Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 12:


__ADS_3

Terpaksa:


 


Pada hari itu di mana Stefan dan Cerin akan double date, Stefan merasa double date mereka akan segera kacau karena Cecil ikut bersama mereka.


 


"Hai Stefan! Tumben mau ngajak aku pergi jalan-jalan ni?" tanya Cecil yang sok berpura-pura tidak tahu apa-apa, padahal dia telah tahu, karena dia bersekongkol dengan mama tiri Stefan.


"Gak usah bertanya deh!" kata Stefan dingin.


"Eh ya sudah. Tapi kita mau kemana ni? Gak sabar ni berduaan dengan kamu!" ucapnya.


"Kamu banyak tanya ya! Lagian aku dan Cerin akan double date bareng. Kamu main sendiri saja nanti!" ucap Stefan secara kasar.


"Eh dengan Cerin? Kenapa aku gak boleh ikut bareng kalian?" tanya Cecil berpura-pura bodoh.


"Kamukan tahu kami akan double date, gak mungkin ada nyamuk pengganggu!" kata Stefan ketus.


"Kamu kok gitu sih denganku? Kamu gak ingat dulu aku pernah ...." kata Cecil terpotong karena perkataan Stefan.


"Sttt, diam deh kamu. Ya sudah kalau kamu mau ikut bareng kami," ucap Stefan dengan pasrahnya.


"Yey, thank you, Baby!"


"Apa kamu sebut!" ucap Stefan sebal.


"Eh maaf!"


*


 


Sesampainya di apartemen. Stefan langsung naik ke atas di mana tempat Cerin tinggal. Saat itu Cecil tidak ikut ke atas, karena dia merasa capai untuk berjalan, jadi dia menunggu di dalam mobil Stefan.


 


 


Pada saat itu sudah pukul 09.48.


 


Ya, Stefan hampir telat menjemput Cerin, karena sebelum ia datang ke apartemen milik Cerin, ia menjemput Cecil dulu ke rumahnya.


'Ting nung!' suara bel apartemen Cerin yang dibunyikan oleh Stefan.


"Oh, Stefan. Kamu sudah datang, tepat bangat aku sudah siap," ucap Cerin.


"Oh emm, yuk kalau begitu!" ajak Stefan.


"Eh ada apa ini dengan kamu, kok seperti orang bodoh bicaranya?" tanya Cerin bingung.


"Gak kok, Sayang. Kamu saja sepertinya yang salah dengar."


"Oh ya sudah, ayo kita turun ke bawah!" ucap Cerin dengan semangatnya.


"Ok," jawab Stefan dengan singkat.


*


 


Di saat Cerin akan masuk ke dalam mobil milik Stefan. Ia terkejut karena ia melihat ada Cecil di dalamnya.


 


"Eh, kok Cecil ada di sini Stefan?!" tanya Cerin terkejut.

__ADS_1


"Hemm...." kata Stefan merasa bingung mau bilang apa.


"Hai Cerin! Aku di sini karena tante Anna ( yaitu nama mama tirinya Stefan ) menyuruh Stefan mengajak aku ikut ke tempat kalian akan tuju," kata Cecil sok manis, baik dan imut.


'Eh? Aneh, biasanya dia sombong. Pasti sekarang dia lagi berpura-pura baik kepadaku'


"Benarkah Stefan?" tanya Cerin


"Hmm, eh, iya!" kata Stefan gugup.


"Ya sudah deh. Kalau gitu aku duduk di depan ya?"


"Ok, kalau begitu Cecil kamu di belakang ya!" suruh Stefan kepada Cecil.


 


Cecil yang mendengar suruhan Stefan hanya bisa mengatakan 'iya' karena dia mau Stefan melihat bahwa dia baik terhadap semua orang.


 


"Baiklah!" kata Cecil berpura-pura baik.


 


Sebenarnya Cerin amatlah kesal, saat double date mereka ada orang yang mengganggu untuk berduaan. Tapi gimana lagi? Itu sudah suruhan tante Anna, jadi gak bisa dibantah Stefan.


 


*


Sesampainya Di Taman Hiburan Kota:


"Wah! Stefan ayo kita cepat masuknya!" kata Cerin bersemangat.


"Eh ya sudah. Gak usah buru-buru dong!"


"Uh, tempat beginian? Cih ramai bangat orangnya! Panas lagi harinya. Kalau gak gara-gara mau memisahkan Stefan dan Cerin, aku gak bakal mau ke tempat beginian!" kata Cecil dengan kesal di dalam hatinya.


 


 


"Eh Stefan, Cerin! Kalian ini, anggap aku ini gak ada ya!" tanya Cecil sebal.


"Eh Cecil, maaf ya! Soalnya kemarin kami sudah janjian berduaan. Eh tanpa sadar kamu ikut. Ya jadi kamu seharusnya cari pasangan saja!" sindir Cerin sengaja.


