
Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.
Episode sebelumnya ....
Cerin sengaja berbicara menyindir Cecil dengan menggunakan perkataan yang baik untuk didengar oleh orang lain. Sedangkan Stefan tersenyum melihat Cerin yang sangat pandai untuk membalikkan masalah kepada musuhnya. Dan sedangkan Uyun merasa bingung melihat apa yang dilakukan oleh Cerin. Maklum saja, Uyun 'kan sedikit lemot untuk berpikir.
"Sialan! Lagi-lagi aku dipermalukan olehnya! Lihat saja kamu, Cerin!" ucap Cecil dalam hatinya.
"Hahaha terima kasih, Cerin. Kamu memang baik ya. Aku juga sudah maafkan Uyun kok." Lagi-lagi Cecil berpura-pura di depan mereka.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di Dalam Mobil:
Hari ini ada kelas pagi. Karena Uyun pagi ini tidak ada kelas, jadi dia tidak ikut pergi ke kampus. Stefan sangat senang. Karena uda lama ia 'tak berduaan dengan Cerin. Selama ini selalu ada Uyun yang menjadi penghalangnya untuk bermesraan dengan kekasihnya tersebut.
"Sayang, nanti sehabis pulang dari kampus, kita jalan-jalan yuk!" ajak Stefan.
"Ke mana, Stef? Hmm, lihat nanti ya," ucap Cerin.
"Ya ke mana kamu suka. Memangnya kamu mau ke mana? Kenapa gak katakan iya langsung aja? Kamu mau jumpa pria lain ya?" tanya Stefan posesif.
"Ya enggaklah. Aneh saja kamu. Aku gak yakin ngatakan iya karena aku takut sibuk sepulang dari kampus. Soalnya 'kan aku baru mendapatkan posisi sebagai ratu kampus."
"Dih. Apa masalahnya kalau kamu uda jadi ratu kampus? Aku juga uda jadi raja kampus loh. Tapi aku gak sesibuk kamu," ucap Stefan.
"Ya bedalah. Kamu 'kan jadi raja kampus yang ke dua. Sedangkan aku ratu kampus yang sebenarnya. Nanti takutnya banyak fans yang mau jumpai aku," ucap Cerin yang terlalu narsis.
Entah apa yang membuat Cerin menjadi senarsis begini. Mungkin dia tertular dari Stefan ya?
"Hmm, ya sudah deh. Seterah kamu, Sayang."
__ADS_1
Di Kampus:
Kali ini sepertinya hari yang sangat aneh. Kenapa tidak? Karena Cecil berada di tengah-tengah orang yang sedang berbincang-bincang bahagia. Tidak seperti biasanya. Biasanya Cecil orang yang paling malas untuk berkumpul bareng para wanita yang 'tak sepadan dengannya.
'Aneh. Apa yang sedang dilakukan oleh Cecil ini? Apa benar dia sudah bertobat dari kelakuannya yang sombong itu? Hmm, aku tidak boleh langsung percaya dulu. Mana tahu ini adalah tipu muslihatnya.'
Cecil yang melihat Cerin telah tiba di kampus. Dengan segera ia datang dan mendekatinya. "Hai, Cerin! Selamat pagi. Apa kabar?"
Kali ini Cerin benar-benar dibingungkan oleh tingkah laku Cecil. Tetapi tetap saja dia harus waspada. Sedangkan Stefan merasa geram melihat tingkah Cecil yang membuat Cerin sedikit risih. "Eh, Cecil! Maaf ya. Aku gak mau kamu ganggu Cerin dengan caramu yang sekarang ini. Sudah cukup mencari masalah dengannya!"
Cerin yang mendengar ucapan Stefan merasa terharu. Tapi ia juga merasa sedikit bingung bagaimana caranya agar Stefan tidak memarahi Cecil. Ia tahu, bahwa Cecil hanya memancingnya agar marah. Tetapi sayangnya Cecil tidak berhasil. Cecil hanya mengundang Stefan yang marah terhadapnya.
"Kak, apa maksudmu? Aku tidak bermaksud untuk mengganggu Cerin. Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku terhadapnya. Apa itu salah? Kenapa kau 'tak percaya kepadaku? Aku adalah sahabatmu dari kecil. Bukannya aku sudah kau anggap sebagai adikmu sendiri? Lalu kenapa kau begitu menyayanginya. Sehingga aku yang sudah terlebih dahulu mengenalmu, kau acuhkan aku. Kau lebih memilih menyakiti hati dan perasaanku demi dirinya! Lalu sebenarnya aku itu kau anggap seperti apa? Aku hanya manusia yang ingin menebus kesalahan. Aku benar-benar gak mau menyakitinya! Jika, Kakak memang menuduhku seperti itu. Lebih baik aku pergi saja. Hiks hiks hiks!" ucap Cecil yang mengundang banyak perhatian orang lain yang ada di sekitar mereka.
