
H a p p y R e a d i n g G u y s. S t a y F o r R e a d i n g I n M y N o v e l W i t h M e Y e a h.
Episode sebelumnya...
"Astaga gimana ni? Aku gak bawa pembalut. Pakaian ganti juga gak ada. Terus harus bagaimana ni?" tanya Cerin dalam hatinya sambil merasa cemas dan bingung.
Ia mencari cari sesuatu yang dapat ia pakai untuk bisa keluar dari kamar mandi tersebut. Dan tak lama kemudian ia menemukan sebuah handuk yang dapat menutupi area pinggangnya samapai ke arah bawah kaki.
Dengan segera ia melilitkan handuk tersebut di pinggangnya. Dan kini ia keluar kamar mandi dengan merasa malu dan bingung bagaimana cara ia berbicara dengan Stefan kalau ia berjumpa dengannya.
Cerin berjalan menuju ruang makan. Karena disitu ada Stefan yang sedang duduk santai sambil menikmati minuman yang ada di atas meja tersebut.
"Stef?" panggil Cerin berbicara pelan kepada Stefan.
Stefan yang mendengar ada yang memanggilnya langsung melihat ke arah yang memanggil. Dan yaitu adalah Cerin. Sedikit terkejut dan penuh tanya kenapa Cerin memakai handuk di pinggangnya tersebut.
"Cerin? Untuk apa kau memakai handuk di pinggang mu?" tanya Stefan sambil menunjukkan jarinya ke arah handuk yang melilit di pinggang Cerin itu.
"Hmm..., Stef..?" kata Cerin malu malu.
"Hmm.., ya. Ada apa?" kata Stefan sedikit bingung.
"Apakah kau.., hmmm.., ada menyimpan pembalut?"kata Cerin sedikit malu.
Mendengar itu Stefan langsung sedikit terkejut dan malu. Untuk apa seorang laki laki menyimpan sebuah pembalut.
"Kamu gila ya? Untuk apa aku menyimpan benda seperti itu?" tanya Stefan merasa sedikit marah.
__ADS_1
Sontak Cerin langsung menjawabnya. " Ya kalau gak ada, ya gak usah marah donk. Tinggal jawab gak punya aja kok susah! Pakai segala marah marah!" kata Cerin malah berbalik memarahi Stefan.
Melihat hal itu Stefan malah terkejut dan mulai menyadari sesuatu, bahwa Cerin sedang kedatangan tamu bulanan nya.
"Ya udah, biari aja aku ke luar dari apartemen kamu dengan memakai handuk. Toh juga kamu merasa malu. Melihat seorang gadis keluar dari apartemen sendiri mengenakan sebuah handuk yang melilit di pinggang nya. Apa kata orang nanti." kata Cerin sedikit mengancam Stefan.
Mendengar hal itu, membuat Stefan sedikit kesal lihat Cerin yang mengancamnya. Stefan pun langsung menjawabnya. "Ya sudah. Kalau kamu benar benar berani untuk keluar seperti itu." kata Stefan kepada Cerin.
Cerin gak menyangka bahwa jawaban Stefan kepadanya akan seperti itu. Ia pun sebenarnya tidak berani keluar dengan keadaan seperti itu. Sedangkan Stefan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Cerin yang masih ada di dalam apartemen nya tersebut. Berjalan menuju pintu keluar. Membuka pintu itu, lalu menutupnya kembali setelah ia keluar dari apartemennya. Kejadian itu membuat Cerin melongo. Kenapa Stefan yang biasanya manis di hadapannya menjadi dingin dengan seketika saat ia menanyakan sebuah pembalut padanya. Ia pun hanya bisa terduduk di kursi depan meja makan tersebut.
"Ahhh kenapa dia langsung marah sih? Cuman nanya begitu saja langsung marah. Gak bisa minta tolong sedikit pun." gerutu Cerin kepada Stefan sambil mengacak rambutnya merasa frustasi.
Sedangkan dilain tempat. Ternyata Stefan pergi ke sebuah mini market. Mini market tersebut tempat perbelanjaan yang tidak jauh dari apartemen mereka. Yang lebih pasti tempat yang paling dekat dengan apartemen mereka.
Tampak Stefan sedang mondar mandir di dalam mini market tersebut. Entah apa yang di carinya. Pelayan mini market itu datang menhampirinya. Pelayan mini market tersebut merasa curiga melihat Stefan yang berjalan mondar mandir seperti seorang penjahat yang ingin maling.
"Permisi Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" kata pelayan mini market tersebut.
"Siapa kamu?" tanya Stefan dengan bodohnya. Dengan suara pertanyaan yang membuat seseorang yang mendengar nya akan ketakutan.
Pelayan yang mendengar itu semakin bertambah curiga melihat Stefan yang berkata menakutkan itu. Seperti seorang penjahat benaran saja.
"Saya pelayan mini market ini Tuan. Saya tadi melihat Tuan sedang mondar mandir. Apa ada yang sedang Tuan cari tapi tidak Tuan dapatkan?" tanya pelayan tersebut sambil memperhatikan gerak gerik Stefan.
"Oh. Saya kirai kamu siapa. Saya..," kata Stefan yang tidak melanjutkan perkataannya tersebut.
Pelayan yang mendengar perkataan Stefan yang membingungkan itu, semakin membuat salah sangka terhadap Stefan. Ia mengira Stefan adalah benar benar seorang penjahat yang ingin maling di mini market tempat ia bekerja. "Sayang sekali pria ini. Tampan dan masih muda tapi sudah menjadi penjahat." kata pelayan mini market tersebut mengasihani Stefan.
__ADS_1
"Maaf Tuan bicara apa ya? Jadi apa yang mau anda cari?" tanya pelayan tersebut.
Stefan terpaksa menjawab pertanyaan pelayan tersebut dengan rasa malu. "Saya sedang mencari pembalut untuk seorang wanita." kata Stefan pelan.
Pelayan yang mendengar itupun sedikit terkejut. Karena pria yang tadi ia sangka seorang penjahat ternyata bukan. Dan malahan ingin membelikan pembalut untuk seorang gadis. "Astaga.., aku sampai salah sangka. Pria ini so sweet banget sama pacarnya." gumam pelayan tersebut dalam hati nya.
"Di mana tempatnya?" tanya Stefan.
"Eh iya Tuan. Mari saya antarkan." kata pelayan tersebut yang habis tersadarkan dari lamunannya itu.
Pelayan tersebut menunjukkan sebuah tempat yang penuh dengan berbagai macam merk pembalut. Stefan yang bingung mau mengambil merk pembalut yang mana sering digunakan Cerin pun, terpaksa membeli semua merk pembalut yang ada di mini market.
"Tolong bungkus ini semua." kata Stefan sambil memberikan berbagai macam merk pembalut kepada pelayan mesin kasir.
Semua orang yang disitu melihat dan melongo. Sebagian ada yang tidak mengerti untuk apa Stefan membeli banyak pembalut. Dan sebagiannya ada yang mengerti. Pasti itu untuk seorang wanita yang tak lain adalah kekasihnya.
"Untuk apa pria ini membeli banyak pembalut? Udah lagi berbeda merk lagi." kata pelayan kasir tersebut yang merasa kebingungan.
Sebenarnya Stefan merasa malu dan risih. Karena semua orang memperhatikan nya dengan pandangan bingung dan penuh penasaran. "Aduh.., kalau gak untuk kamu Cerin pasti aku gak akan pergi membelinya." kata Stefan dalam hati nya.
*Bersambung dulu ya teman teman...
Jangan lupa selalu dukung AUTHOR nya.
Dengan cara memberikan l i k e k o m e n dan juga f a v o r i t nya.
Penasaran dengan keadaan Cerin, saat Stefan memberikannya pembalut yang banyak dan berbeda merk tersebut?
__ADS_1
Beri jawaban mu di bawah. Klik tombol komentar dan beri jawabannya...
Tunggu episode selanjutnya ya*....