Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 36:


__ADS_3

Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.


Episode sebelumnya ....


'Halo, Stef?'


Cecil yang mendengar ucapan Cerin yang mengangkat telephone tersebut merasa mulai kesal. 'Stefan lagi, Stefan lagi! Ya elah. Semakin ingin cepat aku membuatmu menderita Cerin!'


'Cerin! Kamu ada di mana?'


'Aku berada di kafe.'


'Kenapa kamu pergi meninggalakan 'ku?  Dengan siapa kau pergi?'


'Hmm, itu ... aku pergi dengan Cecil.'


'Apa? Dengan Cecil? Apa kau diganggu olehnya lagi?'


'Tenang saja, Stef. Aku gak apa-apa kok. Buktinya aku lagi makan bareng dia.'


'Hm, oke kalau gak apa-apa. Tapi aku akan  tetap ke sana menjemputmu. Di kafe mana kamu berada?'


'*Hmm, apakah semenakutkan begitu, jika aku tak ada di sampingmu?'


'Sudahlah, Sayang. Aku hanya khawatir kepadamu. Jadi jawab kamu ada di kafe mana*?'


Cerin yang mendengar ucapan Stefan dari dalam telephone merasa terharu.


'*Aku dan Cecil berada di kafe xxxx di jalan xxxx.'


'Baiklah, aku akan segera* sampai di sana.'


Stefan mematikan telephonenya dan segera bergegas pergi menuju mobilnya yang terparkir di halaman kampus tersebut.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Cecil benar-benar merasa muak dan sangat tidak sabar lagi untuk menjatuhkan Cerin. Iya mencari cara agar Cerin segera menjauh dari kehidupan Stefan.


'Hmm, apa yang harus aku lakukan ya? Hmm .... Ya aku akan membuatnya sekarang saja!'

__ADS_1


"Cerin, yuk pulang!" ajak Cecil.


"Tapikan Stefan mau datang jemput aku, Cel." Cerin menggaruk kepalanya yang 'tak gatal, karena merasa bingung mau ditolak atau tidak ajakan si Cecil.


'Hm, kepancing dia. Hahaha!'


"Kenapa sih, kamu selalu memamerkan hubungan 'mu dengan kak Stefan?" ucap Cecil yang memulai memancing masalah dengan Cerin.


"Apa maksudmu? Heh, benar dugaan 'ku! Kau hanya berpura-pura, 'kan? Kau tak tahan, 'kan mendengar teleponan kami tadi? Aku sudah tahu itu!" ucap Cerin yang sedikit bersuara keras.


'Bagus sekali! Dia benar-benar sudah kepancing hahaha!'


"Aku tidak begitu. Aku hanya mengatakan yang memang benar kenyataan 'nya. Aku 'tak berniat. Apa aku seburuk itu? Kenapa kau menuduhku dengan perkataan yang menyakitkan itu? Huhuhuhu!" Cecil berlari keluar kafe.


Cerin yang merasa bersalah. Ia jadi berpikir bahwa yang dikatakan Cecil memang benar. Ia mengira Cecil benar-benar telah berubah.


Cerin ikut berlari mengejar Cecil yang keluar dari kafe tersebut. "Cecil! Tunggu aku!"


Tampak diluar kafe tersebut Cecil sedang berdiri sambil menangis. Cerin yang melihat benar-benar merasa bersalah. Ia datang dan mendekatinya. Cecil yang mengintip kejadian tersebut segera ia mulai bergerak untuk menjauh dari Cerin.


Cerin tetap mengejarnya sampai ke pinggir jalan. Belum sampai Cerin buat menepuk pundak Cecil, Cecil langsung menarik tangan Cerin dengan Cepat. Setelah itu ia melepaskan pegangan 'nya dan menjatuhkan tubuhnya ke aspal. Saat itu ada sebuah mobil yang melintas ke arahnya.


Cerin shok melihat kejadian tersebut. Melihat tubuh Cecil yang sedang terletak di aspal dengan darah yang banyak berkeluaran dari tubuhnya tersebut.


Seseorang memeriksa denyut nadi tangan Cecil. Dan ternyata masih ada tanda-tanda kehidupan. Segera mereka menggotong tubuhnya ke pinggir jalan.


Salah satu dari mereka memanggil ambulans. Dan tiba-tiba seseorang berbicara keras kepada Cerin sambil menunjuk ke arahnya, "Ini akibat ulah wanita itu! Dia yang mendorong wanita tersebut ke aspal. Akibatnya wanita ini tertabrak mobil!"


