Menemukan Cinta Sejati

Menemukan Cinta Sejati
Episode 7:


__ADS_3

H a p p y reading guys. Stay for reading in my novel with me yeah guys.


Episode sebelumnya....


 Hati Cerin sangat terpukul saat mendengar perkataan Stefan lagi, ia menangis di dalam hati. Tapi kata Stefan memang benar, banyak laki-laki yang menggoda Cerin , yang membuat Cerin merasa risih .


 


"Baiklah aku terima, tapi ini hanya kesepakatan keuntungan setiap orang dari kita. Dan lagi kau harus membayar ku 2 kali lipat dari yang kau katakan? Bagaimana?" tanya Cerin.


"Hmm baik aku terima. Apa susahnya? Cuma bayar segitu tidak ada artinya bagiku," kata Stefan sombong.


"Hmm lihat saja! Aku akan balas dendam denganmu Stefan!" kata Cerin di dalam hatinya.


 Ternyata Cerin juga menerimanya, agar dia dapat balas dendam terhadap Stefan .


 


Tapi tindakan Stefan memang salah. Tapi apa buat kalau dia tidak mengatakan seperti itu ia pikir Cerin akan menolaknya.


Sedangkan Cerin sedari kemarin sudah menunggu ucapan Stefan tentang bahwa ia menyukai dirinya. Tetapi itu berbeda dengan ilusinya. Kesalah pahaman sudah terjadi .


Bagaimana cara menjelaskannya?


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Setiap hari dengan waktu yang sangat lama Stefan dan Cerin hanya berpura-pura di depan semua orang yang sering mengganggu mereka. Mereka berpura-pura pacaran . Terutama di sekolah mereka.


 


Banyak murid-murid yang iri dan ada juga bersedih karena tidak dapat mendekati Stefan maupun Cerin.


 Sampai Suatu Ketika Cerin Di......


"Drrtt drrtt.." Suara dering handphone.


"Hmm, halo ini siapa ya?" tanya Cerin.


"Halo Nona saya Kru yang sedang bertugas dalam pembuatan film yang sedang anda ikuti," jawabnya.


"Hmm ya, ada apa ya? Kok saya tidak mengenal kamu ya? Memangnya siapa yang memberikanmu nomor telepon saya?" tanya Cerin penuh selidik.


"Ha... itu saya ditugaskan langsung dari atasan saya dan memberikan saya nomor telpon anda, Nona," jelasnya.


"Ha, iyakah. Untuk apa kamu telepon saya?" tanya Cerin bingung.


"Ini Nona, hari ini ada syuting dekat lahan tambang di gedung yang sudah tidak terpakai. Nona ada peran yang harus anda ikuti," jelasnya.


"Apa? Kenapa ini mendadak sekali?! Dan kenapa saya baru tahu, dan lagi kenapa kamu yang harus bilang ke saya ?!" tanya Cerin tak percaya.


"Errr... itu Nona syuting kali ini mendadak dan semua Kru yang lain sudah pergi ke sana duluan," jelasnya membuat Cerin percaya.


"Benarkah? Tn. Rojidkan bisa langsung telepon ke saya, kenapa harus kamu?" tanyanya bingung.


Batin Cerin, "Ini sangat aneh!"


"Err .. itu sebabnya saya yang telepon Anda Nona karena di daerah lokasi syuting sekarang ini sangat sulit mengambil jaringan. Koneksi di sana sangat buruk. Karena saya belum pergi jadi saya yang telepon Anda," jelasnya.


"Hmm ok baiklah, jadi apakah saya harus pergi sekarang?" tanya Cerin dengan percayanya.


"Ya, Nona. Saya akan jemput anda, kita akan pergi sekarang. Oh ya, Nona. Anda di mana sekarang ?" tanyanya.


"Oh saya ada di sekolah saya. Tapi tunggu saya akan keluar menunggu kamu," ucap Cerin.


"Ok saya datang Nona!" ucapnya.

__ADS_1


Batinnya, "Hehehe kamu kena perangkapku bocah!"


Di Gedung yang tak Terpakai lagi:


 


"Hmm apakah di tempat ini kita akan melakukan syuting?"


 


"Ha iya, ya tentu saja, Nona Cerin," ucapnya canggung.


"Ini sangat aneh , kenapa di sini sangat sunyi? Tidak ada satupun orang kecuali kita! Apakah kamu salah tempat yah!" tanya Cerin penuh selidik.


"Ha tidak mungkin ! Ini tempat yang benar. Silakan masuk Nona ke dalam." (batinnya "Dasar bocah yang sangat bawel")


"Eh .. oh ok."


Beberapa saat kemudian...


