
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya....
"Aku gak perlu diajari kok, Sayang. Akukan uda besar. Jadi gak perlu. Hehehe!" jawab Stefan yang sangat senang menggoda Cerin tersebut.
"Kamu ya!" Kali ini Cerin benar-benar merasa kesal dan marah karena tidurnya diganggu oleh Stefan.
"Eh iya deh. Aku tidur di bawah aja," ucap Stefan yang merasa takut terhadap Cerin.
Dengan cepat Stefan mengambil selimut dan alas tidur kecil dari dalam lemarinya. Meletakkannya tepat berada di samping bawah tempat tidur yang ditiduri oleh Cerin.
Cerin tertawa di dalam hatinya dan merasa puas melihat hal tersebut. Dan akhirnya mereka pun tertidur lelap di tempat tidur mereka masing-masing.
•••••••••••••••••••••••••••••
Pagi haripun telah tiba. Cahaya matahari yang kini bersinar melihatkan dua sosok yang masih tertidur pulas. Mereka adalah Cerin dan Stefan.
"Ahhhhhh!" teriak Cerin terkejut, "kenapa kamu tidur di tempat tidurku, Stefan?!"
Spontan ia mendorong Stefan, membuat tubuh Stefan yanv masih ditutupi oleh selimut tergelinding menjauh dari Cerin. Stefan terbangun karena ia terkejut.
"Kok kamu jahat sih, Cerin?" tanya Stefan sambil menyinyir karena badannya terasa sakit akibat dorongan yang dibuat oleh Cerin.
"Huh! Masih mengatakan aku jahat? Kamu yang jahat! Ngapai kamu tidur di tempat tidur aku? Mau mencari kesempatan dalam kesempitan ya?" Saat itu Cerin benar-benar sangat kesal melihat ulah Stefan.
Stefanpun membalas pertanyaan Cerin, "Eh? Sayang, kamuloh yang tidur di tempat tidur aku. Apa kamu tidak lihat dengan jelas?"
Seketika Cerin melihat ke sekeliling ruangan. Ia merasa malu sampai tidak bisa berkata apa-apa.
"Apa sudah tahu?" Godaan Stefan membuat Cerin kesal.
"Huh! Pasti kamukan yang nuruni aku dari atas?" tanya Cerin penuh selidik.
"Seterah kamu deh. Kalau bukan aku gimana, Sayang?" Pasrah Stefan.
"Hmm ya sudah kalau begitu. Aku mau pulang. Ini uda terang. Tapi ingat! Awas kalau kamu berani macam-macam dengan aku!" Ancam Cerin kepada Stefan.
"Eh? Dasar wanita. Kalau dia yang salah pasti gak mau minta maaf. Malah mengancam lagi. Coba kalau laki-laki yang salah. Pasti sudah habis ni aku dibuatnya," ucap Stefan dalam hatinya.
Cerin yang merasa malu langsung berberes-beres dan langsung pulang ke apartemennya. Stefan yang melihat itu tersenyum bahagia. Karena dia dapat tidur bersama-sama dengan Cerin.
__ADS_1
Di Apartemen Cerin:
Cerin langsung masuk ke dalam apartemennya. Karena ia punya kunci cadangan jadi gak perlu memanggil Uyun untuk membuka pintu. Ia berjalan menuju dapur.
Saat ia sampai di dapur, tampak Uyun yang sedang makan di meja makan tersebut. Perlahan Cerin mendekatinya.
Ketika Cerin sudah sampai di depan meja makan, Uyun baru tersadar bahwa Cerin sedang berada tempat di depannya. Dengan segera ia menghentikan makannya.
"Cerin! Kamu ke mana saja? Aku khawatir tahu!" teriak Uyun membuat telinga Cerin sakit.
"Aduhhh! Kamu ini gak bisa pelan sedikit bicaranya? Sakit tahu dengar teriakanmu," ucap Cerin.
"Hehehe maaf, Cerin. Kamu sih ke mana saja? Aku khawatir sama kamuloh. Gak pulang tadi malam. Kamu nginap di mana?" ucap Uyun khawatir.
Tiba-tiba Cerin merasa bingung mau jawab apa. Sampai-sampai Uyun menanyakannya lagi. "Hey! Kok diam saja sih? Jawab dong."
