Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 20:


__ADS_3

Saat ini Stefan sudah ada di dalam kelasnya. Tiba tiba ada seseorang yang mengagetkan nya dari belakang nya....


"Oh My Baby!" tiba tiba seorang wanita memeluk Stefan dari belakang.


"Eh jangan peluk aku! Siapa sih ini?"


"Hi My Baby. I miss you!" kata wanita itu dengan mentel.


"Kamu?!" terkejut karena melihat seorang sosok wajah wanita yang tak asing baginya, yaitu Cecil.


"Ya ini aku. My Baby rindu aku tidak?"


"Jangan panggil aku My Baby!" kata Stefan dingin.


"Memang nya kenapa?"


"Aku gak suka, dan lagi itu nama merk bedak bayi!" kata Stefan dingin.


"Baiklah aku akan panggil kamu sayang saja deh."


"Sekali lagi kalau kamu buat nama panggilan yang aneh aneh, jangan harap aku akan menganggap kamu sebagai adik!" kata Stefan dingin.


"Adik? Apa di mata mu, aku sebagai adik mu?"


"Terus?" kata Stefan santainya.


"Dia mengatakan dengan santainya? Lihat saja suatu saat kamu akan menganggap aku sebagai kekasih mu!" kata Cecil dalam hatinya dengan merasa geram.


"Oh ya kamu, kok ada di sini? Jangan bilang kamu adalah murid pindahan itu?"


"Hmm benar. Aku akan sekolah disini. Dengan kamu!"


"Apa lagi yang akan dilakukan wanita ini?" tanya Stefan dalam hati nya.


Saat itu, banyak mata yang memandang mereka berbicara. Stefan baru menyadarinya. Banyak yang membicarakan mereka berdua.


"Heh lihat! Bukankah itu ketua kelas kita?"


"Benar dengan siapa dia berdebat?"


"Bukankah itu murid baru yang akan masuk di kelas kita?"


"Benar! Hebat juga murid baru itu. Bisa berdebat dengan pria tampan seperti es balok."


"Selama ini yang bisa berbicara akrab dengan nya hanya sekertaris Cerin. "


"Apa jangan jangan murid baru itu punya hubungan dengan ketua kelas?"


"Gak tahu. Yang pastinya sekertaris Cerin lah yang selalu saja dekat dengan ketua kelas kita."


Begitulah sikap murid murid kampus ini. Jika ada sesuatu yang aneh. Pasti akan digosipkan.


"Aduh..., dasar murid kampus penggosip!" kata Stefan dalam hati nya dengan kesal.


"Hehe, memang mereka pikir cuman Cerin saja yang bisa dekat dengan Stefan? Huh jangan harap!" kata Cecil dalam hati nya.

__ADS_1


Dan tidak berapa lama Cerin datang kedalam kelas. Ia melihat Cecil duduk di bangku dekat dengan Stefan.


"Kamu?!" kata Cerin terkejut.


"Cerin..."kata Stefan.


"Yah aku. Kenapa? Terkejut? Heran aku bisa ada disini?" kata Cecil dengan sombongnya.


"Gak kok. Ngapai pula aku terkejut. Aku cuman mau bilang. Bangku yang kamu duduki itu adalah bangku aku." kata Cerin dengan santainya.


Sebenarnya Cerin merasa terkejut dengan kedatangan Cecil. Tetapi dia tidak mau menampakkan keterkejutan nya itu kepada orang orang yang ada di dalam kelas itu. Itu akan mengurangi kualitas nya sebagai seorang murid wanita yang anggun di kelas itu.


"Heh? Benarkah? Tapi aku mau duduk disini. Ketua kelas juga tidak melarang ku."


"Benarkah yang kamu katakan? Apa kamu sudah bertanya? Mungkin saja, ketua kelas malas untuk berbicara. Jadi menunggu orang yang punya bangku ini untuk melarang nya."


"Huh sialan! Wanita j*lang ini benar benar sok hebat!" kata Cecil dalam hati nya.


"Ketua kelas apa benar, kamu tidak melarang Nona Cecil ini duduk di sebelah mu?"tanya Cerin seraya menunjukkan mata tajam ke arah Stefan. Seperti ingin memarahinya.


"Eh. Tidak. Aku melarang nya. Karena kamu yang punya bangku, jadi aku gak berhak berkata."


"Sudah dengar Nona Cecil?"


