
setelah pergi dari hadapan laki laki itu, tia tetap menerus kan pencarian nya untuk menemukan sang adik
dari kejauhan seseorang memandang tia, dia adalah adam, ia mengagumi kecantikan sang kakak yang bahkan sangat terlihat cerah dengan gamis yang di pakai nya saat itu, ia bahkan sangat ingin mencari sosok perempuan yang sama seperti kakak nya itu
ia yakin bahwa kakak nya itu pasti sedang mencari nya.
ia berinisiatif untuk menggoda sang kakak
"hi lady did you come here alone (hai nona apakah kau datang kesini sendiri?)" ucap seseorang dari arah samping tia yang tak lain adalah adam
__ADS_1
tia terpaku, ia tak mampu menjawab perkataan laki aki di samping nya ini, ia tidak mau jika harus mengobrol dengan laki laki yang tidak ia kenal. tapi ia seperti nya mengenali parfum orang ini, bau parfum ini sangat tidak asing, ia yakin bahwa ia sangat mengenal nya.
tia menoleh pada laki laki yang baru saja menyapa nya itu, adam langsung menyengir tana rasa bersalah nya. sedangkan tia, ia menatap adik nya dengan tatapan tajam nya, lalu sedetik kemudian ia memeluk adik nya dengan sangat erat, dan di balas pelukan hangat pula oleh sang adik
para tamu undangan yang berada disana menyaksikan dengan penuh kekaguman, begitu pula dengan seseorang yang berada di pojok ruangan itu, mereka berfikir bahwa betapa beruntung nya seorang tia yang bisa mendapat kan laki laki setampan dan se mapan adam, mereka tidak pernah menyangka bahwa tia dan adam adalah saudara, karena memang tia sangat jarang pulang ke inggris, bahkan tia tidak pernah di kenal kan dengan para rekan kerja ayah nya itu.
tuan daffin memang pernah mengatakan bahwa ia memiliki seorang putra dan seorang putri, namun ia tidak pernah mengenal kan tia secara langsung, berbeda dengan adam yang memang sudah banyak di kenal karena ia sudah mulai terjun ke dunia bisnis untuk menggantikan sang daddy
tia dan adam segera berjalan menuju panggung dengan bergandeng tangan layak nya sepasang kekasih.
tia berdiri diantara daddy dan adik nya sedang kan mommy nya berdiri di samping daddy nya
__ADS_1
"well, maybe all of you are wondering who is this beautiful girl next to me (baiklah, mungkin kalian semua bertanya tanya tentang siapa kah gadis cantik yang berada di samping saya ini)" ucap tuan daffin
lalu tuan daffin menyerah kan mic kepada tia agar ia memperkenal kan dirinya kepada para rekan nya yang berada disana
"Hello all, I am Alifah Tia Delfriaca, the daughter of Mr. Daffin Delfriaca and Mrs. Carolline Delfriaca. maybe ladies and gentlemen all do not know me because all this time I have lived in Indonesia, and I also achieved my dreams there. not as a businessman but as a doctor at a hospital in Indonesia, precisely in Jakarta (hallo semua, saya alifah tia delfriaca putri dari tuan daffin delfriaca dan ny.carolline delfriaca. mungkin tuan dan nyonya semua tidak mengenal saya karena memang selama ini saya tinggal di indonesia, dan saya juga meraih cita cita saya disana. bukan sebagai pembisnis tetapi sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit yang berada di indonesia, tepat nya di jakarta) ucap tia menjelas kan identitas nya
di sambut oleh tepuk tangan para rekan kerja sang ayah.
namun di ujung ruangan sana, seseorang terlihat mengerut kan kening saat mendengar pernyataan tia barusan
apa mungkin gadis itu...
__ADS_1