
Pemilihan Ratu dan Raja Kampus:
Beberapa hari lagi, di kampus tempat Cerin belajar akan mengadakan pemilihan ratu dan raja kampus. Semua murid pria mau pun murid wanita mempersiapkan diri untuk acara tersebut. Terutama pada murid wanita. Mereka tampak sedang sibuk mempersiapkan diri, padahal acara tersebut akan diadakan lima hari lagi.
Dalam acara ini Cerin ikut serta. Ini pun kemauan dari murid sekelasnya. Cerin tidak mau terlalu menonjol di seluruh kampus. Menonjol dalam kelasnya itu sudah cukup baginya. Tapi karena permintaan teman teman sekelasnya itu, maka Cerin pun terpaksa ikut. Dan dia juga berusaha sebaik mungkin, agar tidak mengecewakan teman temannya itu.
Di Kantin:
"Uyun. Apakah kamu akan ikut serta dalam pemilihan ratu kampus?" tanya Cerin.
"Gak ah. Aku gak bisa."
"Kenapa?"tanya Cerin merasa heran.
"Ya aku rasa.., kalau aku ikut. Saingan aku banyak dan ditambah lagi mereka lebih hebat hebat dari ku."
"Ya elah. Kamu kok langsung minder sih?"
"Gak kok. Memang akunya lagi gak mood."
"Gak mood gimana? Ada masalah dengan mu kah?"
"Hmm."
"Apaan sih. Kok cuman jawab 'hmm'. Kamu sebenarnya kenapa?"tanya Cerin cemas.
"Beberapa hari ini, dia gak ada."
"Siapa gak ada?"
"Dia..!" kata Uyun malu.
"Siapa sih? Kamu gak jelas."
"Itu yang pernah aku ikuti ke dalam perpustakaan. Saat kita pertama masuk kampus."
"Uyun kamu itu ya. Buat aku cemas saja. Aku kirai ada apa apa dengan mu. "
"Padahal aku sudah berusaha agar tidak malu malu utuk berkenalan. Eh, pas waktunya tiba...,dia malah tidak ada."
"Memangnya kamu dan dia sekelas?"
"Gak sih."
"Lah tapi kok kamu tahu dia gak datang beberapa hari ini?"
"Dia itu satu jurusan ku. Tapi dia sudah lebih lama belajar di kampus ini..." perkataan Uyun terputus karena Cerin berbicara.
"Aku gak tanya dia itu jurusan apa loh."
"Ih kamu! Aku belum selesai bicara loh!"
__ADS_1
"Ya sudah lanjuti deh."
"Dia kan sudah lebih lama dari aku di kampus ini. Dia juga sangat pintar. Jadi saat dosen yang mengajar kami tidak datang, dia yang menggantikan nya."
"Lah kok gak ketua kelas kamu? Kemana dia?"
"Ketua kelasnya belum matang kali tentang pelajaran nya. Dan lagi dosen itu mendadak bilang gak datang. Dosennya lagi yang nyuruh dia untuk mengganti kan nya mengajar."
"Memangnya namanya siapa?"
"Ihh..kamu kepo ya?"
"Aku serius ni."
"Bercanda kok. Namanya Kak Rakha. Dia sungguh tipe ku." melamunkan sesuatu yang tidak diketahui oleh Cerin.
"Apa Kak Rakha? Jangan jangan.., tidak pasti namanya saja yang sama. Pasti orangnya berbeda. Sebaiknya aku tidak memberitahu kan dulu dengan Uyun." kata Cerin dalam hati nya.
"Hey Uyun! Mikiri apa sih kamu. Melamun saja."Cerin melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Uyun.
"Hehehehe, gak ada kok."
"Malah ketawa, tapi bilangnya gak ada." kata Cerin sewot.
"Tapi kamu ikut gak dengan acara pemilihan ratu kampus?"
"Ikut." jawab Cerin datar sambil menikmati jus mangganya yang sudah disajikan oleh pelayan kantin itu.
"Gak kok. Ini cuman kemauan teman teman sekelas ku. Karena mereka sudah support aku, jadi aku gak boleh nyia nyiai kesempatan ini donk."
