
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya......
Sedangkan Uyun yang menonton berbicara di dalam hatinya, "Aduhhh, kalau Cerin lihat Stefan seperti ini pasti dia akan marah. Gimana tidak? Semua mata tergila-gila tertuju ke arahnya."
Sehabis Stefan maju, bergantian lagi dengan kontestan selanjutnya. Sampai yang maju terakhir adalah seorang pria yang tak asing dilihat oleh Uyun.
Tampak pria itu berjalan dengan gagahnya. Memancarkan aura dingin tapi elegan. Semua mata tergila-gila melihatnya. Dialah saingan yang pantas buat Stefan.
"Apa? Apa itu Kak Rakha? Sudah lama aku tidak melihatnya. Sekarang dia tampil dengan gagah di atas panggung ini. Dia tidak memakai kacamata lagi. Sungguh malaikat yang aku idamkan!" ucap Uyun terharu di dalamhatinya.
Setelah para kontestan pria selesai, dilanjutkan oleh para kontestan wanita sekarang.
••••••••••••••••••••••••••••••••
Di Belakang Panggung:
Tampak di belakang panggung semua peserta wanita sedang sibuk. Mulai dari make up, persiapan gaun yang mau dipakai, dan juga ada yang latihan berjalan ala model.
Sedangkan Cerin sibuk dengan gaunnya. Ada sedikit masalah yang terjadi dengan gaun miliknya. Gaun yang akan ia kenakan robek di bagian lengan.
"Kenapa gaun aku bisa robek? Aduhhhh, bagaimana ini?" ucap Cerin kebingungan sambil menepuk jidatnya.
Sedangkan di tempat lain....
"Hahahaha! Bagus sekali! Kerjamu sudah bagus!" ucap seseorang di dalam sebuah ruangan kosong yang gelap.
"Benarkah? Kalau begitu kamu sudah bisa kasih aku bonus tambahan dong," ucap yang satunya meminta uang imbalan.
Orang itupun mengeluarkan setumpuk uang yang ada di dalam sebuah amplop berwarna coklat. Memberikan kepada si peminta imbalan. "Nih! Ambil ini. Tapi jangan sampai ada orang yang mengetahui bahwa kamu yang merusak gaun Cerin. Cepat sana pergi. Jangan kamu dekati aku. Nanti ada yang curiga."
Si peminta imbalan mengambil uang tersebut dan membukanya. "Bagus, uangnya pas hehehe!Aku akan menuruti perintahmu. Lain kali kalau butuh bantuan dariku, panggil saja aku."
Lalu mereka sama-sama keluar dari tempat tersebut. Tetapi mereka menuju ke arah yang berbeda.
*
Sementara di atas panggung....
"Teman-teman sekalian sekarang juga kita panggilkan kontestan wanita pertama. Yaitu, Belqiis Isabella. Yang tak lain adalah seorang ratu kampus tahun lalu," ucapan semangat si pembawa acara.
__ADS_1
Belqiis Isabella berjalan dengan anggun di atas panggung. Dengan pakaian serba terbuka berjalan di depan para penonton yang membuat mata mereka melotot melihat bentuk tubuhnya yang super seksi.
Sedangkan keadaan Cerin saat mendengar panggilan kontestan pertama...
"Aduhhhh, bagaimana ini? Acaranya sudah di mulai. Aku belum menemukan gaun yang pas. Aduhhhh, make up belum lagi!" Tampak di wajah Cerin sedang merasa panik.
Para kontestan wanita yang lain sudah pada selesai. Mereka hanya tinggal menunggu namanya dipanggil. Sedangkan Cerin belum selesai persiapan satupun.
*
Di Atas Panggung:
Sekarang yang lagi di atas panggung adalah kontestan nomor urut delapan. Dan tibalah saatnya untuk kontestan nomor urut sembilan. Dia adalah Cecil.
Cecil menaiki panggung. Ia mengenakan pakaian benar-benar seperti putri bangsawan. Tetapi berkesan seorang putri bangsawan modern.
