Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 8:


__ADS_3

Hari-harinya Setiap hari:


 


Setelah Stefan dan Cerin mengalami keadaan yang mengerikan beberapa hari yang lalu, mereka semakin dekat dan sama-sama saling suka.


Tiap-tiap hari mereka bersama dan melakukan banyak hal bersama-sama.


Banyak orang yang iri kepada Cerin, karena bisa mendapatkan seorang tuan muda kaya yang tampan. Padahal Cerin hanya seorang aktris dan juga seorang murid yang berprestasi.


Ada banyak orang mencoba mencari perhatian di depan Stefan. Tapi Stefan tidak pernah meladeninya


Stefan hanya fokus kepada Cerin, orang yang paling ia sayangi dan ia cintai.


 


Beberapa Tahun Kemudian:


 


Beberapa hari lagi Stefan akan ulang tahun. Keluarganya mengadakan acara ulang tahunnya yang ke 18.


 


Cerin diundang Stefan ke pesta ulang tahunnya. Stefan berencana akan mengumumkan kepada semua tamu bahwa Cerin adalah calon tunangannya.


Cerin masih merasa gugup. Dia takut keluar Stefan tidak akan menerimanya.


 


Tetapi Stefan meyakini Cerin agar tidak takut dan gugup. Dan Cerinpun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Stefan.


*


"Hmm, Stefan akan ulang tahun apa ya yang akan aku kasih ke dia?" gumam Cerin.


"Hai Cerin!"(datang dari belakang sambil menepuk pundak Cerin)


"Hah kamu Lidia mengejutkan saja!" ucap Cerin yang terkejut.


"Hehe maaf. Oh tadi kalau gak salah dengar, kamu bingung mau kasih hadiah apa ke Stefan pacarmu itu ya?" tanyanya kepo.


"Hmm ya benar. Aku bingung kalau mau kasih yang ini nanti gak cocok sama dia. Kalau yang itu dia sudah punya banyak. Aku a gak tahu mau kasih apa, kamu punya ide gak Lidia?"


"Ide? Aku punya. Ini sangat mudah, dirimu saja yang jadi hadiahnya!" ucap Lidia sengaja menggoda Cerin.


"A..a ..apa?!" Spontan Cerin terkejut dan merasa malu. Wajahnya langsung merah merona. Ia membayangkan dirinya yang menjadi sebuah hadiah untuk pacarnya itu.


"Ah itu tidak mungkin. Itu tidak akan berhasil. Aku akan mencari yang lain saja."


"Hmm yakinlah kepadaku." Mencoba meyakinkan Cerin.


"Tidak akan!"


 


Hari Ulang Tahun Stefan:


Hari ini adalah hari di mana Stefan ulang tahun. Cerin dan Stefan tampak sedang bergandengan tangan. Semua orang-orang melihatnya, bahkan keluarga Stefanpun melihatnya.


*


"Para hadirin terima kasih banyak atas kehadiran kalian di acara pesta ulang tahun saya yang ke 18 ini. Hari ini saya akan mengumumkan kepada semua tamu bahwa Cerin yang ada di samping saya adalah calon tunangan saya. Semoga kalian menikmati sajian makanan dan minuman yang sudah kami persiapkan." Tiba-tiba saja Stefan mengumumkan hal tersebut di atas panggung.


 


Semua orang bertepuk tangan gembira. Tetapi ada juga orang yang berbicara tentang Cerin. Bahkan keluarganya Stefan marah karena Stefan tiba-tiba mengumumkan sesuatu yang sangat penting tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarganya itu.


"Kenapa Si Stefan itu mau bertunangan dengan seorang yang bukan dari negara ini?" tanya salah satu ibu-ibu kepada yang lain.

__ADS_1


 


"Hmm, ya benar apalagi hanya seorang aktris walapun seorang aktris yang terkenal. Tetapi kenapa dia tidak memilih anak-anak dari seorang pejabat!" jawab dari salah satu ibu-ibu tersebut.


"Ya benar. Padahal anak-anak kita masih ada," Sambung yang lain.


"Hmm, seorang aktris terkenal? Huh paling-palingan habis tidur dengan sutradaranya baru bisa terkenal!" ucap yang lain meremehkan Cerin.


"Haha iya, hanya seorang aktris yang menghibur di panggung-panggung."


"He... kalian bilang apa?! Asal kalian tahu, Cerinku tidak seperti itu! Dia itu anak yang berpendidikan. Apa kalian tidak lihat dia itu bersekolah di sekolah yang terbaik di negara ini. Dan selalu mendapatkan peringkat pertama. Dia itu murid berprestasi tahu!" geram Lidia berbicara kepada orang-orang yang menjelekkan Cerin.


"Huh paling-palingan habis tidur dengan seseorang yang berpengaruh di sekolah makanya ia dapat peringkat pertama!" jawab salah satu dari mereka.


"Ah iya diakan sudah terbiasa melakukannya." Sambung yang lain.


"Hahaha!"tawa mereka menghina Cerin.


"Apa kalian mempunyai bukti? Tidakkan? Jadi kalian jangan asal memfitnah orang. Oh ya jadi bagaimana dengan anak-anak kalian, yang bersekolah di sana? Apakah anak kalian menggunakan tubuh mereka untuk mendapatkan nilai yang baik? Atau dengan menyuap? Karena kalian para pejabat hanya tahu cara menyuap saja!"


 


Semua orang terdiam . Mereka tak bisa berkata-kata lagi. Dan mereka meninggalkan Lidia yang sedang marah itu.


