Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 19:


__ADS_3

Murid wanita pindahan itu akhirnya telah masuk ke Universitas Strasbourg. Banyak orang yang melihat nya diam melongo.


Bagaiamana tidak? Wanita itu datang dengan memakai pakaian mewah dengan memakai kaca mata hitam di matanya. Berjalan dengan anggun, layaknya seorang putri. Dan lagi tetap berjalan terus saat ada orang yang menyapa nya, dia hanya membalas dengan senyuman nya.


"Bukan kah dia murid pindahan itu?"tanya seseorang murid kepada murid lainnya.


"Benar!"


"Dia sangat anggun!"


"Bukan anggun saja tapi cantik!"


"Sepertinya dia akan jadi lawannya bunga kelas kita saat pemilihan ratu kampus!" kata seseorang murid yang mengatakan Cerin akan menjadi lawan wanita itu.


"Benar! Bagaimana kalau bunga kelas kita kalah? Wanita di depan kita ini sepertinya keluarga bangsawan! Jika ingin melawan bunga kelas, bukannya itu sangat mudah! Pasti dia itu lebih pandai dari pada bunga kelas kita, selayaknya para putri bangsawan yang sangat berwibawa dan pandai!"kata seseorang murid lagi yang mulai meragukan kemampuan Cerin.


"Tidak tentu yang kamu bilang itu benar! Apa kamu tidak melihat, bunga kelas kita si Cerin itu sangat berwibawa, bertanggung jawab, pandai dan lagi dia juga tidak kalah anggun nya!" kata seseorang murid yang masih memilih Cerin lah yang terbaik.


"Benar kata dia! Kita belum melihat sifat murid pindahan ini! Jadi kita belum bisa membandingkan bunga kelas kita dengan murid pindahan ini!"


"Benar. Hatiku tetap pada mu bunga kelas!" seru seorang murid pria yang begitu polos nya.


"Hahaahah!" murid murid itu pun tertawa melihat kawannya itu.


Begitulah mereka. Maupun murid wanita maupun murid pria, mereka tetap sama sama suka menggosip kan orang lain.


Sedang kan itu, lain dengan murid pindahan ini. Saat dia berjalan menuju ruang kelasnya,dia mendengar mereka menggosip tentang Cerin yang diminati banyak orang itu, merasa kesal. Tampak raut wajah yang merasa benci disana. Dengan kening yang mengerut dan gaya mulut yang merasa jijik.


"Cih! Beraninya mereka membanding banding kan aku dengan wanita j*lang itu! Sehebat apaan memang nya wanita j*lang itu? Lihat dan tunggulah Cerin. Aku akan mengalahkan mu. Dan membuat semua mata terkagum kagum melihat ku. Kau akan hanya dibenci oleh orang orang yang selama ini mengagumi mu!" seru kesal wanita ini dalam hati nya.


......................................


Lain di tempat lain.....


"Stefan apakah kau tidak bingung?"


"Bingung kenapa?"


"Sudah sebulan ini Kak Rakha sepertinya tidak kelihatan ku. Apakah kau melihat nya?"


Tampak tiba tiba mata marah dan wajah dingin itu mengarah ke Cerin. Membuatnya sedikit enggan berbicara lagi.


"Kamu gak boleh sebut nama itu!"


"Eh.., baiklah. Tapi..!"


"Gak ada tapi tapian. Selagi ada aku jangan kamu ada menyebut nama pria lain selain aku, terutama Kak Rakha itu!"


"Hmm baiklah. Kau itu terlalu posesif. Jika itu dalam sesuatu penting untuk disebut kan, apa tidak boleh?"


"Biar saja aku posesif. Itu hanya kepada kamu saja. Dan jika sesuatu penting itu pasti tidak akan ada." kata Stefan dingin.

__ADS_1


"Bagaiamana kamu bisa tahu!"


"Aku bisa meramal nya." kata Stefan dengan santai nya.


"Ihhh! Udah kaya Dilan 1991 saja!"


"Siapa itu Dilan 1991? Sudah ku katakan , gak boleh menyebut nama pria lain di hadapan ku!" kata Stefan posesif.


"Ihh posesif amat mah kamu. Dilan 1991 itu sebuah judul film percintaan. Yah memang itu nama pemeran utama laki laki di film itu. Tapi film itu sudah lama." jelas Cerin.


"Kenapa aku baru tahu yah? Dulu belum dengar film seperti itu."


"Itukan film di Indonesia. Dan lagi, iya


kali kamu mau nonton film. Yang ada pasti hanya ke bar, cafe, main game, jalan jalan... dan lain lain. Yang penting anak orang kaya seperti kamu itu mana mau pastinya nonton film!" kata Cerin seperti mengejek Stefan.


"Walaupun aku gak pernah nonton film. Tapi aku tahu judul judul film yang terkenal. Dan lagi yang kamu bilang itu gak benar loh!"


"Ya sudah deh, kamu duluan saja masuk kelas. Aku mau ke perpustakaan!"


"Aku mau ikut kamu sajalah."


"Lah gak boleh!"


"Kenapa?"


"Aku sekalian mau pergi ke toilet. Ya kali kamu mau ikut aku ke toilet."


Seketika itu Cerin melotot dan menutupi tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.


"Dasar m e s u m!"seru Cerin sambil berlari meninggalkan Stefan .


Stefan yang melihat itu pun hanya tersenyum jahil. Melihat kekasih nya itu sifatnya sangat imut.


......................................


Saat Cerin akan kembali ke kelasnya, tanpa sengaja ia berjumpa seseorang...


"Kak Rakha ?"


Orang yang dipanggil bernama Rakha itu sama sekali tidak menyahuti nya.


Hal itu membuat Cerin kesal. Karena baru kali ini ada seseorang pria yang menghiraukan nya saat di panggil oleh nya.


Dia pun menghampiri pria itu. Dan menepuk pundak nya.


"Kak Rakha! Kakak sombong banget!"


"Eh?" pria itu merasa bingung sebentar, dan lalu mengingat sesuatu lagi yang ada di pikiran nya itu.


"Kok malah melamun sih?"

__ADS_1


"Oh gak kok! Oh ada apa yah!"


"Kak, kakak ada waktu sebentar gak? Aku ada sebuah pertanyaan untuk kakak loh."


"Oh ada. Apa yang mau kamu tanyakan?"


"Kakak kok punya buku tentang medical? Bukan kah kakak itu jurusan Ekonomi dan Disain?"


"Itu.., karena aku suka membacanya!"


"Oh. Kalau begitu kakak sekarang gak gugup untuk bicara sama orang lagi yah?" tanya Cerin penuh selidik.


"Itu aku selama sebulan ini sudah berlatih agar tidak gugup lagi." jelasnya.


"Ohh. Oh ya, kakak hampir sebulan ini kok gak pernah kelihatan aku yah?"


"Itu aku ada urusan keluarga. Jadi aku gak masuk selama hampir sebulan ini. Eh kamu rindu aku ya?"


"Ih gak kok kak! Ya sudah, aku ke kelas dulu ya. Soalnya sudah mau masuk!" kata Cerin melarikan pembicaraan nya sambil mulai berlari kecil meninggalkan pria itu.


"Oh yah bukunya besok saja aku pulangi ya!" seru Cerin yang mulai menjauh dari tempat itu.


"Baiklah tidak masalah!" balas pria itu.


Tampak sepasang mata wanita yang menatap sinis terhadap dua insan yang saling berbicara sangat akrab.


Tampak di matanya ada rasa benci terhadap Cerin.


Karena pria yang berbicara dengan Cerin baru kali ini berbicara banyak kepada wanita. Biasanya sikapnya sangat dingin seperti es balok.


Dia pun mulai berpikir bahwa Cerin adalah benar benar seorang wanita j*lang.


................................................


Saat ini Stefan sudah ada di dalam kelasnya. Tiba tiba ada seseorang yang mengagetkan nya dari belakang nya....


Bersambung.....


Gimana sudah puas bacanya teman teman?


Kalau begitu jangan lupa tinggali jejaknya ya. Dengan cara:


Like, Komen, Favorit, VOTE dan bintang lima nya😎


AUTHOR sangat membutuhkan dukungan dari kalian semua nya😍


AUTHOR juga sangat berterima kasih kepada orang yang sudah mau berpartisipasi untuk mendukung saya🤗


**Jangan lupa ya☺


《👍💬❤💎⭐》

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya**.......


__ADS_2