"Wah! Enak banget jadi kamu. Ada yang dukung. Tapi apa gak ada gitu cewe yang ikut serta juga? Kenapa kamu malah di kasih support. Seharusnya mereka senang donk, gak ada saingan mereka yang lebih hebat."
"Kamu itu ya, terlalu banyak tanya. Nanti juga kamu tahu."
"Ih kamu pelit deh!"
"Sudah sudah gak usah banyak bicara abisi makanan mu. Sudah mau masuk nih."
"Woke!" Uyun menunjukkan jempolnya menandakan perkataan setuju.
..........................................
Sekarang mereka sudah pulang dari kampusnya. Seperti biasa mereka akan bersama sama pulang menaiki mobil Stefan.
Di tengah perjalanan, Cerin meminta memberhentikan mobil yang dikendarai oleh Stefan itu. Tapi saat Cerin mengatakan 'berhenti' sangatlah tiba tiba, membuat Stefan terkejut dan mengerem dadakan. Tepatnya mereka berhenti di depan sebuah mini market.
"Aduh kamu bisa bawa mobil gak sih?" tanya Cerin sewot.
"Kamu sih sayang bilang berhentinya secara tiba tiba."
"Ihh, kamu ini. Kalau dibilangi jawab aja!" kata Cerin tiba tiba marah tah karena sebab akibat apa.
__ADS_1
"Kok marah sih sayang.., kamu mau beli apa disini? Sini biar aku temani kamu!"
"Gak perlu. Aku bisa kok." kata Cerin datar.
"Hey kenapa dengan dia?" tanya Stefan setelah Cerin berjalan jauh dari mobil itu.
Sedangkan dilain itu, berbeda dengan Uyun yang berada di kursi belakang mobil itu. Sedikit tertawa melihat tingkah laku mereka berdua itu.
"Hahaha! Mereka ini seperti suami istri yang sedang berantem. Hmm tapi terlalu b u c i n amat. Buat aku jadi iri saja. Kapan ya aku kaya mereka?" tanya Uyun dalam hati nya.
Dan sedangkan Cerin yang sudah perlahan menjauh itu. Ternyata bukan mau ke mini market. Ternyata ia berhenti di sebuah penjual keliling yang tepat berhenti di depan mini market itu. Penjual itu menjual berbagai macam warna gulali. Cerin membeli beberapa macam gulali. Setelah itu ia membayarnya. Kemudian perlahan ia berjalan kembali ke arah mobilnya Stefan.
Kejadian itu membuat Stefan terkejut dan melongo melihat tingkah laku yang dilakukan oleh Cerin itu. Hari ini dia sangat aneh.
Sedangkan Uyun tidak memperhatikan itu. Karena dia masih asiknya dengan handphone nya itu.
"Hari ini. Kena angin apa Cerin? Kenapa tingkah lakunya sangat aneh?" kata Stefan dalam hati nya dengan cemas dan heran.
"Hey! Sudah selasai memikirnya? Dari tadi lihati aku sampai melongo saja." kata Cerin sambil melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Stefan.
"Eh gak kok. Kamu kok beli itu?" tanya Stefan sambil menunjuk kan tangannya ke arah plastik belanjaan yang dibawa di tangannya Cerin itu.
"Banyak tanya banget sih. " kata Cerin seperti memancarkan aura ibu ibu yang sedang marah.
Seketika Stefan merasa merinding dan enggan untuk berkata lagi. Karena melihat aura Cerin yang sangat menyeramkan. Stefan menelan ludahnya. 'Glek'
"E..eh? Gak, gak kok. Aku cuman bilang kamu tumben aja beli gituan. Hehehe." kata Stefan merasa segan.
"Ya sudah ayo kita berangkat pulang."
"Siap Nona cantik kesayangan ku!" kata Stefan bersemangat kembali.
Sedangkan lagi lagi Uyun melihat tingkah laku mereka berdua itu merasa iri....
*Bersambung...
Gimana? Sudah puas bacanya?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
Seperti like, komen dan favoritkan.
A u t h o r sangat butuh dukungan dari kalian semua!
Terima kasih juga yang sudah mau dukung AUTHOR sampai sini!
Mari bergabung ke grup kami...
Tunggu episode selanjutnya ya!
Stay for reading in my novel with m e*....
__ADS_1