"Huh sangat memalukan! Kau membuat aku kehilangan muka! Tapi lihat saja. Kamu juga akan merasakannya!" seru Cecil dalam hati nya merasa marah.


"Hey Nona Cecil? Kok malah melamun? Cepat tolong pindah ya. Soalnya jam pelajaran akan dimulai."


"Huh!" Cecil menarik nafas nya pelan. Dan Cecil pun pindah ke bangku bagian pojok. Duduk di sebelah pria yang berkarakteristik kotor.


"Sialan! Mereka menggosip kan aku dengan buruk! Ini semua karena ulah si Cerin busuk itu! Awas saja nanti dia!" kata Cecil dalam hati nya merasa dendam.


"Uh! Bau apa ini?" kata Cecil sambil menutupi hidungnya.


"Hai kakak cantik!" kata pria yang duduk di sebelah nya itu.


"Hmm bau. Kamu sangat bau! Pergi jangan dekat dekat dengan ku!" seru Cecil merasa jijik.


Semua mata mengarah kearah mereka berdua. Semua murid kembali menggosip. Saat itu, dosen telah mengajar. Melihat keributan itu segera ia marah.


"Hey murid yang ada di pojok sana. Kalau mau ribut jangan di dalam! Silahkan di luar saja kalau mau ribut! Dan kalian semua berhenti berisik!" kata dosen itu.


"Sialan ! Bahkan dosen sampai memarahi aku! Sialannnn ini semua gara gara si j*lang!" seru Cecil dalam hati nya lagi merasa marah.


"Hey kak jangan cemberut terus loh. Nanti muka kakak ini akan jadi cepat jelek." kata pria yang di sebelah Cecil itu.


"Huh! Bahkan pria kotor seperti dia menasehati aku, tanpa menyadari diri nya sendiri!"kesal C e c i l menghina pria itu dalam hati nya


Hari ini Cecil benar benar merasa sial. Dia merasa semua kesialan ini gara gara ulah Cerin. Padahal ini semua karena ulahnya sendiri.


Seseorang yang ingin berniat buruk, akan mendapatkan kesialan sebelum ia tuntas menyelesaikan atau sesudah menyelesaikan niat nya itu.


...........................


Di Malam Hari Nya:

__ADS_1


"Hallo ma. Cecil sangat kesal ma."


"Ada apa anak ku. Apa yang terjadi dengan putri mama yang cantik ini?"


"Ini semua gara gara si wanita busuk itu!"


"Siapa dia? Kenapa kamu bisa ditindas nya?"


"Si Cerin itulah. Siapa lagi. Dia berlagak sok pintar untuk memojokkan aku. Hik.. hik .. hik.." Cecil menangis mengeluarkan air mata buayanya itu.


"Aduh anak mama kok jadi nangis? Nanti mama akan berusaha memberikan dia pelajaran yang setimpal. Beraninya dia buat anak mama sampai begini. Lihat saja!"


"Makasih ya ma. Mama lah satu satunya yang cuman peduli dengan aku."


"Sudah gak usah menangis lagi. Kamu tenang saja disana. "


"Tapi.... " kata Cecil terputus.


"Gak ada tapi tapian. Mama sudah punya ide."


"Ide apa ma?"


"Besok mama kasih tahu kamu. Kamu hanya perlu melakukan nya. Ya udah papa kamu sudah pulang. Kalau nanti papa dengar ada masalah dengan kampus baru mu. Dia akan menyuruh seseorang memeriksa nya!"


"Ya sudah. Papa selalu saja begitu. Aku juga sudah mengantuk!"


"Bye anak mama!"


"Bye juga ma!"


Bersambung.....


Bagaimana sudah puas bacanya👆


Kalau sudah puas jangan lupa tinggali jejak ya🤗


Seperti like , komen , favorit, bintang lima , dan juga bisa melalui vote kalian loh😎


Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah ikut berpartisipasi untuk mendukung saya🤗


S a l a m M a n i s D a r i A u t h o r 😘


**Tunggu episode selanjutnya ya...😊


Kalau mau berteman dengan aku. Bisa lewat beberapa situs sosmed di bawah👇:


fb: @Cerin Cariel Desvany


ig: @CeriaDesvanyOfficial**


**twtr: @CDesvany


Kutunggu pertemanan kalian🤗


Soalnya teman author masih sedikit di akun sosmed di atas👆**

__ADS_1


__ADS_2