"Hehehe. Semalam aku tidur tempat Stefan," ucap Cerin merasa malu.
"Apa? Kamu tidur tempat Stefan? Hmm... tunggu-tunggu!" ucap Uyun sambil berdiri dari duduknya dan datang mendekati Cerin. Matanya tertuju kepada baju yang dikenakan oleh Cerin. "Jangan bilang kamu pakai pakaiannya jugakan?"
"Hehehe kok tahu." Cerin tertawa malu.
"Apaan sih kamu ini. Pikirannya parno bangat! Ah sudahlah kamu makan gak ajak-ajak. Mendingan aku mandi terus beli makanan ke luar," ucap Cerin berpura-pura.
"Eh gitu saja kamu marah, Cer. Aku uda masak buat kamu kok," ucap Uyun.
"Benarkah? Bagus dong. Berarti aku gak perlu sarapan keluar hehehe."
"Dasar kamu ini," ucap Uyun pasrah.
Akhirnya Cerin selesai mandi dan langsung melahap sarapan yang dimasak oleh Uyun.
Beberapa Hari Kemudian:
Hari ini adalah hari di mana pemilihan ratu kampus. Cerin dan teman-temannya yang lain sudah berada di kampus. Tampak semuanya kelihatan sibuk.
"Hai, Cerin!" ucap seseorang dari belakangnya.
Cerin berbalik ke arah orang tersebut dan langsung menjawabnya, "Hai juga. Oh kamu kenal sayakah?"
"Ya dong saya kenal kamu. Kamukan sangat populer diperbincangkan di seluruh kampus ini," jelasnya.
__ADS_1
"Ah iyakah? Sampai segitunya?" tanya Cerin tak percaya.
"Iya dong. Oh ya kamu ikut acara pemilihan ratu kampus ya?"
"Hehehe iya. Oh ya sudah dulu ya. Saya masih mau berberes untuk acara nanti," ucap Cerin.
"Oh ya sudah. Semangat ya. Saya dukung kamu," ucapnya.
*
Acara pemilihan ratu dan raja kampus dimulai.
Diawali oleh seorang pembawa acara yang tak lain adalah seorang anggota osis kampus tersebut.
"Selamat datang para juri dan hadirin yang saya hormati. Hari ini kita akan menyelenggarakan pemilihan ratu dan raja kampus. Yang di mana akan dimulai dari pemilihan ratu kampus. Marilah kita sambut para kontestan pertama yaitu Billie Won. Yang tahun lalu adalah sebagai raja kampus," ucap pembawa acara tersebut dengan panjang lebar.
Billie Won berjalan menaiki panggung. Ia berjalan ala model pria. Dengan ketampanannya itu membuat para wanita tergila-gila melihatnya.
Setelah Billie Won, lalu dilanjutkan oleh kontestan kedua. Setelah itu, lanjut lagi oleh kontestan ketiga. Begitulah seterusnya. Sampai ke urutan sepuluh barulah Stefan.
Kali ini Stefan tampil lebih cool daripada kontestan yang sebelumnya. Berjalan ala model pria yang seksi. Membuat para wanita tergila-gila melihatnya dan sampai jatuh hati terhadapnya.
Sedangkan Uyun yang menonton berbicara di dalam hatinya, "Aduhhh, kalau Cerin lihat Stefan seperti ini pasti dia akan marah. Gimana tidak? Semua mata tergila-gila tertuju ke arahnya."
Sehabis Stefan maju, bergantian lagi dengan kontestan selanjutnya. Sampai yang maju terakhir adalah seorang pria yang tak asing dilihat oleh Uyun.
Tampak pria itu berjalan dengan gagahnya. Memancarkan aura dingin tapi elegan. Semua mata tergila-gila melihatnya. Dialah saingan yang pantas buat Stefan.
"Apa? Apa itu Kak Rakha? Sudahlah lama aku tidak melihatnya. Sekarang dia tampil dengan gagah di atas panggung ini. Dia tidak memakai kaca mata. Sungguh malaikat yang aku idamkan!" ucap Uyun terharu di dalamhatinya.
Setelah para kontestan pria selesai, dilanjutkan oleh para kontestan wanita sekarang.
Eits bersambung dulu ya teman-teman...
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya..
Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author....
Penasaran dengan cerita selanjutnya?
Tunggu episode selanjutnya ya...
__ADS_1