
Siapa Dia?
Hari ini Cerin bangun labih cepat dari biasanya. Ia tidak mau telat pergi ke kampus nya karena hari ini adalah hari kedua ia masuk ke kampus.
"Hoammm!" Uyun bangun dengan suara ciri khas seseorang baru bangun tidur.
"Sudah bangun, langsung mandi sana!" suruh Cerin ke Uyun.
"He, baru saja mau duduk, udah disuruh mandi. Bentar lagi saja deh. Aku masih malas nih." kata Uyun tadinya mau duduk di kursi meja makan untuk melahap makanan yang telah di masak Ceri.
Yah benar. Cerin pandai memasak, kalau dibilang yah standart lah sama masakan orang lain.
"Yah elah, lihat tuh sudah pukul 05.30. Kamu mau mandi kapan lagi?"
"Ih kamu nya ajah yang bangun kecepatan. Biasanya ajah aku memang jam seginian baru mau mandi. Giliran kamu cepat bangun kamu bilang buruan mandi." kata Uyun sewot.
"Hehehe iya juga sih."
"Itu tahu. Eh.., tapi ngomong ngomong kok kamu tumben cepat bangat bangunnya?
"Ini kan baru hari kedua kita masuk ke kampus. Jadi saya gak mau telat datang nya." jelas Cerin.
"Ohh!"
"Idih, malah bilang 'ohh' cepat mandi sana. Bau asem tahu kamu nya!" ejek Cerin.
"Mentang mentang udah mandi, aku nya diejeki!"
"Hehe, ya sudah cepat deh sana !"suruh Cerin ke Uyun untuk mandi.
"Hmm, ngusir ajah kamu tahunya!" seru Uyun sambil pergi menuju kamarnya.
Sekarang Cerin, Uyun sudah berada di kampus. Mereka pergi bareng Stefan naik mobil nya.
"Bye Uyun nanti pulang bareng yah !" seru Cerin melambai ke arah Uyun yang sudah menjauh dari tempat Cerin dan Stefan berada .
"Yuk masuk kelas Stefan!" ajak Cerin yang dijawab Stefan dengan agukan saja.
Sesampai di kelas Cerin lupa bahwa ia harus pergi ke perpustakaan untuk mengambil buku yang diperlukan untuk pelajaran nya nanti.
"Eh ! Stefan saya pergi ke perpustakaan dulu yah. Saya lupa ada yang belum saya ambil dari sana!" kata Cerin meninggalkan Stefan sebelum mengatakan iyah.
Karena disitu Cerin takut ketinggalan kelas yang 15 menit lagi akan masuk. Yah bagaimana padahal Cerin udah cepat cepat bangun biar gak telat ke kampus, tapi malah Uyunnya yang bikin lama.
Saat Cerin di perpustakaan ia langsung mencari buku yang ia inginkan.
"Dimana yah? Kok gak ada sih. Sulit bangat nih nyarinya." sewot Cerin yang berada di perpustakaan itu dengan sendirian.
Tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu Cerin. Yang membuat ia terkejut.
__ADS_1
"Kamu nyari apa?"
"Ah?" kaget Cerin.
"Kamu nyari apa?" tanya nya mengulang pertanyaan nya tadi.
Disaat itu Cerin telah berbalik badan. Dan tampak lah seorang pria keren dengan memakai pakaian cool dan wajah yang tak asing.
"Kak Rakha? Kamu kageti saya saja nih!" gerutu Cerin.
"Eh?" kata pria itu bingung. Tapi ia memiliki pemikiran sendiri dan melanjutkan perkataan nya.
"Maaf kalau ngageti. Oh yah, kamu cari apaan?"
"Ini loh kak. Saya nyari buku tentang medical untuk pelajaran nanti. Tapi kok gak ada yah!"
"Oh kamu nyari buku medical. Kalau aku sih punya. Kamu ikut saja dengan aku. Nanti aku kasih pinjam."
"Gak perlu kak, nanti ngerepoti. Saya cari saja di sini."
"Masalahnya begini. Buku seperti yang kamu bilang, sulit di cari di perpustakaan ini. Kalau pun ada mencarinya pasti satu jam baru dapat." jelas pria itu.
"Eh? Ya sudah deh. Saya ikut Kak Rakha saja!"
........................................
Setelah itu Cerin dan pria itu sampai di sebuah tempat penuh dengan loker.
"Nih! Buku yang kamu carikan?"tanya pria itu sambil menjulurkan tangannya yang sedang memegang sebuah buku.