 


"Huh berani menjelek-jelekkan Cerinku. Awas saja!" geram Lidia sambil menggertak kan giginya.


*


 


Tampak wajah Cerin merasa murung, lalu Stefan menghampiri Cerin yang sedang berada di sudut ruangan itu.


 


"Hmm ada apa sayang? Kenapa wajah kamu murung?" tanya Stefan.


"Benarkah? Jujur saja sayang, kamu tidak bisa menutupi kebohonganmu dariku!"


"Hmm maaf, maafkan aku yang sedang berbohong. Aku merasa sedih, mungkin semua orang tidak merestui hubungan kita. Apalagi keluarga kamu," ucap Cerin merasa sedih.


"Jangan takut, aku tidak akan membiarkannya terjadi!" ucap Stefan agar Cerin tak sedih lagi.


"Hmm benarkah? Baiklah aku akan selalu percaya kepadamu Stefan," ucap Cerin yany mulai percaya.


 


Tiba tiba Stefan mencium Cerin dan membuat Cerin terkejut dan mendorong badan Stefan ke arah depan.


 


"Apa yang kamu lakukan!" tanya Cerin marah.


"Menciummu. Apakah salah jika aku mencium istri sendiri?" ucap Stefan menggoda Cerin.


"Heh siapa yang mau jadi istri kamu!"


"Sudahlah jangan marah!"


"Lagian kamu sih, itu ciuman pertama aku. Dan lagi di dekat sini ada banyak orang tahu!" ucap Cerin sebal.


"Oh ya bagus itu, berarti aku yang pertama kali menciummu. Dan berarti kamu mau melanjutkannya sesudah tidak ada orangkan?" goda Stefan.


"Huh siapa yang bilang . Dasar mesum!" ucapnya marah.


"Hahaha aku sangat tahu. Perkataanmu menolak, tetapi tubuhmu tidak bisa menolak!"


"Ish kamu nih ya, sebel deh," ucap Cerin de gan sedikit manja.

__ADS_1


"Kau merayuku?" tanya Stefan.


"Dasar terlalu narsis. Siapa yang sedang merayu kamu. Pergi sana cari wanita agar bisa merayumu! Hmm!" kesal Cerin.


"Aku tidak akan pernah mencari wanita selain kamu yang aku cintai. Apalagi menggantikan mu," ucap Stefan yang terdengar sangat romantis itu.


 


Cerin yang mendengar itupun merasa malu. Pipinya lansung memerah seperti tomat yang sudah matang.


 


"Kenapa kamu sayang? Kenapa wajahmu memerah? Apakah kamu sedang sakit?"


"Oh aku hanya merasakan panas. Aku akan ke toilet untuk cuci wajah dulu." Lari dengan cepat meninggalkan Stefan.


"Errr.. Baiklah," ucap Stefan. "Wanita yang sangat imut" gumamya dalam hati.


*


"Dasar pria yang terlalu narsis!" kata Cerin yang sedang berbicara di depan cermin.


 


Tiba-tiba datang seseorang masuk ke toilet dan berbicara kepada Cerin.


 


"Huh kaulah yang terlalu narsis!"


"Ah siapa kamu?" tanya Cerin terkejut.


"Saya? Saya adalah teman masa kecilnya Stefan sampai sekarang! Kecuali saya tidak ada yang mengenal dan dekat dengan keluarga Stefan!"


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" tanya Cerin bingung.


"Huh kau ini sedang berakting atau benar-benar bodoh ya? Kau itu tidak pantas dengan Stefan. Kau itu hanya seorang ****** tak tahu diri!" ucapnya menghina Cerin.


"Kau! Apa katamu? Beraninya kau mengatakan itu!" ucap Cerin yang mulai marah.


"Hehe sifat asli pemarahmu sudah kelihatan ya. Di depan banyak orang kau berpura-pura lembut dan manis. Cihh! Dasar benar-benar ****** berkepala dua!" ucapnya lagi menghina Cerin.


"Kau yang ******!" ucap Cerin spontan.


"Benarkah? Asal kau tahu saja, keluarga Stefan tidak pernah menerima wanita seperti kamu. Mereka tidak sudi mempunyai menantu seperti kamu. Yang pantas itu hanya saya saja. Teman dari kecil Stefan dan anak dari seorang pejabat kaya raya," ucapnya sombong.


"Heh memangnya kalau sudah anak pejabat kaya raya, jadi kamu itu jadi orang hebat? Untuk apa memamerkan kekayaan milik orang tua kita, yang bukan milik kita. Mendingan saya yang sudah menghasilkan uang dari hasil jerih payah saya sendiri," ucap Cerin yang penuh arti untuk dipelajari.


"Dasar kau ya, benar-benar ******! Ku beri tahu kamu, keluarga Stefan tidak menyukai seorang menantu yang berprofesi sebagai seorang aktris yang cuma menghibur orang saja. Mana tahu kamu sudah tidur dengan sutradaramu untuk mendapatkan uang! Kamu mau bicara apa lagi hah?" ucap orang itu membuat Cerin naik pitam.


"Tutup mulut mu!" 'Phak' Cerin menampar wanita yang mengaku-ngaku sebagai teman lama Stefan dan lalu pergi dengan kesal.


Eits bersambung dulu ya teman teman....


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...


Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author...


Menurut kalian siapa wanita yang sudah menghina Cerin itu? Apakah benar dia anak orang kaya? Dan sahabat kecilnya Stefan?


Komen saja jawaban kalian di bawa ya...


Penasaran dengan cerita selanjutnya?


Oleh karena itu....


Tunggu episode selanjutnya ya..


 

__ADS_1


 


__ADS_2