"Oh iya, 'kan tante Anna yang menyuruh aku ikut. Aku gak tahu kalau kamu ada janjian dengan Stefan!" sindir balik Cecil.


 


Cerin dan Cecil saling sindiran, tiba-tiba. Stefan memotong perdebatan mereka dan berbicara tentang hal yang lain, untuk mengalihkan perhatian.


 


"Eh Cerin! Lihat mari kita naik baling-baling di sana!" ajak Stefan.


"Eh? Ok mari, Sayang!" kata Cerin sengaja. Dan saat mereka berdua meninggalkan Cecil di belakang nya, Cerin berbalik wajah dan mengeluarkan lidahnya, menandakan dia menang.


"Eh Stefan tunggu aku!" teriak Cecil dari belakang mereka.


"Ngapai sih kamu ikut-kuti kami berdua?" tanya Stefan dengan kasar.


"Kamu kok gitu sih!"


"Bukankah kamu gak suka naik beginian dari kecil? Sudah sana saja, duduk gih di sana sambil makan ice cream!" ucap Stefan.


"Oh aku ...gak takut lagi kok! Kalau aku takutkan ada kamu yang menemaniku!" kata Cecil sok imut.


"Tapi ...." kata Stefan terputus.

__ADS_1


" Kamu gak ingat? Dulu saya pernah ...." kata Cecil terpotong.


Stefan langsung mengatakan, "Ya sudahlah, kalau begitu!"


"Gitu donk!"


Eh? Apa yang ingin dikatakan oleh Cecil? Kenapa Stefan lansung membolehkan ikut bersama? Apakah ada yang disembunyikan Stefan dariku?


'Hehehe! Sekarang aku tahu kelemahanmu Stefan, hahaha!'


Di Dalam Baling Baling, Saat Dibagian Tertinggi:


 


Cerin, Stefan, dan Cecil berada dalam satu tempat yang sama di dalam baling-baling yang mereka naiki. Cerin dan Stefan merasa kesal setiap mereka ingin berduaan Cecil selalu ada untuk mengganggu.


Tetapi Cerin tetap saja pintar, dia memiliki ide untuk membuat Cecil cemburu dan kesal.


 


"Sayang! Lihat deh! Kita sudah di bagian tertinggi ni! Aku pernah dengar, kalau kita berada di bagian titik tertinggi baling-baling, jika kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, permintaan kita akan terkabulkan, loh!" kata Cerin manja dengan sengaja.


"Eh, jadi apa yang akan kamu lakukan?" kata Stefan yang sudah tahu ide nakal Cerin itu.


"Ya kita harus membuat permintaan dong!" ucap Cerin manja.


"Kamu mau minta apa kalau begitu?" tanya Stefan.


"Aku mau, kita berdua langgeng terus sampai kita tua!" kata Cerin serius sekalian memanas-manasi Cecil.


"Oh benarkah? Kalau begitu aku akan membuat permintaan juga!" ucap Stefan ikut-ikutan membuat telinga Cecil merasa panas.


"Apaan tu?"


"Aku mau kita berdua selamanya sama-sama saling mencintai, mendukung, menyayangi, saling menjaga, dan menerima dalam suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat atau sakit kita akan tetap bersama!" kata Stefan serius sambil berteriak keras.


"Hahaha, kamu ini, seperti mau menikah saja!" ucap Cerin yang wajahnya kini merah merona.


"Tapi aku serius, Sayang!"


 


Sedangkan Cecil yang mendengar perkataan mereka berdua merasa cemburu dan kesal. Dia merasa panas, karena Cerin memamerkan kemesraan dia dengan Stefan. Menandakan bahwa Cerin menang daripadanya.


 


Cih! Kamu sengaja ya, Cerin?! Tunggu saja! Aku akan balas kamu! Aku akan merebut Stefan dari kamu! Sekarang kamu menang, tapi nanti aku yang akan menang, hahaha!


"Eh, Stefan kamu ini gak mempedulikan aku ya? Gimana kalau nanti terjadi sesuatu terhadapku, apakah kamu mau dimarahi oleh tante Anna?"


"Apaan sih ya, kamu? Aku itu gak takut sama wanita penghibur seperti dia itu!" kata Stefan ketus.


"Eh! Kalau begitu, kamu gak mau balas budi denganku? Akukan sudah pernah ...." kata Cecil mengancam tetapi terputus karena perkataan Cerin.


"Heh kamu ya! Kalau kamu cuma mengganggu gak usah bareng kami deh! Dan apa tu? Kamu mau bilang apa pernah? Jangan mengancam Stefan dengan perkataan kamu itu!" kata Cerin marah, dan lagi dia tahu ada yang disembunyikan oleh Stefan, tetapi dia sengaja, karena dia ingin menanyakan langsung dengan Stefan.


*


Hai teman teman apa kabarnya?


Episode kali ini bersambung dulu ya!


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!


Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author.


Sampai jumpa di episode selanjutnya ya!


Salam manis dari Author Ceria Desvany!

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya!


__ADS_2