
Bertanya:
Sehabis seharian bermain main di taman hiburan. Akhirnya Stefan dan Cerin pulang. Saat ini mereka berdua berada dalam satu mobil, setelah mengantarkan Cecil dulu ke rumahnya.
Di saat itulah Cerin berkesempatan untuk bertanya kepada Stefan.
"Stefan,...!"
"Yah? Kenapa kok berhenti bicaranya?"
"Gak kok. Saya mau tanya sesuatu dengan mu!"
"Ok, memang nya mau tanya apa?"
"Apa yang sedang kamu tutup tutupi dari saya? Kenapa saat Cecil berbicara tentang 'pernah ', kamu langsung memotong pembicaraan nya? He jawab!"
"Hmmmm...,"
"Jawab donk! Diam saja sih!"
"Itu...?"
"Hmmm, cepat jawab!"
"Dulu saya pernah, ditolong oleh Cecil dari penjahat!"
"Hahah, gak mungkin semudah itu. Sampai sampai kau langsung patuh dengan Cecil!"
"Tapi.. itu benar. "
"Gak mungkin lah, orang yang segarang kamu ini ditolong oleh seorang wanita dari penjahat!"
"Itulah kamu sayang, belum dengar semua penjelasan saya dulu!"
"Ha ? Memangnya apa yang belum kamu jelaskan?"
"Dulu waktu saya masih kecil. Saya disiksa dan dipukul para penjahat. Saya tidak mau makan saat diberikan dan membuat diriku lemah tak berdaya. Cecil menolong saya dengan membawa para pengawal keluarga kami menemukan saya dan menolong saya membawa ke rumah sakit."
"Oh begitu."
"Yah kamu gak marahkan? Aku hanya mau membalas budi saja sayang. Maaf kalau saya baru sekarang jujurnya. "
"Gak apa apa kok. Yang penting kamu jangan mencintainya!"
"Iyah donk!"
"Kenapa yang diceritakan Stefan seperti pernah saya alami yah?!" pikir Cerin dalam hati nya.
Di Apartemen Cerin:
"Lidya kamu sudah cek jadwal kerja saya belum?"
"Hmm, sudah Cerin. Ada apa kamu kok tumben tanya, biasanya kan aku yang ngasih tahu. Kamu gak pernah tanya ke akunya."
"Oh, saya mau ngajak kamu shopping sekalian beli barang barang yang di butuhkan untuk memulai pelajaran di universitas saya nanti."
"Oh kalau begitu kamu sudah tau gak mau masuk universitas mana?"
"Belum sih. Seperti nya saya dan Stefan akan bersama dalam satu universitas. "
" Baguslah kalau begitu."
"Oh yah, mumpung saya lagi baik. Yuk cepat pergi shopping, saya yang bayari deh."
"Ok, ayo kita berangkat!" seru Lidya sambil gembira.
Berjumpa Teman Lama:
Ketika saat Cerin dan Lidya berbelanja di mall, tanpa sengaja Cerin berjumpa dengan seorang teman lamanya sewaktu dia dulu masih SMP.
__ADS_1
"Eh? Riri kamu kah itu?"
Cerin dan Lidya yang mendengar perkataan itu lanjut saja berbelanja, karena mereka mengira bukan mereka yang dipanggil.
"Sombong banget kamu Ceri!" kata dia mengubah nama panggilan lagi untuk Cerin.
"Eh saya kah? Maaf saya gak tahu kalau kamu panggil saya, kirai bukan saya yang kamu panggil." jawab Cerin tanpa merasa berdosa.
"Kamu gak kenal aku lagi yah?"
"Kamu.., siapa? Saya gak ingat. Maaf karena saya banyak yang harus dihafalkan untuk syuting, jadi gak ingat dengan berbau yang sudah lama."
"Ih kamu yah! Aku itu teman SMP kamu dulu di Indonesia!"
"Oh teman SMP saya, coba saya tebak dulu nama kamu siapa yah!"
"Hmm, Dear kah?"
"Bukan!"
"Cantika?"
"Bukan!"
"Hmm, Pista?"
"Bukaaann!"
"Lalu.., Tesa kah? Wah kamu sudah cantik banget!"
"Is Tesa pula lagi! Masa lupa sih sama aku!"
"Tunggu, tunggu dulu..., hmm, Uyun kah? Hah iya pasti kamu Uyun kan?"
"Hehehe, ya sudah sebagai tanda permintaan maaf nya, bagaimana kalau saya traktir saja kamu makan. Uda lagi kita kan sudah lama gak jumpa."
"Kalau itu aku mau donk!"
"He? Cerin seketika melupakan aku? Cerin aku itu juga teman kamu tahu?" kata Lidya dalam hatinya dengan merasa cemburu.