Semua orang yang ada di situ merasa kasihan melihat Cecil. Sampai-sampai mereka menuduh semua kesalahan itu terhadap Cerin.
"Ternyata ratu kampus kita sekarang adalah perebut milik orang lain ya!" ucap seseorang menyindir Cerin.
"Aduh! Uda ngotori nama kampus kita sebagai ratu kampus lagi! Orang seperti itu harus kita jauhi!" ucap yang lain menyindir Cerin.
Cerin yang mendengar ucapan para penggosip tersebut merasa sedih. 'Apa salahku? Kenapa jadi aku yang disalahkan? Apa benar aku ini seorang perebut? Apa yang ingin dilakukan oleh Cecil? Stefan seharusnya kamu diam saja tadi.'
'Cih! Benar-benar sial! Seharusnya aku 'tak berkata seperti itu. Ah, sekarang Cerin sedih. Bahkan Cecil benar-benar bersedih atau tidak.'
Sedangkan Cecil merasa puas mendengar gosipan orang yang menyudutkan Cerin tersebut. ' Hahahaha! Rasakan itu Cerin! Baru kemarin dipuji. Sekarang malah disudutkan! Hahahaha! Sudah aku bilang, jangan mencari masalah denganku wanita sialan!'
Dengan cepat Stefan menggandeng tangan Cerin dan menariknya pergi dari tempat tersebut. Sedangkan Cecil merasa kesal melihat Stefan yang tak berbicara sepatah katapun, untuk menjawab ucapannya yang tadi. Cecil juga merasa kesal karena melihat Stefan yang selalu mempedulikan Cerin.
*
"Apa kamu 'tak apa-apa, Sayang? Maafkan aku yang bertindak gegabah. Aku gak tahu akan terjadi seperti ini," ucap Stefan yang meminta maaf kepada Cerin.
__ADS_1
Cerin hanya menunduk dan diam. Perlahan-lahan ia mendongak ke atas. Dan mulai tersenyum. "Aku tidak apa-apa, Stef. Aku gak akan berkecil hati karena ucapan-ucapan mereka yang menyudutkan aku. Toh juga mereka tidak tahu yang sebenarnya. Jadi untuk apa aku bersedih dan memikirkannya?"
Stefan tersenyum mendengar ucapan Cerin tersebut. Dia merasa bahagia, bisa memiliki kekasih yang sangat kuat dan penyabar. Sehingga ia berjanji tidak akan meninggalkan Cerin dalam keadaan apapun. 'Aku gak akan pernah meninggalkan 'mu, Sayang. Aku berjanji suatu saat nanti, aku akan mengajak dan menunjukkan dirimu kepada seluruh dunia. Bahwa kau adalah cinta sejatiku!'
Cerin melihat ke arah wajah Stefan yang sedang melamun. Dan mencoba membuyarkan lamunannya tersebut. "Stef? Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu melamun? Adakah masalah yang sedang kamu pikirkan?"
Stefan tetap saja masih melamun. Cerin 'pun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Stefan. "Stef?"
"Ah, maaf!" Stefan terkejut dari lamunannya. "Maaf ya, Sayang. Tadi kamu bilang apa?"
"Huh dasar! Pasti sedang membayangkan sesuatu yang tidak baik ni. Makanya kamu tak mendengarkan ucapanku," marah Cerin.
"Bukan. Bukan itu yang sedang aku pikirkan, Sayang. Eh ngomong-ngomong kamu cemburu ya kalau aku sedang memikirkan sesuatu yang aneh? Apalagi aku sedang memikirkan seseorang wanita loh. Hehehehe!" goda Stefan yang membuat Cerin kesal.
"Kau! Siapa wanita itu? Apakah kamu berniat menggantikan 'ku?" Cerin mencubit pinggang Stefan.
"Aduh, aduh, duh! Ampun, Ratu! Aku gak mikiri wanita lain kok. Aku sedang memikirkan 'mu." Stefan mengelus-elus pinggangnya yang habis di cubit oleh Cerin.
Cerin yang mendengar ucapan Stefan tersebut merasa malu dan wajahnya mulai merah merona seperti tomat yang sudah tua.
Hai teman-teman!
Apa kabarnya? Sehatkan?
Maafkan author ya. Karena upnya lama bangat.
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!
Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author!
Buat kalian yang belum klik tombol favorit, buruan yuk diklik. Agar kalian tahu kalau novel Menemukan Cinta Sejati sudah up.
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya!