bisa menerima orang luar yang ti2 dikenal loh!" kata Cerin dengan santainya.
"Eh? Aku berbicara dengan tuan muda Stefan bukan dengan mu sekertaris kelas!" kata gadis itu.
"Tuan Stefan apakah boleh saya duduk bareng kamu?"tanya gadis itu kepada Stefan.
"Maaf , itu tidak bisa." jawab Stefan singkat.
"Tapi mengapa sekertaris Cerin bisa duduk makan bareng dengan mu?"
"Karena dia adalah..." kata Stefan terputus karena langsung di sambung Cerin.
"Sahabat! Ya.., iya kami sahabatan!" kata Cerin berbohong.
"Eh? Benar kami adalah sahabat yang sangat akrab." kata Stefan yang tahu apa yang maksud Cerin.
"Oh begitukah? Ya sudahlah kalau begitu!" kata gadis itu sedikit kesal dan merasa malu. Karena ada banyak pasang mata yang melihat kejadian itu.
Entah apa yang diinginkan Cerin. Sampai sampai dia berbohong bahwa dia adalah sahabat Stefan. Bukan pacarnya.
...........................
**A n n y e o n g !
Àuthor butuh dukungan kalian semua!
Tolong bantu like, komen, favorit, dan juga VOTE nya yah.
Terima kasih juga atas para pembaca yang sudah mau mampir ke novel author/ saya.
Dan juga Terima kasih kepada orang sudah mau berpartisipasi dalam dukungannya 🤗
Tunggu episode selanjutnya yah**!
__ADS_1