Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 27:


__ADS_3

Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.


Episode sebelumnya...


"S... siapa calon tunanganmu? Aku tidak mau jadi tunanganmu! Aku mau pulang!" kata Cerin merasa malu. Kini wajahnya merah merona sepeti tomat yang sudah tua.


Kini tampak jelas wajah licik Stefan membuat Cerin semakin takut dengan Stefan. Dia takut Stefan akan melakukan sesuatu kepadanya. Senyum nakalnya mulai melebar di wajahnya tersebut. Menatap Cerin terus-menerus dengan senyuman nakalnya. Cerin yang melihatnya, semakin cepat jantungnya berdetak. "Dug.. dug.. dug..!"


"A... apa yang kamu mau?" kata Cerin merasa takut.


"Cium aku," kata Stefan singkat.


"Gak. Aku gak mau cium kamu!" kata Cerin menolak. Wajahnya semakin merah merona.


"Kalau begitu kamu gak boleh pulang sampai kamu mencium aku," ancam Stefan yang membuat jantung Cerin semakin berdetak kuat dan cepat.


•••••••


Akhirnya Cerin pun mencium kening Stefan.


Yang dicium hanya diam dan melongo. Stefan teringat masa kecilnya. Yang di mana ibunya selalu mencium keningnya saat baru bangun tidur. Kalau tidak bangun tidur pasti saat lagi bahagia, ibunya akan mencium keningnya.

__ADS_1


Tanpa dirasakan air matanya mengeluarkan butiran air yang bening. Sontak membuat Cerin terkejut dan heran. Karena Stefan yang angkuh dan dingin ini bisa menangis secara tiba-tiba. Cerin tidak berani berbicara kepada Stefan yang saat ini sedang menangis. Cerin hanya bisa mengelus-elus pundak Stefan yang bidang itu sambil memeluknya.


Ada sekitar 2 menit lebih Cerin menenangkan Stefan yang sedang menangis itu. Karena keadaan Stefan yang sudah sedikit membaik. Dengan lembut Cerin bertanya kepada Stefan yang sudah tidak mengeluarkan butiran air beningnya tersebut.


"Kamu kenapa Stef?" tanya Cerin dengan lembut membisik di telinga Stefan yang sekarang ini masih berpelukan.


"Aku hanya teringat ibuku," ucap Stefan dengan suara pelan membalas di telinga Cerin.


Cerin yang mendengar ucapan Stefan tersebut tidak menanyakan kembali kenapa Stefan tiba-tiba mengingat ibunya itu. Ia hanya membalas ucapan Stefan sambil melepas pelukannya.


"Oh jadi gitu. Kamu jangan bersedih lagi ya. Mendingan kamu kembali ke kamarmu dan menenangkan dirimu. Aku akan pulang karena sekarang sudah malam," ucap Cerin.


"Bagaimana aku bisa menenangkan diriku? Aku merasa lapar. Aku belum makan dari tadi siang," ucap Stefan manja.


"Tapi.., aku gak mau sendirian," ucap Stefan dengan suara manjanya tersebut.


"Lah jadi bagaimana dong? Kan sudah aku pesankan makanan buat kamu. Dan sekarang aku mau pulang," ucap Cerin bingung.


"Aku mau kamu nemani aku di sini. Gak makan juga aku bisa kok. Asalkan kamu nemani aku di sini," ucap Stefan yang kali ini tidak hanya menggunakan suara manjanya tersebut. Sekarang membuat mimik wajahnya yang disengaja diimut-imutkan.


"Eh? Dia membuat mimik wajah seperti itu, demi memintaku menemaninya di sini? Sungguh imut. Eh, tapi jangan tertipu dengan wajah yang dibuat-buatnya itu. Bisa saja itu hanya akting yang dibuat-buatnya," ucap Cerin dalam hatinya.

__ADS_1


"Kok malah melamun? Temani aku ya di sini," ucap Stefan membuyarkan lamunan Cerin.


"Eh..., sepertinya aku tidak bisa Stef. Nanti apa kata orang. Kalau aku nginap di apartemen kamu," ucap Cerin menolak dengan lembut tetapi dengan paksaan.


"Segitunyakah kamu gak mau dengan aku sayang?" tanya Stefan kepada Cerin yang seolah-olah Cerin membuat kesalahan.


Cerin berusaha sabar dengan tingkah Stefan. Dan mulai menarik nafasnya dengan berat sambil berkata dalam hatinya. "Sabar Cerin, sabar. Dia sudah nolongi kamu tadi siang."


"Hmm? Bagaimana sayang?" tanya Stefan dengan manjanya.


"Hanya sekali ini saja," ucap Cerin dengan pasrahnya.


Eits bersambung dulu ya teman-teman...


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya..


Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author.


Penasaran dengan Cerita selanjutnya?


Tunggu episode selanjutnya ya teman- teman.

__ADS_1


#StayAtHome


__ADS_2