Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 4:


__ADS_3

Sampai di Prancis:


 


Hari ini aku telah sampai di Perancis. Aku masih berada di bandara tanpa disadar aku tertabrak dengan seorang pria muda yang sangat tampan.


"Hei kamu beraninya menabrak tuan kami tanpa minta maaf !" kata seoarang pengawal.


 


"Ah! Untuk apa aku meminta maaf? Aku tidak bersalah sama sekali!" jawab Cerin membela diri.


"Kamu...!" ucapan pengawal yang terputus karena pria muda itu.


"Oh benarkah? Kau tak bersalah ?" kata pria itu.


"Hmm ya benar! Kamu yang berjalan terburu-buru tanpa melihat dan menabrakku!" Cerin marah kepada pria tersebut.


"Ok. Kamu benar, aku yang menabrakmu!" katanya dengan santai.


"Hmm akhirnya kau mengakui juga ya?!" ucap Cerin kesal.


"Ya, walaupun aku yang menabrakmu, tapi tidak ada seorangpun yang boleh mengatakan aku bersalah!" Berkata dengan sombong.


"Memangnya siapa kau, bisa membuat peraturan seperti itu! Walaupun kau orang besar, aku tidak peduli denganmu!" jawab Cerin melawan.


"Benarkah...?" Perkataan yang putus karena seorang pengawal pria itu berbicara tiba-tiba.


"Tuan muda! Tuan dan nyonya besar sudah menunggu Tuan muda di rumah besar, mereka menunggu untuk makan malam bersama, Tuan!" ucap salah satu pengawalnya.


"Baiklah aku akan pulang," katanya kesal .


"Bagaimana denganku, kau belum meminta maaf denganku!" kata Cerin marah.


"Sudahlah Nona seharusnya anda beruntung karena tuan muda kami tidak memberimu pelajaran karena ulahmu itu!" kata seorang pengawalnyadan meninggalkan tempat Cerin berada.


"Eh? Dasar orang kaya tak berperasaan !" gumam Cerin dalam hati.


Di Dalam Mobil Stefan Sam Willson :


 


"Molan cari tahu semua tentang wanita muda yang tadi bertengkar denganku di bandara !" ucap Stefan yang tak lain pria muda tadi.


 


"Baik Tuan muda Stefanku, pasti Tuan Stefanku sudah jatuh hati pada wanita itu!" kata Molan menggoda Stefan.


"Ayolah Molan jangan menggodaku! Jaga sikapmu kepada sahabatmu ini. Jika tidak jangan salahkan aku mengirimmu pergi jauh dari sisiku!" kata Stefan menakuti Molan.


"Siaap boss! Aku tidak akan melakukannya lagi!" kata Molan sambil tertawa kecil.


 


Sedangkan itu, Cerin pergi ke tempat yang akan dia tinggali di Paris selama beberapa tahun yaitu ke apartemen yang sudah disiapkan negaranya dari hasil beasiswa.


 

__ADS_1


Dalam Apartemen Baru Cerin:


 


" Huh sangat melelahkan, dasar pria muda aneh! Sudah bersalah tapi tidak mengaku! Suatu saat nanti orang yang akan berjumpa dengannya kembali pasti akan sial!" gumamnya yang mengutuk dirinya sendiri.


 


"Drrrrtttt.....drrrtttt..."


"Hallo ini siapa?" tanya Cerin.


"Hei Cerin kenapa kamu tidak angkat telepon ku?" Marah tapi gak seriusan.


"Eh? Kau Lidia ya?" Pura pura tidak tahu.


"Jangan berpura pura Cerin!" kata Lidia mulai marah.


"Hmmm, ya aku tahu kok, ada apa ya?" Berpura-pura polos.


"Kau!" Lidia marah.


"Hehehe . Tadi handphone aku lowbat, jadi gak bisa angkat panggilan atau pesan dari siapapun," jelas Cerin.


"Hmmm, ya sudahlah. Besok siang aku sampai ke sana. Dimana kamu tinggal ?" tanya Lidia serius.


"Di Apartemen Star World lantai 8 nomor 092," jelas Cerin menjawab.


"Wow! Bukankah itu tempat yang sangat mewah? Tidak aku sangka kau akan tinggal di sana, dan sebentar lagi aku juga akan tinggal bersamamu!" seru Lidia bahagia.


"Ya, sebaiknya kamu cepat kemari , aku tak memiliki siapa-siapa di sini," ucap Cerin.


"Eh? Dasar selalu saja mematikan sebelum aku menyuruhnya!" kata Cerin kesal.


