
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya........
Sedangkan itu Stefan dan Uyun merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Cerin. Mereka senang bisa melihat Cerin adalah orang yang memiliki banyak akal untuk bertindak.
Di tempat lain lagi-lagi ada seorang pria yang sama tersenyum melihat Cerin. "Benar-benar wanita yang berbeda. Tak salah menilai aku."
Dan ada juga sesorang yang semakin kesal dengan Cerin. Yaitu orang yang tadi menyuruh seseorang merusak gaun milik Cerin. "Ahhh, sialan! Kenapa dia punya ide untuk melakukan itu? Kalau begitu aku tidak akan menyuruh seseorang merusak gaun miliknya. Malah semakin bagus dipandang orang dia! Awas saja kamu Cerin!"
••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sekarang semua kontestan telah selesai naik ke atas panggung. Tibalah giliran para juri untuk mendiskusikan siapa yang akan menjadi raja dan ratu kampus. Ada 30 menit lebih mereka berdiskusi. Itu juga ditambah dengan waktu istirahat.
Setelah itu salah satu juri tersebut mulai memanggil si pembawa acara. Pembawa acara datang dan mendekatinya. Kelihatan mereka sedang berbisik. Dan setelah itu juri tersebut memberikan secarik kertas kepada si pembawa acara.
Pembawa acara kembali ke tengah-tengah panggung. Dan setelah itu ia berbicara, "Baiklah teman-teman. Sekarang kita akan mengumumkan siapa raja kampus dan ratu kampus tahun ini. Karena di tangan saya sudah ada secarik kertas yang berisi siapa-siapa saja yang akan masuk 3 besar untuk menang. Pasti kalian pada penasarankan? Mari kita sambut juara ke tiga sebagai raja kampus adalah Billie Won yang tak lain adalah raja kampus tahun lalu. Wah siapa ya yang bisa mengalahkan Billie Won? Baiklah silakan Billie Won naik ke atas panggung," ucap si pembawa acara menyebutkan juara ke tiga sebagai raja kampus.
Semua orang bertepuk tangan.
"Baiklah mari kita dengarkan juara ke dua sebagai raja kampus kita adalah...., Stefan Sam Willson. Wah tuan muda dari keluarga Willson ternyata yang menduduki peringkat ke dua. Silahkan naik ke atas panggung, Tuan Stefan!" Kali ini si pembawa acara berbicara lebih sopan kepada Stefan.
__ADS_1
Semua orang yang ada di situ bertepuk tangan. Lain dengan Stefan, dia merasa kesal karena dia hanya dapat juara ke dua. "Ahh sial! Kenapa aku yang juara dua? Siapa yang bisa kalahkan aku? Hmm coba aku lihat. Awas saja kalau dia benar-benar lebih tampan dariku!"
"Dan juara pertama yang tak lain sebagai raja kampus yang sebenarnya adalah.... Arkha Zusafa Alfatar! Wah ternyata yang sebagai raja kampus kita tahun ini adalah murid dari jurusan medical. Yang tak lain seorang murid yang populer belakangan ini. Selamat Arkha! Silakan naik ke atas panggung!" ucap si pembawa acara dengan berteriak keras penuh semangat.
Semua orang bertepuk tangan dengan riuh. Semua berteriak keras menyemangati sang raja kampus. Sedangkan Uyun dan Cerin merasa terkejut dan bingung. Karena orang yang selalu mereka kenal dengan panggilan kak Rakha bukanlah kak Rakha melainkan Arkha. Nama mereka hampir sama dan ditambah lagi nama belakangnya sama juga. Merekapun semakin merasa bingung dan heran.
"Teryata selama ini yang aku kenal dam aku panggil sebagai kak Rakha bukanlah kak Rakha? Melainkan Arkha? Siapa dia? Pantesan belakangan ini aku kira kak Rakha sudah berubah. Tapi aku salah mengira. Dia ternyata Arkha dari jurusan medical. Tetapi mengapa dia mengakui kepada aku, bahwa dirinya adalah kak Rakha? Aku telah tertipu!" ucap Cerin dalam hatinya dengan rasa tak percaya.
Sedangkan Uyun berucap dalam hatinya, "Ternyata dia adalah Arkha. Aku kirai dia adalah kak Rakha. Pantesan dia tampak lebih gagah dan cool daripada kak Rakha. Ah, wajah mereka kok bisa sama ya? Jadi ke mana kak Rakha sih? Aku kangen tahu."
