Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 22:


__ADS_3

Happy reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.


"Hari ini. Kena angin apa Cerin? Kenapa tingkah lakunya sangat aneh?" kata Stefan dalam hati nya dengan cemas dan heran.


"Hey! Sudah selasai memikirnya? Dari tadi lihati aku sampai melongo saja." kata Cerin sambil melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Stefan.


"Eh gak kok. Kamu kok beli itu?" tanya Stefan sambil menunjuk kan tangannya ke arah plastik belanjaan yang dibawa di tangannya Cerin itu.


"Banyak tanya banget sih. " kata Cerin seperti memancarkan aura ibu ibu yang sedang marah.


Seketika Stefan merasa merinding dan enggan untuk berkata lagi. Karena melihat aura Cerin yang sangat menyeramkan. Stefan menelan ludahnya. 'Glek'


"E..eh? Gak, gak kok. Aku cuman bilang kamu tumben aja beli gituan. Hehehe." kata Stefan merasa segan.


"Ya sudah ayo kita berangkat pulang."


"Siap Nona cantik kesayangan ku!" kata Stefan bersemangat kembali.


Sedangkan lagi lagi Uyun melihat tingkah laku mereka berdua itu merasa iri.


....................................


Sekarang mereka sudah sampai di apartemen. Tetapi Cerin pergi ke rumah Stefan untuk mengambil buku bukunya yang tertinggal. Sedangkan Uyun deluan pulang ke apartemen yang ia tempati yaitu apartemen Cerin.


"Eh Uyun. Aku ke tempat Stefan dulu ya. Kamu deluan aja pulang." kata Cerin kepada Uyun sambil keluar dari dalam mobil Stefan.


"Ya..., sendirian donk!" rengek Uyun kepada Cerin.


"Ah kamu. Kamu kan sudah dewasa. Masih aja seperti anak anak." jelas Cerin ke Uyun.


"Memangnya kamu mau ngapai? Bukannya besok tidak ada pelajaran di kelas kalian?" kata Uyun yang mengira Cerin akan pergi belajar dengan Stefan padahal besok libur.


"Ya memang iya. Tapi apa aku ada bilang, aku mau belajar? Nggak kan?"kata Cerin sambil bertanya.


"Lah terus mau apa?" tanya Uyun bingung.

__ADS_1


Tiba tiba saja Stefan menyambung perkataan mereka. "Ya Cerin mau main main ke tempat aku donk. Memangnya masalah? Gak kan?" kata Stefan membuat tiba tiba datang ke arah Uyun yang membuat pipinya merah merona.


"Oh kirai mau belajar." kata Uyun.


"Eh kamu..., siapa bilang aku mau main main ke tempat mu? Aku cuman mau ngambil buku aku yang ketinggalan kok!" jelas Cerin.


"Ayolah..., bisakah kau santai sedikit. Tak usah langsung marah donk. Gak seru tahu." kata Stefan berusaha merayu Cerin agar tidak marah.


"Hmmm!" kata Cerin membuangkan wajahnya dari Stefan.


Sedangkan itu Uyun merasa dirinya adalah nyamuk, segera ia pergi meninggalkan tempat itu. Lain dengan Cerin dan Stefan mereka segera pergi juga ke tempat Stefan. Tampak disana Cerin berjalan berjauhan dengan Stefan. Entah kenapa hari ini Cerin sedikit jutek kepada Stefan.


Sekarang mereka ada di depan apartemen Stefan. Segera Stefan mengambil kunci apartemen nya itu dan membukakannya. Setelah pintu apartemen itu terbuka segera mereka masuk dan pintu itu dikunci kembali oleh Stefan.


"Stef, buku yang kemarin dimana kamu taruh" tanya Cerin kepada Stefan.


"Oh ada di kamar aku. Tunggu biar aku ambilkan untukmu." kata Stefan yang segera pergi ke kamarnya.


Tidak lama kemudian Stefan keluar dari kamarnya dengan membawa beberapa buku di tangannya itu. Saat itu Cerin berada di ruang tamu sedang duduk santai di sofa.


"Stef, makasih ya. Aku pulang dulu. Kata Cerin langsung berjalan ke arah pintu keluar.


Belum sampai Cerin ke pintu keluar. Tiba tiba saja Stefan berkata kepadanya. " Sayang.., kamu habis jatuh ya? Atau kamu menduduki sesuatu?" tanya Stefan kepada Cerin yang merasa bingung.


