
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya...
Cerin bingung dan cemas sampai sampai ia terlalu lama berada di kamar mandi. Kira kira sudah ada 30 menit lebih. Stefan yang merasa sedikit cemas karena Cerin belum keluar dari kamar mandi, segera ia menuju ke kamar mandi tersebut.
Stefan sekarang sudah berada di depan pintu kamar mandi. Ia mengetuk pintu itu sambil memanggil Cerin. "Tok tok tok." suara ketukan pintu yang diketuk. " Sayang kamu ada di dalamkan?" tanya Stefan ke arah kamar mandi tersebut.
Cerin yang mendengar Stefan mengetuk pintu sambil memanggilnya langsung merasa panik.
•••••••
Cerin takut Stefan akan menertawakannya atau melakukan sesuatu padanya. "Gawat.., dia kesini. Kenapa dia harus kesini sih? Gimana ni?" cemas Cerin dalam hatinya.
Stefan masih mengetuk pintu kamar mandi tersebut dan memanggilnya. Karena dari tadi belum disahut oleh Cerin. "Sayang kamu di dalamkan?" tanya Stefan yang tambah merasa cemas.
Cerin yang baru mendengar teriakan Stefan yang sudah berkali kali itu langsung segera ia jawab. "Ah iya! Aku ada di dalam. Untuk apa kamu memanggil ku sampai kesini?" jawab Cerin sedikit gugup.
"Ah kamu. Kirai ada apa apa dengan mu sayang. Kenapa kamu sangat lama di dalam?" kata Stefan merasa lega sambil masih menunggu Cerin di depan pintu kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Cerin yang bingung mau jawab apa. Dan gak tahu mau buat apa. Segera ia keluar kamar mandi yang masih memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Stefan bingung karena Cerin yang berlama lama di kamar mandi masih memakai handuk di pinggangnya tersebut.
"Kenapa masih memakai handuk sayang?" tanya Stefan penasaran.
"Hmm..., sebenarnya aku..., hmm..." kata Cerin yang merasa malu untuk mengungkapkannya.
"Sebenarnya kenapa?" tanya yang semakin merasa heran dengan Cerin.
"Aku hmm.., tadi.., akukan lagi bocor gitu.., jadi.., pakaian bawah aku kotor dan sekarang masih basah setelah aku cuci." kata Cerin gugup.
"Terus?" tanya Stefan yang semakin heran dengan perkataan yang dibuat Cerin tersebut.
"Astaga aku lupa membelikannya untukmu. Ya sudah bagaimana kalau kamu pakai pakaian aku saja dulu." kata Stefan yang menawarkan Cerin untuk menggunakan pakaiannya.
"Bagaimana bisa. Jika pakaian luar gak apa apa Stef. Tapi jika pakaian dalam gak mungkin dong!" kata Cerin semakin merasa malu.
"Terus kamu mau apa? Itu solusi terbaik loh." kata Stefan sedikit menggoda Cerin.
"Mana bisa. Masanya aku pakai celana dalam kamu. Apalagi celana dalam pria. Sama aja namanya itu kita sudah bersentuhan." jawab Cerin keceplosan saat di bagian kata 'bersentuhan' karena ia tiba tiba saja spontan menjawab.
__ADS_1
"Bersentuhan apanya maksud kamu?" goda Stefan terhadap Cerin. Sebenarnya ia sudah tahu maksudnya Cerin tersebut.
"Ayolah Stef jangan bercanda dong. Aku lagi serius ni." kata Cerin mulai merasa kesal kepada Stefan.
"Aku dua rius tahu." kata Stefan sambil menunjukkan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan tengah. Kedua tangannya membentuk seperti itu.
"Ihhh!" teriak Cerin kesal.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau. Itu suka hati kamu saja." kata Stefan menakut nakuti Cerin.
Cerin yang sudah merasa sekarang sudah mulau malam. Terpaksa ia menyetujuinya. Ia memakai pakaian Stefan dan juga pakaian dalamnya. Sebenarnya ini sangat memalukan baginya.
Bersambung dulu ya teman teman..
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...
Menurut kalian cerita episode ini bagaimana?
Jawab saja dengan memberi komentar di bawah.
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya...