
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya ....
Stefan berlari ke arah Cerin dan mulai mendekat. "Pak, saya yakin Cerin 'tak bersalah! Tolong lepaskan dia!"
"Maaf. Tolong Anda ikuti intruksi dari kami. Semua masalah akan di selesaikan di kantor polisi. Jadi kami harap, Anda bisa mengikuti peraturannya! Kami akan membawa wanita ini ke kantor polisi. Jika Anda ingin menolongnya, Anda bisa ikut dengan kami," ucap salah satu polisi tersebut.
Segera para polisi tersebut masuk ke dalam mobil dengan membawa Cerin ke dalamnya. Stefan 'pun segera masuk ke dalam mobilnya. Mulai ia menghidupkan mobilnya.
Kini kedua mobil tersebut pergi melaju cepat ke arah kantor polisi. Sedangkan kerumunan tersebut, mulai bubar.
Ada seseorang yang tersenyum senang dengan kejadian tersebut. Ya, orang tersebut adalah orang yang telah memprovokator kejadian tadi.
*
Di Kantor Polisi:
Saat ini mobil polisi yang membawa Cerin telah sampai di depan kantor polisi. Begitu juga dengan Stefan yang membuntuti dari belakang mobil polisi tersebut.
Polisi tersebut segera keluar dan membawa Cerin ikut keluar. Tampak wajah Cerin muram dan tertunduk lesu.
Stefan 'tak tahan melihat keadaan Cerin sekarang. Segera ia mengikuti para polisi tersebut masuk ke dalam kantor polisi.
Polisi menginterogasi Cerin. "Saudara, Cerin. Apa benar Anda yang mendorong saudara Cecil ke aspal?"
"Pak, saya tidak ada melakukannya! Saya difitnah!" jawab Cerin sedikit membentak.
"Pak, pacar saya pasti gak bakalan begitu! Aku percaya, pasti dia difitnah!" Sambung Stefan.
"Baikalah kalau saudara Cerin tidak mengaku. Kami akan menahan Anda sekarang juga," ucap polisi tersebut.
"Pak. Jika pacar saya ditangkap. Saya akan tuntut kantor polisi ini!" Stefan menunjukkan kartu identitasnya ke arah polisi yang menginterogasi Cerin.
Tampak wajah sedikit bingung dan ragu di wajah para polisi tersebut setelah melihat kartu identitas Stefan.
__ADS_1
"Kenapa? Pak, sudah aku bilang, pacar saya tidak bersalah! Sudah kalian lihat bukan? Saya bisa menuntut kalian jika pacar saya kalian tangkap dan dipenjara!" marah Stefan.
Para polisi tersebut merasa bingung mau bilang apa? Bagaimana tidak? Stefan adalah anak pejabat terkaya di negaranya. Bisa saja mereka yang mengganggunya langsung cepat disingkirkan. Tapi namanya hukum ya harus tetap berjalan. Jadi apa yang harus mereka lakukan?
"Baikalah, Tuan Stefan. Kami minta maaf atas semua hal ini. Tetapi kami tetap akan melanjutkan kasus ini. Karena hal ini berhubungan dengan korban yang 'tak lain adalah anak dari direktur Pan. Anda bisa berdiskusi dengan mereka agar hal ini dibicarakan secara baik-baik," ucap polisi tersebut yang 'tak lain adalah kepala polisi yang ada di kantor polisi tersebut.
Stefan berpikir sejenak. Ia baru teringat bahwa Cecil juga adalah anak dari orang yang berkepentingan di negara ini. Sedangkan Cerin sedikit senang karena ia dapat dibebaskan dari penjara walaupun kasus ini masih ditindaklanjuti.
"Baikalah kalau begitu. Saya akan membawa pacar saya sekarang." Stefan menggenggam tangan Cerin dan langsung menariknya ke luar menuju mobilnya tersebut.
*
Di Dalam Mobil:
Tampak Cerin sedang termenung sambil melihat ke arah kaca jendela mobil. Saat itu Stefan sedang menyetir mobil. Seketika ia memandang Cerin yang sedang melamun. Entah apa yang sedang ia lamunkan.
"Sayang, kamu lagi mikiri apa?" Stefan menggenggam tangan Cerin yang ada terletak di samping Stefan dengan lembut.
Seketika Cerin terkejut dari lamuman 'nya. "Apa? Kamu tadi bilang apa ya, Stef?"