*
"Teman-teman sekalian. Sekarang marilah kita dengarkan siapa yang akan masuk ke dalam 3 besar sebagai ratu kampus ! Dan yang menjadi juara ke tiga sebagai ratu kampus adalah Belqiis Isabella yang tak lain adalah seorang ratu kampus di tahun lalu! Silakan naik ke atas panggung Belqiis Isabella," ucap si pembawa acara dengan semangat.
Setelah itu si pembawa acara berbicara lagi untuk mengumumkan juara selanjutnya, "Dan juara ke dua sebagai ratu kampus kali ini sungguh berbeda karena juara ke dua sebagai ratu kampus yang terpilih adalah Cecilia Alista dan Chelsea Olivia!"
Semua orang terheran-heran mendengar hasil pengumuman tersebut. Bagitu juga halnya dengan Cecil yang merasa tak terima. "Sialan! Apa-apaan ini? Kenapa aku mendapatkan peringkat ke dua? Seharusnya aku ada di peringkat pertama! Dan kenapa pula harus ada si Chelsea di peringkat yang sama denganku? Ahhhh dasar!"
"Tenang para penonton. Gak usah merasa heran. Karena juara ke dua kali ini mereka memang memiliki nilai yang seimbang dari para juri," ucap si pembawa acara menjelaskan, "marilah kita saksikan juara pertama sebagai ratu kampus yang sebenarnya adalah...."
Semua orang merasa deg-deg'an. Begitupula dengan Cerin. "Pasti aku gak bakal menang. Mana mungkin mereka memilihku. Karena mereka tidak suka dengan pendapatku!"
__ADS_1
"Dan juara pertama sebagai ratu kampus tahun ini adalah..." sambung si pembawa acara berbicara, "Cerin Cariel Desvany! Wah ternyata yang menang adalah sang ratu yang lagi diperbincangkan belakangan ini! Silahkan naik ke atas panggung Cerin!"
Semua para penonton bertepuk tangan dengan riuh. Cerin tak menyangkah bahwa ia akan terpilih sebagai ratu kampus yang sebenarnya. "Ya Tuhan terima kasih sudah beri aku kemenangan. Aku benar-benar gak nyangkah bisa jadi ratu kampus!"
"Cerin kamu memang! Ayo cepat naik ke atas panggung sana!" ucap Uyun berteriak dari tempat yang berbeda. Karena Uyun duduk dengan murid-murid yang satu jurusan dengannya.
Cerin berjalan ke atas panggung dengan anggun. Walaupun sekarang ini ia tak memakai pakaian yang mencolok.
Mereka yang masuk ke dalam 3 besar diperizinkan untuk berbicara. Tibalah saatnya Cerin untuk berbicara. "Teman-teman dan para juri sekalian. Saya berterima kasih kepada kalian semua yang sudah mau mendukung agar saya dapat ikut dalam acara ini. Terutama saya berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang tadinya saya tidak mau ikut berpartisipasi dalam acara ini menjadi ikut dan menang. Karena kalian, teman-teman sekelas saya, sudah mau mengajukan saya untuk ikut serta. Saya juga berterima kasih kepada para juri yang telah menilai saya untuk memilih saya sebagai ratu kampus di kampus ini. Saya sangat senang sekali dapat terpilih. Semoga ke depannya saya dapat menjadi teladan di kampus ini. Dapat dicontoh oleh siswa-siswi yang lain sebagai hal positif. Sekian terima kasih."
Semua orang yang mendengar itupun bertepuk tangan dengan riuh. Walau sebagian ada yang cemburu dengannya. Terutama Cecil yang merasa tak terima. Ia benar-benar merasa kesal dengan Cerin. "Sialan! Beraninya dia yang menjadi juara ratu kampus yang sebenarnya! Huh! Lihat saja! Kamu akan kena masalah dariku! Siapa suruh kamu menjadi yang terbaik! Suatu saat akulah yang akan menjadi pertama dan terbaik di kampus ini!"
Eits bersambung dulu ya teman teman...
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...
Pasti kalian senangkan? Ya harus senang dong, karena Cerin menjadi ratu kampusnya....
Kalian setuju gak kalau Stefan hanya menjadi juara ke dua? Komen ya jawaban kalian di bawah...
Tunggu episode selanjutnya ya....
__ADS_1