
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.....
Episode sebelumnya...
Mereka yang masuk ke dalam 3 besar diperizinkan untuk berbicara. Tibalah saatnya Cerin untuk berbicara. "Teman-teman dan para juri sekalian. Saya berterima kasih kepada kalian semua yang sudah mau mendukung agar saya dapat ikut dalam acara ini. Terutama saya berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang tadinya saya tidak mau ikut berpartisipasi dalam acara ini menjadi ikut dan menang. Karena kalian, teman-teman sekelas saya, sudah mau mengajukan saya untuk ikut serta. Saya juga berterima kasih kepada para juri yang telah menilai saya untuk memilih saya sebagai ratu kampus di kampus ini. Saya sangat senang sekali dapat terpilih. Semoga ke depannya saya dapat menjadi teladan di kampus ini. Dapat dicontoh oleh siswa-siswi yang lain sebagai hal positif. Sekian terima kasih."
Semua orang yang mendengar itupun bertepuk tangan dengan riuh. Walau sebagian ada yang cemburu dengannya. Terutama Cecil yang merasa tak terima. Ia benar-benar merasa kesal dengan Cerin. "Sialan! Beraninya dia yang menjadi juara ratu kampus yang sebenarnya! Huh! Lihat saja! Kamu akan kena masalah dariku! Siapa suruh kamu menjadi yang terbaik! Suatu saat akulah yang akan menjadi pertama dan terbaik di kampus ini!"
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di Belakang Panggung:
"Wah, Cerin! Kau sangat hebat! Selamat ya," ucap Uyun merasa bangga.
"Iya sama-sama, Uyun," jawab Cerin.
"Oh ya. Kenapa baju kamu jadi berbeda, Sayang?" sambung Stefan berucap.
"Oh itu sebenarnya... Baju aku robek. Aku gak tahu itu robek karena apa?" jelas Cerin.
"Pasti ada yang sengaja mau buat kamu gagal ikut kontes! Dasar manusia gak berotak!" ucap Uyun berteriak kesal.
"Apa? Aku harus mencari tahu siapa orang tersebut! Beraninya dia mencari masalah dengan wanitaku!" sambung Stefan berucap dengan marah.
"Iya sih. Tapi biarkan ajalah. Lagian karena dia, aku malah punya ide baru dan memenangkan kontes ini," ucap Cerin berusaha menenangkan amukan marah Stefan dan Uyun tersebut.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, Sayang."
"Hmm gitu dong! Ya sudah, yuk kita makan di kafe sehabis ini! Aku yang traktir, Stef," ucap Cerin mengajak mereka makan di kafe.
"Ok, Sayang! Kamu memang benar-benar baik. Apalagi kamu cantik!" Stefan yang gemas mencubit pipinya Cerin.
"Apaan sih kamu? Sakit tahu!" ucap Cerin sambil mengelus-elus pipinya yang habis dicubit oleh Stefan.
__ADS_1
"Aduhhhh, sepertinya aku dilupakan ni. Sehingga kalian bermesraan di depan diriku yang jomblo ini," ucap Uyun meleraikan mereka yang sedang berbincang.
"Eh! Maafkan aku, Uyun. Aku lupa bahwa kamu itu jomblo hahaha!" ucap Cerin menggoda Uyun.
"Kau jahat! Kenapa kau membuatku semakin merasa sendiri? Huhuhu kamu jahat!" ucap Uyun sambil menangis pura-pura.
"Hehehe maaf. Eh, ya sudah. Yuk kita makan di kafe. Aku yang traktir kalianloh. Jadi ayo cepat, aku sudah lapar ni." Cerin memegang perutnya yang sedang kelaparan.
"Hahaha kamu memang lucu ya, Sayang," ucap Stefan lagi-lagi mencubit pipi Cerin.
"Aduhhh, sakit tahu!"
"Hahaha iya-iya. Maaf ya, Sayang," ucap Stefan sambil membuat tangan yang sedang memohon.
Sedangkan di lain tempat....
"Apakah kau benar-benar sudah merusak gaunnya? Kenapa dia masih bisa ikut kontes?" ucap seseorang yang ada di sebuah sudut ruangan yang sepi.
"Aku sudah melakukannya!"
"Ayolah! Apa kau tidak lihat? Apakah kau bodoh? Dia tidak memakai gaun saat kontes!" ucap salah satunya menjawab.
"Ah! Iya juga ya. Kok aku baru kepikiran? Hmm, Cerin ternyata otaknya licik sekali. Gak salah aku mengatakannya wanita sialan!"
