Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 6:


__ADS_3

Esoknya Di Sekolah:


 


Seperti biasanya saat Stefan datang ke sekolah turun dari mobil akan ada banyak wanita yang akan menyambut atau menyapanya.


"Selamat pagi, Tuan Stefan," kata seseorang wanita.


 


"Hai, Tuan Stefan," kata seseorang wanita lagi.


"Ih Tuan Stefan tampan banget!" kata yang lain.


 


Begitulah setiap pagi pasti Stefan akan disambut oleh banyak para wanita-wanita.


 


Tapi Stefan hanya tersenyum tampan saat disapa, membuat para wanita tambah jatuh hati saat melihat Stefan tersenyum.


 


"Hmmm, wanita bawel itu di mana biasanya dia akan lari terburu-buru ke kelas?" batin Stefan.


 


"Hachuu! Hmm pagi-pagi begini siapa yang menceritakanku?" Cerin berbicara sambil berjalan terburu-buru lagi karena dia telat bangun lagi.


 


Cerin selalu bangun lama , itulah kebiasaannya yang membuat dia tiap hari terburu-buru ke sekolahnya.


 


"Hah itu dia , hmm benar-benar gadis yang berbeda!" gumam Stefan dalam hati.


Saat itu Stefan sudah berada di dalam kelas karena kelas akan dimulai. Cerin datang saat 15 menit lagi akan dimulai pelajarannya.


"Huh akhirnya aku tak telat," kata Cerin dalam hati.


 


 


"Eh kau berpikir kau tidak akan telat jika terus menerus datang jam segini? Bagaimana kalau kau ada macet di jalan? Apa kau akan sampai tepat waktu?" kata Stefan seperti tahu apa yang dikatakan Cerin dalam hatinya.


"Eh untuk apa kau urusi aku? Dan kenapa kau mengatakan itu?" ucap Cerin seolah-olah tadi ia tidak berkata di dalam hati.


"Aku tidak mengurusimu, aku hanya peduli dengan sekolah ini. Karena di sini ada murid yang tidak dapat datang dengan tepat waktu yang akan merugikan sekolah ini!" kata Stefan seolah-olah benar dan membuat Cerin geram terhadap perkataan Stefan.


"Huh memang benar , seharusnya tidak ada murid yang merugikan sekolah. Dan mulai besok lihat saja pasti tidak akan ada yang dirugikan di sekolah ini!" kata Cerin kesal dengan berbicara perkataan yang sulit dimengerti orang.


"Apa maksudnya?" gumam stefan dalam hati.


 


Akhirnya bel istirahat berbunyi, semua siswa pergi ke kantin. Lain dengan Cerin dia tidak pergi ke kantin, ia pergi ke ruang musik dan bermain piano dengan nada yang dibuatnya sendiri.


Ternyata stefan mengikuti Cerin ke ruang musik. Ia masuk tanpa diketahui Cerin, ia mendengarkan alunan musik yang dimainkan oleh Cerin sangat indah.


Saat nada itu berhenti Stefan tiba-tiba bertepuk tangan dan memuji Cerin.


 

__ADS_1


"Ternyata kamu pintar ya bermain piano, suaranya sedikit bagus juga. Aku pikir kau tidak pandai bermain musik," kata Stefan sengaja membuat Cerin kesal.


"Apaan sih kamu! Dari kemarin kau menghinaku, mengusili aku. Sekarang lagi? Dan kamu kenapa mengikuti aku ke sini ?" ucap Cerin sebal.


"Apakah aku tidak boleh ke ruang musik untuk bermain musik?" kata Stefan berpura-pura.


"Hmm , ternyata aku salah paham . Ku pikir dia akan mengusikku," gumam Cerin dalam hati.


"Oh benarkah silakan, kalau begitu aku tidak akan mengganggumu bermain musik di sini," kata Cerin berjalan menuju pintu keluar.


"Tunggu!" kata Stefan sambil memegang tangan kanan Cerin.


"Eh?" Cerin terkejut heran.


"Jangan pergi, ada satu hal ingin aku katakan padamu," ucap Stefan masih memegang tangan Cerin.


"Apa itu cepat katakan! Dan tolong lepaskan tanganku," ucap Cerin.


"Hmm baiklah, aku ingin kamu jadi pacarku!" ucap Stefan secara spontan.


"Haha, kau pikir aku menyukaimu? Jadi kamu mengasihani diriku dan menjadikan aku pacar sementaramu? Huh jangan harap!" ucap Cerin meremehkan Stefan.


Stefan berpikir sejenak dan mencari cara agar Cerin mau menjadi pacarnya.


"Benarkan? Kau tak bisa menjawabnya. Baiklah aku akan pergi," kata Cerin meninggalkan tempat.


Malamnya di Apartemen Cerin:


"Huh dia benar-benar mengasihani aku? Huh kalau dia mengasihaniku, aku tidak akan mau berpacaran dengannya!" Cerin mengomel di kamarnya dan didengar oleh Lidia.