"Trima kasih Kak Rakha! Sebenernya saya masih banyak yang mau saya bicarakan dengan Kakak, tapi 3 menit lagi pelajaran saya akan dimulai. Jadi saya pergi dulu yah Kak. Lain kali saja deh saya bicarakan. Maaf sudah merepotkan Kakak!" seru Cerin sambil meninggal kan pria itu dengan berjalan cepat.
Disitu juga Cerin memainkan matanya( mengedipkan satu mata)membuat pria itu terpesona.
"Eh!" kata pria itu saat Cerin pergi meninggalkan nya.
"Pantesan dia seperti orang aneh saat melihat gadis ini. Ternyata memang benar gadis ini membuat orang terpesona. Sekali bertemu saja sudah seperti akrab." kata pria itu.
....................................
Saat ini Cerin telah berada di ruang kelasnya. Di situ Dosen belum datang.
"Cerin sayang! Kamu ini tadi permisi nya langsung lari saja yah! Belum saja saya boleh kan." sewot Stefan.
"Yah elah Stefan! Masa sih kamu tega lihat saya gak punya buku yang saya perlukan! Lagian waktunya kan dah kepepet." balas Cerin.
"Kan kamu bisa lihat dari handphone (google) sayang. Ngapain susah susah cari buku sampai kepepet begini?" kata Stefan dengan santai nya.
"Yah ampun Stefan. Kamu ini bicaranya sepele amat yah, tanpa bersalah lagi!" seru Cerin.
"Lah kan benar. Dari pada capek cari buku, kan lebih mudah ambil praktisnya saja." jelas Stefan.
"Kamu yah! Santai amat kamu bicaranya! Pokoknya saya gak suka kalau belajar ambil praktisnya! Apalagi belum tentukan dari handphone (google) sama seperti di buku isinya." jelas Cerin.
__ADS_1
"Yah sudah deh! Kamu benar." kata Stefan mengalah.
Memang benar. Dari dulu Cerin paling gak percaya sama yang namanya praktis dalam pelajaran. Nanti ia takutnya belajar kurang benar dari handphone.
Oleh karena itu Cerin seorang anak yang berbakat. Pintar/pandai, maupun cekatan dalam belajar.
Dan juga oleh karena itu Cerin mendapatkan beasiswa yang sangat bagus untuk belajar di luar negeri.
Sedangkan Stefan dari dulu suka yang praktis dalam pelajaran. Karena dari ia kecil tidak ada yang benar benar merawat dan mengajari nya.
Paling paling Stefan hanya diles kan saja.
Papanya sibuk bekerja.
Ibu tirinya selalu ia tolak sendiri. Stefan dari dulu tidak pernah mengakui kalau itu istri papanya sekarang.
Tapi dari perkataan Cerin. Memang ada benarnya. Mulai saat itu Stefan mulai mengerti dan belajar agar lebih mendalami ilmu pelajaran nya.
Stefan ingin suatu saat dia mengambil harta hak warisnya dengan cepat sebagai anak dari keluarga Willson.
............................................
Dosen masuk dan mengajar di kelas itu.
Tak terasa lama waktu berjalan. Akhirnya waktu pulang pun tiba.
"Sayang hari ini kita makan siang di luar yuk!" ajak Stefan.
"Hmm? Kau mau minta maaf dengan mengajak saya makan di luar? " tanya Cerin sambil mengatakan Stefan punya salah karena kejadian tadi pagi.
"Hmm, gak juga sih. Saya hanya kepingin makan siang di luar saja. Soalnya saya sudah bosan makan makanan masakan kamu terus tiap hari!" goda Stefan ke Cerin.
"Kalau begitu, kamu selamanya gak usah datang ke apartemen saya minta makan!"
"He? Bukan kah kamu yang datang mengantarkan makanan itu ke apartemen saya?" tanya Stefan sambil terus menggoda Cerin.
"Ih! Kamu yah!" seru Cerin sambil mencubit pinggang Stefan.
"Aduh, aduh, aduh! Sakit ! Ampun deh saya salah!" kata Stefan sambil mengelus pinggang nya yang habis dicubit Cerin.
Cerin yang mendengar perkataan itu pun merasa puas.
"Tapi sayang kamu mau kan makan siang nanti?"
"Hmm, ok deh!"
Hai guys tolong bantu dukung author yah. Bisa melalui like, komen , favorit nya.
Author juga butuh dukungan vote nya.
Author sangat berterima kasih kepada yang telah mendukung novel ini.
Tunggu episode selanjutnya yah 🤗!
__ADS_1