Yang satunya hanya diam dan berbicara di dalam hati, "Kau yang bodoh! Mengatakan Cerin bodoh. Padahal kamu yang gak tahu apa-apa. Dasar anak orang kaya sombong! Kalau aku gak butuh uang darinya, aku gak bakal mau bantu dia. Hah, sungguh malang nasipmu Cerin. Punya musuh yang gila dan bodoh. Aku sebagai Elsa lebih baik gak mencari masalah dengan Cecil. Cecil orang yang sangat berbahaya."
"Kenapa kau diam aja? Apakah kau sedang mengatai aku di dalam hatimu?"
"Ah gak kok. Kamu bagaimana sih Cecil. Gak mungkin aku mengata-ngatai kamu."
Ternyata orang yang merusak gaun Cerin adalah orang suruhan Cecil. Tapi kenapa ya, Cecil terlalu bodoh?
"Ah ya sudahlah! Kamu jangan sampai memberitahukan kepada siapa-siapa bahwa aku yang menyuruhmu merusak gaun milik Cerin," ucap Cecil kepada orang suruhannya itu.
__ADS_1
"Hmm baiklah. Aku lebih baik pergi sekarang. Daripada ada yang melihat kita di sini," ucap Elsa meninggalkan tempat tersebut.
"Dasar orang miskin gak tahu diri! Beraninya dia duluan meninggalkan aku di sini! Kalau gak aku punya rahasia yang dia ketahui, pasti uda aku labrak anak miskin itu!" ucap Cecil marah di dalam hatinya.
Setelah itu Cecil berjalan menuju belakang panggung. Dan ternyata di belakang panggung tersebut masih ada Cerin dan yang lainnya. Cecil berjalan menuju ke arah mereka. Entah apa yang diinginkan olehnya.
Cerin melihat Cecil yang berjalan menuju ke arahnya. Dia merasa bingung. Apa yang akan dilakukan Cecil kepadanya.
Setelah Cecil sampai di dekat mereka...
"Hai, Cerin! Selamat ya bisa dapat juara satu sebagai ratu kampus. Aku ikut senang deh lihat kamu menang," ucap Cecil berpura-pura.
Mereka semakin merasa bingung. Terutama Cerin yang selama ini selalu dibenci oleh Cecil, sekarang malah berbicara baik kepadanya.
"Haha! Cecil, kau tak usah berpura-pura di depan kami! Aku tahu kamu itu berpura-pura. Jadi jangan berlagak jadi orang baik!" ucap Uyun yang tiba-tiba berbicara kasar terhadap Cecil.
"Aku tidak berpura-pura! Aku sudah gak mau lagi mencari masalah dengan Cerin. Apa masalahnya kalau aku mengucapkan kata selamat untuknya? Yang lain pada boleh? Kenapa aku tidak boleh? Huhuhu kamu terlalu jahat!" Cecil tiba-tiba saja menangis. Tampaknya ia sedang berpura-pura. Karena saat itu sedang ada banyak orang yang berada di sekitar mereka.
Cerin yang melihat itu sudah mengerti maksudnya Cecil. Spontan ia mencari cara agar Uyun tidak terkena imbas dari jebakan yang sedang dibuat oleh Cecil tersebut. "Oh maafkan Uyun ya, Cecil. Dia tidak bermaksud menyakitimu. Dia hanya takut kamu akan berbuat jahat lagi kepadaku. Karena kamu sudah berbuat baik dan sudah mengakui kesalahanmu, aku akan memaafkanmu. Oh ya, selamat juga ya buat kamu. Sudah jadi juara keduanya sebagai ratu kampus. Ya walaupun juara duanya ada dua orang."
Cerin sengaja berbicara menyindir Cecil dengan menggunakan perkataan yang baik untuk didengar oleh orang lain. Sedangkan Stefan tersenyum melihat Cerin yang sangat pandai untuk membalikkan masalah kepada musuhnya. Dan sedangkan Uyun merasa bingung melihat apa yang dilakukan oleh Cerin. Maklum
"Sialan! Lagi-lagi aku dipermalukan olehnya! Lihat saja kamu, Cerin!" ucap Cecil dalam hatinya.
"Hahaha terima kasih, Cerin. Kamu memang baik ya. Aku juga sudah maafkan Uyun kok." Lagi-lagi Cecil berpura-pura di depan mereka.
Eits bersambung dulu ya teman teman.....
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya....
Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author...
Penasaran dengan cerita selanjutnya?
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya..
Klik tombol favorit biar jangan ketinggalan cerita selanjutnya ya!