
pagi ini, sama seperti pagi pagi biasanya, tia bangun setelah itu mandi lalu melaksanakan shalat subuh.
dan setelah itu ia berangkat menuju rumah sakit tempat ia bertugas
saat sampai di rumah sakit, ternyata masih cukup sepi, belum terdapat banyak orang disana karena memang ini masih terbilang cukup pagi
karena masih pagi, seperti kebiasaan tia setiap pagi maka ia akan menuju kantin untuk sarapan.
tia langsung berjalan menuju kantin, ia duduk di kursi biasa saat ia makan di kantin, karena memang tia termasuk langganan
"bik yang biasa ya" ucap tia
tia menunggu pesanan nya sembari memain kan handphone nya.
hingga tiba tiba suara seseorang membuyar kan konsentrasi nya
"boleh saya duduk disini?" tanya nya
tia mendongak, dan melihat daffa yang berdiri di depan nya
"kak daffa, silah kan duduk kak" ucap tia
daffa langsung duduk di kursi nya yang berseberangan dengan tia, tia yang penasaran pun membondong daffa dengan pertanyaan
"kakak kok disini? apa ada keluarga kakak yang sakit?" tanya tia
daffa tersenyum simpul
"nggak kok, saya memang sengaja nungguin kamu" jawab daffa
__ADS_1
tia nampak mengerut kan kening nya dan bertanya tanya tentang maksud perkataan daffa barusan. baru saja tia akan menanyakan tapi malah terpotong karena pegawai kantin yang datang mengantar pesanan
"silahkan dok" ucap pegawai kantin
"ya terima kasih" jawab tia kemudian tersenyum
lalu tia kembali menatap daffa
"kakak tadi bilang nungguin saya?" tanya tia yang di jawab anggukan oleh daffa
"mm tia, kamu biasa nya pulang jam berapa dari rumah sakit?" tanya daffa kembali
"saya? sore sih kak, mungkin jam 4 nanti" jawab tia
"sebenar nya ada yang mau saya bicarakan sama kamu, daaann kalau kamu berkenan saya ingin mengajak kamu untuk ketemuan nanti sore" ucap daffa
"membicarakan apa ya kak?" tanya tia
"kalau kamu mau tahu, nanti sore saya jemput kamu, kita jalan sebentar sore nanti. bagaimana?" tanya daffa sengaja membuat tia penasaran
"mm nanti tia kabarin ya kak, kalo tia ngga lembur inshaa allah bisa. tapi kalo lembur biasa nya sampai malem kak, jadi kemungkinan ngga bisa" ucap tia
daffa melihat ada keraguan di mata tia, mungkin tia berfikir bahwa dia adalah penjahat atau sejenis nya fikir daffa.
akhir nya daffa pun mengiyakan ucapan tia
setelah itu, daffa langsung pamit kepada tia untuk menuju perusahaan nya.
sedang kan tia, setelah kepergian daffa ia segera memakan makanan nya karena sebentar lagi sudah waktu nya untuk bertugas.
__ADS_1
***
jam makan siang pun tiba, tia tetap di ruangan nya dan memikir kan ajakan daffa tadi.
kak daffa, mau ngomongin apa ya? kok aku jadi takut gini? batin tia
sedetik kemudian tia tersadar
"astaghfirullahal 'azim, tia ga boleh seudzon sama orang. astaghfirullahal 'azim" ucap tia berkali kali
setelah ia memikir kan semua dengan matang, akhir nya ia memutus kan untuk menghubungi daffa dan mengatakan bahwa ia tidak ada jadwal lembur
baru saja tia akan membuka whats app nya tiba tiba ia teringat sesuatu
"oh iya ya, aku kan ga punya nomor nya ka daffa" gumam nya
"aduh gimana dong ngabarin nya"
tia meletak kan hp nya kembali ke meja
lalu tiba tiba hp tia berdering tanda pesan masuk, tia segera meraih hp nya dan melihat siapakah orang yang menghubungi nya.
ia melihat bahwa nomor tersebut tidak terdaftar di kontak nya. namun karena takut jika ini merupakan hal penting akhir nya tia membaca isi pesan tersebut
^^^"hallo tia, ini saya daffa. gimana dengan ajakan saya tadi? kamu ada lembur?" tanya daffa tanpa mengucap salam^^^
tia yang melihat pesan dari daffa tanpa mengucap salam pun berfikir bahwa mungkin daffa seorang non muslim, akhir nya ia pun membiar kan
"bisa kak, kakak tentuin aja tempat nya mau dimana, nanti tia yang kesana. soal nya tia ada mobil sendiri" balas tia
__ADS_1