"Apa benar?" ucap seseorang kepada temannya.


"Entahlah. Yang pasti memang benar dia ada di tempat kejadian sebelum kejadian ini terjadi," jawab yang satu.


"Kalau begitu tangkap dia! Jangan biarkan dia kabur. Panggil polisi!" ucap salah seorang provokator.


Cerin merasa terkejut dengan tuduhan mereka semua. "A ... a ... apa yang kalian katakan? Aku tidak bersalah! Aku tidak mendorongnya!"


"Jelas-jelas kami telah melihatnya! Masih tidak mengaku! Dasar wanita jahat!" ucap si provokator.


"Iya benar! Tadi aku melihat mereka bertengkar di dalam kafe!" ucap yang lain.

__ADS_1


"Dasar tidak tahu malu! Menggunakan cara licik untuk balas dendam!"


"Iya benar! Tidak tahu malu! Wanita jahat!


"Kalian salah mengira! Aku tidak melakukannya! Aku tidak bersalah!" ucap Cerin membela diri.


Saat itu ambulans telah tiba, segera mereka menggotong tubuh Cecil ke dalam ambulans. Lalu dengan Cepat ambulans tersebut pergi melaju dengan cepat. Di saat itu, polisi telah tiba dan telah memeriksa tempat kejadian.


Salah seorang provokator langsung berbicara, "Pak Polisi, tolong tangkap wanita ini! Dia yang melakukan hal kejahatan terhadap sang korban."


Saat itu Cerin menangis histeris karena tuduhan mereka semua. Iya terduduk lemah. Stefan baru saja tiba di tempat kejadian tersebut. Ia melihat seseorang yang mirip Cerin sedang dikerumuni banyak orang. Segera ia turun dari dalam mobilnya. Berlari ke arah kerumunan tersebut. Menepis beberapa orang agar bisa masuk ke dalam kerumunan tersebut.


Ternyata apa yang ia lihat emang benar. Orang yang ia lihat itu emang benar-benar Cerin. Sedangkan Cerin di situ mulai di borgol polisi dan mulai di tarik ke dalam mobil polisi. Cerin meronta-ronta sambil berkata, "Aku tidak bersalah, Pak!"


"Itu bisa dijelaskan di kantor polisi. Harap Anda mengikuti peraturan hukum!" ucap polisi dengan tegas.


Segera Stefan memanggil nama Cerin, "Cerin! Apa yang terjadi!"


Cerin terkejut mendengar suara yang sangat familiar tersebut. Dengan cepat ia berbalik badan dan melihat ke arah kerumunan orang tersebut. Betapa terkejutnya ia melihat ada Stefan di sana. Dengan segera ia berteriak ke arah Stefan sambil memberontak genggaman tangan sang polisi, "Stefan! Tolong aku! Aku 'tak bersalah! Mereka menuduhku!"


Stefan berlari ke arah Cerin dan mulai mendekat. "Pak, saya yakin Cerin 'tak bersalah! Tolong lepaskan dia!"


"Maaf. Tolong Anda ikuti intruksi dari kami. Semua masalah akan di selesaikan di kantor polisi. Jadi kami harap, Anda bisa mengikuti peraturannya! Kami akan membawa wanita ini ke kantor polisi. Jika Anda ingin menolongnya, Anda bisa ikut dengan kami," ucap salah satu polisi tersebut.


Segera para polisi tersebut masuk ke dalam mobil dengan membawa Cerin ke dalamnya. Stefan 'pun segera masuk ke dalam mobilnya. Mulai ia menghidupkan mobilnya.


Kini kedua mobil tersebut pergi melaju cepat ke arah kantor polisi. Sedangkan kerumunan tersebut, mulai bubar.


Ada seseorang yang tersenyum senang dengan kejadian tersebut. Ya, orang tersebut adalah orang yang telah memprovokator kejadian tadi.


*


Eits bersambung dulu ya teman-teman!


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!


Karena dukungan dari kalian adalah sebuah motivasi buat sang author!


Maaf kalau banyak typonya atau banyak kesalahan tanda bacanya ya teman-teman. Karena author juga manusia yang bisa memiliki kesalahan. Semoga bermanfaat bagi kalian semuanya!

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya!


__ADS_2