Mendengar itu pun Cerin langsung menjawabnya. " Gila ya? Dari tadi itukan aku dengan kamu. Mana mungkin aku jatuh. Dan kalau aku menduduki sesuatu berarti apartemen kamu kotor donk. Lagian kamu bertanya itu entah untuk apa." kata Cerin panjang kali lebar.


"Lalu kenapa rok yang kamu pakai ada bercak darah nya?" tanya Stefan sambil menunjukkan tangan ke arah rok Cerin yang ada bercak darah.


Seketika Cerin menjatuhkan buku bukunya. Dan langsung menutupi roknya yang ada bercak darahnya. "Astaga.., kenapa disaat seperti ini dia datang. Adu malu banget sampai dilihat Stefan." kata Cerin yang baru tersadar apa yang terjadi dengan roknya yang penuh dengan bercak darah.


Dengan segera ia berlari ke arah kamar mandi Stefan. Melihat hal itu Stefan merasa bingung dan heran.


"Kenapa sih ni gadis?" tanya Stefan dalam hatinya.


Sedangkan Cerin sudah ada di dalam kamar mandi Stefan. Dengan segera ia membuka roknya dan membersihkan nya dari bekas bercak darah itu. Ia membilas roknya dengan cepat. Ia juga membersihkan dirinya sendiri di situ. Setelah ia selesai membersihkan semuanya. Ia baru tersadar bahwa ia gak bawa apa apa ke kamar mandi. Dan yang lebih parahnya lagi. Ini bukan tempat tinggalnya. Tidak ada sama sekali baju dan juga pembalut. Ya sekarang Cerin sedang menstruasi. Tamu bulanannya itu datang diwaktu yang tidak tepat.

__ADS_1


"Astaga gimana ni? Aku gak bawa pembalut. Pakaian ganti juga gak ada. Terus harus bagaimana ni?" tanya Cerin dalam hatinya sambil merasa cemas dan bingung.


Ia mencari cari sesuatu yang dapat ia pakai untuk bisa keluar dari kamar mandi tersebut. Dan tak lama kemudian ia menemukan sebuah handuk yang dapat menutupi area pinggangnya samapai ke arah bawah kaki.


Dengan segera ia melilitkan handuk tersebut di pinggangnya. Dan kini ia keluar kamar mandi dengan merasa malu dan bingung bagaimana ia berbicara dengan Stefan kalau ia berjumpa dengannya.


Cerin berjalan menuju ruang makan. Karena disitu ada Stefan yang sedang duduk santai sambil menikmati minuman yang ada di atas meja tersebut.


"Stef?" panggil Cerin berbicara pelan kepada Stefan.


Stefan yang mendengar ada yang memanggilnya langsung melihat ke arah yang memanggil. Dan yaitu adalah Cerin. Sedikit terkejut dan penuh tanya kenapa Cerin memakai handuk di pinggangnya tersebut.


"Cerin? Untuk apa kau memakai handuk di pinggang mu?" tanya Stefan sambil menunjukkan jarinya ke arah handuk yang melilit di pinggang Cerin itu.


"Hmm..., Stef..?" kata Cerin malu malu.


"Hmm.., ya. Ada apa?" kata Stefan sedikit bingung.


"Apakah kau.., hmmm.., ada menyimpan pembalut?"kata Cerin sedikit malu.


Mendengar itu Stefan langsung sedikit terkejut dan malu. Untuk apa seorang laki laki menyimpan sebuah pembalut.


"Kamu gila ya? Untuk apa aku menyimpan benda seperti itu?" tanya Stefan merasa sedikit marah.


Sontak Cerin langsung menjawabnya. " Ya kalau gak ada, ya gak usah marah donk. Tinggal jawab gak punya aja kok susah. Pakai segala marah marah!" kata Cerin malah berbalik memarahi Stefan.


Melihat hal itu Stefan malah terkejut dan mulai menyadari sesuatu, bahwa Cerin.....


*Bersambung dulu ya teman teman...


Jangan lupa beri dukungan kepada authornya...


Dengan cara memberi l i k e k o m e n dan juga f a v o r i t nya.


Penasaran dengan Cerita selanjutnya?

__ADS_1


Makanya tunggu episode selanjutnya ya*...


__ADS_2