Ia berjalan ke depan para penonton dengan aura menggoda. Para penonton yang menyaksikan sampai ada yang mengeluarkan air liurnya. Terutama pada murid pria.
"Wah bukannya dia murid pindahan itu?" tanya seseorang murid pria bertanya kepada temannya.
"Benar. Dia sangat anggun dengan pakaian bangsawan bernuansa modern! Aku jadi fans dengan dia!" jawab temannya dengan semangat.
Kini yang giliran naik ke atas panggung adalah kontestan nomor urutan sepuluh. Dia adalah Chelsea Olivia. Yang seorang bendahara di dalam kelas Cerin.
Chelsea berbeda dengan yang lain. Ia mengenakan pakaian versi wanita tomboy. Tetapi bukan berarti pakaiannya tak membuat orang lain terkagum-kagum. Karena pakaian yang dia kenakan adalah pakaian yang ketat dan seksi. Memakai celana panjang ketat dengan bagian lutut sengaja dirobek. Pakaian atasnya ketat sampai menampakkan bentuk lekukan tubuhnya. Di bagian belakang sedikit terbuka. Dengan rambut digerbang tanpa memakai hiasan apapun di kepalanya.
Semua orang terkagum-kagum melihat gaya Chelsea yang tomboy tetapi sangat hot itu. Mereka kagum melihat wajahnya yang tanpa memakai make up yang tebal. Mereka juga kagum melihat rambutnya yang panjang tergerai begitu saja seperti rambut rapunzle.
Beberapa kontestan sudah banyak yang naik ke atas panggung. Tinggal beberapa lagi yang belum naik ke atas panggung.
Tiba saatnya nomor urutan Cerin untuk naik ke atas panggung.
"Baiklah teman-teman. Sebentar lagi kita akan melihat kontestan yang selanjutnya. Yang belakangan ini sedang populer diperbincangkan. Seorang wanita cantik dan sangat pandai. Marilah kita panggilkan Cerin Cariel!" ucap pembawa acara tersebut dengan berteriak keras kepada para penonton.
Dan.......
Cerin naik ke atas panggung. Semua mata melongo melihat ke arahnya. Ia berjalan dengan anggun dan manis. Sedangkan itu banyak para penonton yang berbisik-bisik menceritakannya.
"Heh? Kenapa dia hanya memakai pakaian seperti itu? Sama sekali tidak menarik perhatian juri," ucap seorang murid wanita kepada temannya.
"Benar! Katanya dia murid yang pintar. Tapi kok bodoh sih memilih pakaian seperti itu. Katanya lagi populer. Heh!" ucap wanita satunya membalas ucapan temannya itu.
__ADS_1
"Heh benar. Ternyata dia populer karena kebodohannya. Hahaha!" Sambung yang lain menyindir Cerin.
Sedangkan Stefan dan Uyun merasa heran melihat pakaian yang dikenakan oleh Cerin. Karena mereka tahu pakaian yang sudah dipersiapkan sebelumnya bukanlah pakaian yang dikenakan Cerin sekarang.
Sedangkan itu ada seseorang yang memandang Cerin dari pojok panggung tersebut. Dia tersenyum melihat Cerin sambil tersenyum seperti mengaguminya.
Juri juga merasa heran melihat gaya Cerin. Tetapi sebelum itu tiba-tiba Cerin datang mendekati pembawa acara, yang berdiri di dekat meja juri. Mengambil mikropon dari tangannya dan kembali ke tengah-tengah panggung.
Semua orang terkejut dengan kelakuan yang lancang dilakukan oleh Cerin. Begitupula dengan Stefan dan Uyun.
"Apa yang akan kamu lakukan, Sayang?" tanya Stefan dalam hatinya.
"Dasar Cerin bodoh! Apa kamu mau didiskualifikasi?" ucap Uyun khawatir.
Dan orang lain berbisik-bisik menceritakannya Cerin.