"Uluh-uluh siapa sih orang yang kamu omeli? Apakah pria itu lagi?" tanya Lidia.


"Eh kau sejak kapan ada di sini?" tanya Cerin balik.


"Kamu dengar perkataanku?" tanya Cerin.


"Ya tentu. Apakah dia?" jawab Lidia.


"Ya kamu benar!" jawab Cerin.


"Apa yang terjadi ceritakan ke aku?" tanya Lidia sedikit kepo.


"Sebenarnya...." Cerin menceritakan kejadian tadi siang kepada Lidia.


"Oh begitu, aku pikir kamu hanya salah paham," kata Lidia.


"Apa maksudnya salah paham?" tanya Cerin bingung.


"Yakan dia belum menjawab pertanyaanmu. Kemungkinan besar dia itu suka denganmu," ucap Lidia.


"Itu mustahil bagiku. Banyak wanita yang mengejarnya kenapa aku yang harus dia pilih untuk disukai. Dan lagi aku selalu ribut dengannya, berbeda dengan yang lain," ucap Cerin tidak percaya.


"Hah itulah makanya dia suka kamu karena kamu berbeda dengan wanita yang lain. Dan lagi wanita di luar sana bagiku tak sebanding dengan adik cantik aku ini!" kata Lidia.


"Kamu.... buat aku jadi baper ni!" kata Cerin malu.


"Sebaiknya kamu terima saja dia, kalian itu cocok tahu. Aku doai kalian berjodoh deh di masa depan!" kata Lidia.


"Hmmm baiklah. Aku ngantuk aku ingin tidur," ucap Cerin.


"Ya sudah tidurlah aku akan pergi ke kamarku, bye!" Lidia pergi meninggalkan kamar Cerin.


 


Lain di situ Cerin memikirkan apakah ia benar-benar akan menerima Stefan. Sebenarnya dia juga merasakan, ada rasa aneh terhadap Stefan.

__ADS_1


 


"Apakah aku terima saja dia? Tapi bagaimana cara bilangnya ya? Hmmm...


aduh mikirin apaan sih aku ini? Mending tidur saja besok baru tahu sendiri bagaimana akan terjadi," kata Cerin di dalam hati nya.


Besok nya di Kelas :


"Akhirnya aku tidak telat, aku datang lebih cepat dari pada Stefan," gumam Cerin.


...............................


Jam istirahat pun tiba....


 


Cerin dan Stefan tetap berada di dalam ruang kelas.


Suasana begitu sunyi saat mereka tidak bicara. Tapi tiba-tiba mereka berkata bersamaan..."Kamu.."


 


"Eh kamu saja deh duluan bicara," kata Stefan.


" Gak deh kamu saja, gak apa-apa kok aku dengari," ucap Cerin yang berbeda tidak seperti kemarin-kemarin.


"Sebenarnya kemarin aku minta kamu jadi pacar aku, bukan karena aku mengasihanimu. Tapi aku butuh bantuanmu agar para wanita-wanita yang mengejarku tidak menggangguku lagi. Aku janji akan bayar kamu deh sehari 5 juta," kata Stefan membuat Cerin terkejut.


"A.. apa yang kamu katakan? Kau pikir aku wanita murahan, hah? Aku tidak akan terima!" kata Cerin merasa sedih karena Stefan mengatakan hal yang tak ia duga.


"Aku mohon jadilah pacarku. Aku melihat banyak cowok yang mengganggumu? Aku bisa jadi pacarmu untuk alasan tidak ada yang mengganggumu!" kata Stefan meyakinkan Cerin.


 


Hati Cerin sangat terpukul saat mendengar perkataan Stefan lagi, ia menangis di dalam hati. Tapi kata Stefan memang benar, banyak laki-laki yang menggoda Cerin, yang membuat Cerin merasa risih .


 


"Baiklah aku terima, tapi ini hanya kesepakatan keuntungan setiap orang dari kita. Dan lagi kau harus membayarku 2 kali lipat dari yang kau katakan? Bagaimana?" ucap Cerin.


"Hmm baik aku terima. Apa susahnya ? Cuma bayar segitu tidak ada artinya bagiku," kata Stefan sombong.


"Hmm lihat saja! Aku akan balas dendam denganmu Stefan!" kata Cerin di dalam hatinya.


 


Ternyata Cerin juga menerimanya, agar dia dapat balas dendam terhadap Stefan .


 


Tapi tindakan Stefan memang salah. Tapi apa buat kalau dia tidak mengatakan seperti itu ia pikir Cerin akan menolaknya.


Sedangkan Cerin sedari kemarin sudah menunggu ucapan Stefan tentang bahwa ia menyukainya. Tetapi itu berbeda dengan ilusinya. Kesalah pahaman sudah terjadi.


Bagaimana cara menjelaskannya?


H a i G u y s! Apa kabar?


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya ya...


Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author...


S A L A M M A N I S D A R I A U T H O R 😘


Tunggu episode selanjutnya ya....

__ADS_1


__ADS_2