Cerin yang mendengar ucapan Stefan merasa terharu. Tampak di wajahnya sedikit mulai berasa lega. Dengan senyuman manisnya yang mulai melebar. Membuat Stefan semakin suka memandangnya. "Iya, Stef. Makasih banyak ya. Kamu memang selalu ada saat aku susah. Btw, Stef."
"Hmm, iya ada apa?"
"Jangan mandangi aku terus. Lihat juga jalannya. Nanti nambrak gimana?" ucap Cerin yang membuat Stefan tersadar bahwa mereka sedang berada di mobil yang sedang melaju di tengah jalan.
"Hehehe, iya. Maaf deh. Soalnya senyum kamu manis bangat, Sayang."
"Heh, mulai nih gombalannya. Udah ah. Lihat jalan aja. Fokus tu sama jalan. Jangan lihat ke arahku. Nanti makin gak bisa move on dari pikiranmu. Hahaha!" ucap Cerin yang disambung dengan tawa.
*
Di Rumah Sakit Di mana Cecil Dirawat:
Sekarang kita berada di rumah sakit. Di mana Cecil sedang dirawat. Tampak beberapa keluarga Cecil merasa khawatir dengan keadaan yang dialami olehnya.
__ADS_1
Tidak salah lagi. Mereka adalah ayah, ibu, dan juga kakaknya Cecil. Mamanya menangis histeris. Sedangkan ayahnya cemas dan mondar-mandir di depan pintu UGD. Dan kakaknya sibuk menenangkan mamanya yang 'tak henti-hentinya menangis.
"Ini semua salah anak sialan itu! Beraninya ia melakukan hal buruk kepada putri kita, Mas!" ucap mamanya yang menuduh Cerin adalah penyebab utama dari kecelakaan Cecil.
"Sudahlah, Ma. Mama tenang dulu. Mama jangan emosian. Nanti penyakit, Mama kambuh lagi gimana?" ucap kakaknya menenangkan.
"Benar kata Rey. Kamu jangan banyak berpikir. Biar aku saja yang menyelesaikan masalah ini," ucap ayahnya.
"Apa kau bisa membalaskan dendam kepada anak sialan tersebut? Aku yakin dengan pasti. Kau 'tak akan pernah mau melakukan hal tersebut!" marah mamanya.
Ayahnya hanya terdiam. Ia 'tak menjawab ucapan istrinya tersebut.
"Benarkan apa yang aku bilang! Kau itu gak pernah peduli dengan putrimu! Kau hanya mempedulikan putramu! Apa kau tak pernah mengerti apa yang diinginkan putrimu selama ini? Kau 'tak pernah mengerti! Sampai saat sekarang ini putrimu terbaring lemah di dalam sana!" Sang mama menunjuk ke arah ruangan yang berisi Cecil di dalamnya.
"Sudahlah, Ma. Mama jangan terlalu emosian. Biarkan aku dan ayah yang akan mengurus semua hal ini."
"Huh! Kau dan ayahmu sama saja! Kalian itu hanya orang yang sok baik hati! Kalian itu gak pernah peduli dengan perasaan Cecil! Hanya aku yang dapat mengerti apa yang ia inginkan," ucap mamanya sambil menangis.
"Ma, jangan gitu dong. Aku akan bantu Cecil jika benar ia benar-benar dilukai oleh Cerin. Jadi, Mama tenang saja. Jangan, Mama pikirkan lagi."
"Kamu harus janji ya, Rey! Kamu gak boleh bohong dengan mamamu dan adikmu ini. Mama tunggu janjimu," ucap mamanya yang mulai tersenyum senang.
'Bagus! Rey putraku sudah mau mengikuti keinginan 'ku ini. Tinggal mas Pandya yang belum ada kepastian buat menyingkirkan anak sialan itu! Hahaha, Cecil kamu putri mama yang sangat hebat! Tenang aja, Sayang! Mama akan membantu mewujudkan keinginan 'mu, untuk menjatuhkan Cerin dan mendapatkan Stefan!'
Eits bersambung dulu ya teman-teman!
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!
Karena dukungan dari kalian adalah sebuah motivasi buat sang author.
Semoga bermanfaat bagi kalian semuanya ya!
Buat kalian yang belum klik tombol favorit, yuk di klik sekarang juga! Supaya kalian tahu kalau novel Menemukan Cinta Sejati sudah up!
Tunggu episode selanjutnya ya!
__ADS_1