(Catatan: Lidia adalah asisten pribadi Cerin yang sangat ia percayai. Mereka sangat akrab satu sama lain. Walau pun Lidia lebih tua dari Cerin yang perbedaan umurnya cukup jauh. Lidia mulai bekerja sebagai asisten, saat Cerin memulai karir sebagai artist )


Besok siangnya......


 


" Ah aku belum mandi! Dua jam lagi Lidia akan sampai di bandara, aku harus mengejutkannya dengan diam-diam menjemputnya di bandara. Lebih baik aku langsung bersiap-siap !" ucap Cerin panik karena terbangun kesiangan dan hampir lupa akan kedatangan Lidia ke tempatnya.


Setelah bersiap-siap Cerin berangkat ke bandara menaiki taxi.


 


Di Bandara:


 


"Hah, masih ada waktu 15 menit lagi. Aku harus duluan sampai di dalam bandara," gumam Cerin dalam hati sambil berjalan keluar dari taxi dengan terburu-buru.


"Aku akan menunggunya di sini, hmm itu dia! Hehehe aku akan mengejutkanmu Lidia!" gumam Cerin dalam hati.


Lidia turun dari pesawat dan masuk ke dalam ruang tunggu , eh tanpa disadari Cerin mengejutkannya dari belakang dengan memeluk Lidia.


"Hei Lidia!" Cerin datang dari belakang dan memeluk Lidia.

__ADS_1


 


"Ah!" Lidia terkejut .


"Hahaha kau terkejut, aku mengejutkanmu!" ketawa Cerin seperti anak kecil.


"Cerin kau ini sudah mau kelas sepuluh, tapi sikapmu seperti anak-anak!" sindir Lidia dengan sengaja .


"Eh ini, aku seperti ini untuk menjemputmu loh! Lagi pula aku gak seperti kamu bilang!" kata Cerin cemberut dengan meruncingkan bibirnya.


"Ya deh. Ya sudah aku mau kamu traktir aku makan saja karena kamu membuatku kaget," permintaan Lidia karena sudah lapar .


"Bilang saja kamu lapar bukannya di dalam pesawat makanannya disediakan? Kenapa kamu lapar? Jangan bilang kamu masih kurang ya?" tanya Cerin meledek Lidia.


"Hehehe ketahuan, kamu tau lah makanan di dalam pesawat itu tidak banyak dalam satu kotak, aku tak mungkin meminta tambah! Itu sangat memalukan di dalam pesawat dan lagi aku masih kekurangan makanan, aku lapar sekarang," kata Lidia dengan sikap memelas kebaikan Cerin.


"Ya, kalau kamu tidak minta aku traktir kamu, aku juga akan mengajak kamu karena aku belum makan dari tadi pagi!" kata Cerin dan terdengar suara perutnya yang berbunyi "grukkkk..."


"Ahaha, kalau begitu ayo pergi makan!" semangat Lidia.


 


Setelah makan siang mereka langsung pulang ke apartemen milik Cerin.


 


.............................


"Wow ruangan ini jauh lebih dari yang aku bayangkan, aku sangat senang berada di sini!" ucapan bahagia Lidia.


"Kau ini seperti orang ketinggalan zaman saja ya, hahahah!" sindir Cerin ke Lidia.


"Bukan begitu, tapi ini memang besar dan luas. Apa lagi barang barang di sini sangat mewah dan mahal," jelas Lidia.


" Ya sih, eh seminggu lagi aku mau masuk sekolah loh. Dan kamu tahu itu sekolah terbaik di negara ini loh!" ucap Cerin senang.


"Benarkah? Kalau aku dengar di situ ada seorang anak orang yang paling terkaya di negara ini. Kalau tidak salah dia bersekolah di situ," kata Lidia.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Cerin.


"Dia seorang laki-laki yang sangat tampan. Semua wanita yang melihatnya lansung jatuh hati," jawab Lidia.


"Mana ada laki-laki seperti itu, aku tak percaya aku akan lihat sendiri apa itu benar," kata Cerin .


"Semoga kamu bertemunya dan akan berjodoh ya!" ucap Lidia yang menggoda Cerin.


"Hmmm! Percuma kalau dia tampan tapi hatinya tidak," kata Cerin.


"Aku pastikan dia baik, aku yakin dan percaya kau akan jatuh cinta dengannya, hahahah!" kata Lidia sambil menggoda Cerin.


"Huh kamu!!" Cerin berpura marah dan mulai menggelitiki Lidia. Lidia pun membalas dan mereka saling bercanda gurau.


**Bersambung dulu ya teman teman...


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...


Dukungan darimu adalah motivasi buat para kami sang author....

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya**.....


__ADS_2