"Ini benar bukan tempat lokasi syutingnya. Saya tahu itu, apakah kamu menipu saya?!" ucap Cerin yang kali ini mulai merasa curiga.


"Hahaha akhirnya kamu tersadar juga ya bocah!" tawanya sampai bergema di dalam ruangan tersebut.


"Ahh Siapa kamu! Kamu penculikkah? tanya Cerin terkejut disertai rasa takut.


"Haha benar. Saya mau kamu bocah. Dari tadi kamu ini bawel banyak tanya akhirnya bisa diakhiri," ucap penculik itu sambil tertawa.


"Apa maumu? Lepaskan saya! Kau tahu bukan?Saya ini murid dari luar negeri! Jika kau melukai saya kamu akan tahu akibatnya!"


"Haha aku tahu itu. Kamu hanya perlu bekerja sama untuk memancing Stefan milikmu itu ke sini untuk menolong kamu!" ucap penculik itu membuat Cerin merasa bingung apa maksud dari perkataannya.


"Apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan saya!"


 


 


"Dasar sialan beraninya dia menangkap gadisku!" ucap Stefan dengan mimik wajah yang marah besar.


 


Sesampainya di tempat di mana Cerin diikat....


 


"Ah ternyata Tn. Stefan cepat juga datangnya. Ternyata kamu sangat sayang dengan pacar cantikmu itu!" ucap si penculik.


"Di mana dia?! Apa yang kamu lakukan kepada dia?!" Melemparkan tas berisi uang yang sangat banyak itu.


"Tenang sabar dia aman cuma dia berada di dalam gudang itu. Kau bisa kesana sekarang. Hmm uangmu sungguh bagus, tertata dengan rapi, hahaha!


 


Stefan memasuki gudang itu dan membuka tali yang sedang mengikat Cerin.


 


Tapi saat keadaan seperti itu sesuatu terjadi.....


"Titt!" Suara bom yang baru aktif karena terinjak Stefan.


"Sialan mereka membuat bom berbahaya!" gumam Stefan.


"Ada apa? Wajahmu tiba-tiba kebingungan?" tanya Cerin bingung.

__ADS_1


"Ha..ti..tidak apa apa cepat kamu keluar duluan!" ucap Stefan terbata-bata.


"Hmm baiklah......., eh tunggu kenapa kamu tidak ikut?"


"Di bawah kakiku ada bom yang lagi hitung mundur segera kau pergi!"


"Itu delapan menit lagi kita bisa lari bersama-sama dengan cepat, ayo!" Cerin menarik tangan Stefan.


"Tidak Cerin , jika aku lepas injakan bom ini akan meledak! Sekarang kamu pergilah selagi ada waktu!"


"Tidak aku akan bersamamu, kita hidup semati! Kau sudah menyelamatkanku sekarang aku yang akan menyelamatkanmu!"


 


Stefan terharu dengan perkataan yang di katakan oleh Cerin tadi. Pipinya sedikit merona.


 


"Hei..! Jangan melamun saja! Aku panggil kamu dari tadi!"


"Hmm ah ya!" ucapnya terkejut.


"Kamu punya kenalan penjinak bom?" tanya Cerin


"Ya aku punya. Itu nomornya ada di handphoneku," ucapnya membalas pertanyaan Cerin.


"Hmm ok..... Hallo cepat tolong bantu saya dan Stefan menjinakkan bom! Tolong cepat!" ucap Cerin panik.


"Oh ya, Nona ada di mana dan berapa menit waktu bomnya berakhir?!" ucap si penerima panggilan.


"Ini di ujung kota bomnya lima menit lagi akan meledak!"


"Ini tidak ada waktu lagi, Nona!" ucap si penjinak bom.


"Baik. Kalau begitu bantu ajari aku untuk melakukannya biarkan aku yang mematikannya!"


"Apakah kau yakin Cerin?" tanya Stefan


"Hmm saya yakin," jawabnya.


................


"Tit..tit..tit..!"


"Ah akhirnya selasai!" ucap Cerin sambil mengelap keringatnya yang ada di kening dan pipinya.


"Ya kamu berhasil sayang!" Sambil memeluk Cerin.


"Ah ya. Eh tunggu kamu panggil aku dengan sebutan 'sayang' ?" tanya Cerin tak percaya.


"Iya, karena kamu adalah satu-satunya wanita milikku!"


 


Wajah Cerinpun merah merona mendengar perkataan Stefan yang sangat manis itu.


 


Hai teman-teman! Apa kabar?


Bersambung dulu ya teman teman...


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya...


Karena dukungan dari kalian semua adalah motivasi buat sang Author.

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya muachhh..


__ADS_2