"Cerin, kamu mau tinggali aku yah? Mentang mentang jumpa teman lama, akunya dilupai !" seru Lidya ke Cerin.
"Oh yah Lidya! Saya hampir lupa kamu juga kan teman saya."
"Hmm, aku marah tahu!" gerutu Lidya.
"Yah sudah, kalau gitu! Padahal tadinya saya mau ngajak kamu makan. Kan saya mau traktir kamu! Tapi.., kamunya marah!" sengaja Cerin menggoda Lidya.
"Eh, aku gak ada bilang marah sama kamu kok!"
"Jadi.., siapa donk?"
"Hmm, tuh teman kamu itu. Siapa namanya itu.., oh si Uyun!"kata Lidya berpura pura menyalahkan kemarahan nya kepada Uyun.
"Lah kok saya sih?" kata Uyun
"Siapa suruh kamu datang, merebut Cerin ku!"
"Eh dia kan teman aku juga. Jadi boleh donk dekat dengan dia!"
"Eh, jangan ribut donk. Mendingan ayo kita makan saja!"seru Cerin memisahkan perdebatan Lidya dan Uyun itu.
"Makan? Ayo cepat, aku sampai lupa. Aku dah lapar nih."
"Idih Lidya kalau soal makan langsung cepat!"
"Hahahaha" tawa mereka bersamaan.
Sesampai mereka di meja makan, mereka saling berbicara dan bertanya. Sampai makanan di sajikan pun mereka tetap berbicara tentang apa saja yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Uyun! Kamu kesini bareng siapa?" tanya Cerin.
"Sendirian!"jawabnya.
"Oh, kamu kemari buat apa?"
"Yah ampun Cerin, yang pastinya pasti dia itu hanya berlibur saja kemari!" sambung Lidya.
"Benarkah begitu Yun?"
"Ih sok tahu tuh kamu Lidya!"
"Jadi ngapai kalau bukan berlibur kamunya?"sahut Lidya.
"Aku tuh, mau lanjut belajar disini!"
"Lah, memang nya kamu sudah lulus lulusan SMA?" tanya Cerin.
"Belum!"
"Jadi kok sudah kesini saja kamu?" sambung Lidya bertanya.
"Yah benar kata Lidya, memangnya kamu gak ikut di acara kelulusan mu?" kata Cerin.
"Bagi, aku tuh. Gak penting acara kelulusan nya. Yang penting nya itu, aku itu lulus. Dan lagi nanti aku dikirim kok surat surat penting dari kelulusan ku kesini."
"Oh jadi begitu!" kata Cerin dan Lidya bersamaan.
"Jadi kamu tinggal dimana Yun?" tanya Lidya.
"Oh, aku baru sampai tadi pagi kesini. Sekarang aku masih di hotel tinggalnya."
"Di hotel kan bayarannya mahal, kalau kamu tinggal di hotel dalam beberapa tahun ini, memangnya kamu sanggup bayar?" tanya Lidya lagi.
"Yah itu, aku masih cari tempat yang bisa disewakan perbulan."
"Bagaimana kalau kamu tinggal bareng kami saja Yun. Di apartemen saya, cuma ada kami berdua di dalamnya. Kamu masih bisa tinggal di apartemen saya."
"Ah, gak usah lah, nanti nyusahi kamu lagi!" tolak Uyun merasa segan.
"Gak kok. Mana tahu nanti kita juga satu universitas. Jadi kita juga bisa bareng pergi!" kata Cerin lagi.
"Kalau begitu ok deh. Makasih yah!"
"Yah donk. Nanti kamu ikut kami saja langsung pulang yah!"
"Oh nanti saja. Aku mau ambil barang barang aku dulu di hotel. Kamu kasih aku saja alamat apartemen kamu Cerin. Nanti aku akan datang."
"Gak perlu, nanti saya suruh saja orang ku mengambil barang barang mu disana!"
"Nanti..,"kata Uyun terputus.
"Gak usah nanti nantian deh. Kalau kata Cerin begitu lakukan saja donk. Gak usah segan tahu." kata Lidya kesal karena dari tadi Uyun menolak bantuan Cerin kepadanya.
"Eh yah sudah deh. Makasih yah Cerin , Lidya!"
"Sama sama donk!" kata Lidya langsung menyahuti.
"Yah, gak usah sungkan Yun. Kamu kan teman aku!" kata Cerin mengakiri perkataan mereka.
Begitulah mereka bertiga. Walau pun Lidia dan Uyun baru kenal mereka sudah akrab seperti orang yang sudah lama berteman.
...................................................
H a i G u y s Jangan Lupa Di:
L i k e A n d K o m e n n y a
Jangan lupa juga:
Tambahkan ke F a v o r i t nya
Maaf yah kalau ada banyak T y p o nya.
Salam manis dari A U T H O R 🤗😘
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya yah 🤗