Cerin berucap, "Teman-teman dan para juri sekalian. Mohon maaf karena saya terlalu lancang tiba-tiba mengambil mikropon dan berbicara langsung di atas panggung ini. Saya hanya ingin sekalian menjelaskan tentang gaya yang sedang saya bawakan hari ini," ucap Cerin terputus saat ingin melanjutkannya.
"Memangnya, apa yang mau kamu jelaskan? Kenapa kamu terlalu berani untuk berbicara di atas panggung ini?" tanya salah satu juri wanita sedikit merasa tidak suka melihat Cerin.
"Baiklah saya akan menjawabnya, Bu. Saya memakai dan bertingkah seperti ini karena saya berpikir bahwa, kita sebagai siswa-siswi seharusnya memakai tema sebagai seorang murid yang teladan. Kenapa saya hanya memakai pakaian biasa dan hanya berpenampilan lebih imut. Inilah alasannya. Sebagai seorang ratu kampus bukan berarti dia harus bersikap bangsawan. Bukan berarti dia harus berpenampilan mewah atau berpenampilan yang sangat mencolok. Kita hanya perlu menjadi diri kita sendiri yang memiliki nilai positif untuk ditiru oleh semua orang. Sama seperti saya sekarang. Saya hanya memakai pakaian biasa. Untuk menambah sedikit kesan hanya perlu membuat diri kita sedikit lebih imut. Karena seorang ratu yang perlu diperhatikan dari dirinya adalah sikap dan sifatnya dalam bertindak. Untuk apa kita menjadi seorang ratu tetapi hanya kecantikan yang dibuat-buat. Tidak memiliki kelebihan selain kecantikan. Menurut saya kalau menilai seseorang itu dari sikap dan sifatnya. Menilai dari segi bentuk tubuh atau kecantikan, bagi saya itu adalah penilaian terakhir dari seseorang. Kita hanya perlu menjadi seseorang yang dapat dicontoh sebagai hal positif. Sebagai seorang ratu juga tidak memandang kasta seseorang. Tidak memandang tinggi rendahnya seseorang. Tetapi pandanglah dia dari wibawanya. Sikap dan sifatnya. Keprilakuannya yang baik. Jadi sekali lagi saya mengatakan bahwa menjadi seorang ratu itu tidak perlu kemewahan. Tidak perlu memiliki kasta yang tinggi. Sekali lagi saya mohon maaf, jika saya menyinggung perasaan teman-teman yang ada di sini. Sekian terima kasih," ucap Cerin panjang lebar dengan jiwa yang semangat untuk menjelaskan.
Banyak orang yang merasa bahwa perkataan Cerin benar. Banyak yang bertepuk tangan memujinya. Para juri juga tersenyum mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Cerin tersebut. Walau sebagian ada yang merasa tidak suka dengan pendapat yang dikatakan oleh Cerin. Karena mereka berasa tersindir dengan perkataannya.
Sedangkan itu Stefan dan Uyun merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Cerin. Mereka senang bisa melihat Cerin adalah orang yang memiliki banyak akal untuk bertindak.
Di tempat lain lagi-lagi ada seorang pria yang sama tersenyum melihat Cerin. "Benar-benar wanita yang berbeda. Tak salah menilai aku."
Dan ada juga sesorang yang semakin kesal dengan Cerin. Yaitu orang yang tadi menyuruh seseorang merusak gaun milik Cerin. "Ahhh, sialan! Kenapa dia punya ide untuk melakukan itu? Kalau begitu aku tidak akan menyuruh seseorang merusak gaun miliknya. Malah semakin bagus dipandang orang dia! Awas saja kamu Cerin!"
Eits bersambung dulu ya teman teman...
Pasti kalian penasaran siapa sih orang yang merusak gaun milik Cerin? Karena itu....
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...
Komen di bawah menurut kalian siapa orangnya..
Mana tahu bisa terjawabkan sambil menunggu up dari Author....
Tunggu episode selanjutnya ya....
__ADS_1