
hari ini adaah hari keberangkatan daffa ke jerman.
sejujur nya, jauh di dalam lubuk hati nya ia sangat tidak rela meninggal kan negara yang sudah menjadi saksi perjuangan nya selama 2 tahun ini, apalagi jika mengingat tia.
ia ingin mengabari tia mengenai kepulangan nya ke jerman, namun saat ia fikir fikir apakah pantas ia mengabari tia sedangkan status kedua nya saja tidak jelas. hanya sekedar teman biasa
"kau jaga dirimu juga perusahaan kita" ucap daffa pada farah
farah nampak berat untuk melepas kepergian daffa
"apakah kakak tidak akan kembali kesini lagi?" tanya farah
"setelah mommy sembuh, aku akan mencoba membicarakan ini kepada mereka"
"jaga dirimu" ucap daffa
daffa memeluk farah, setelah itu berjalan membawa koper nya menuju pesawat yang akan take-of sebentar lagi
farah mengiringi kepergian daffa dengan kesedihan namun tidak dengan air mata. farah tidak mau orang lain melihat sisi lemah nya, cukup daffa saja yang mengenal baik dirinya
farah adalah sosok gadis yang sangat dingin dan tak tersentuh di hadapan orang lain. namun jika ia berhadapan dengan daffa, maka sisi dirinya yang sebenar nya akan keluar.
__ADS_1
sisi lemah nya, tangis, dan penderitaan hidup nya, semua daffa ketahui. begitu pula dengan farah, ia mengetahui segala nya tentang daffa.
setelah daffa tidak terlihat lagi, farah pun segera mengemudikan mobil nya meninggal kan bandara menuju kantor daffa. ia mengemudi dengan kecepatan penuh karena itu sudah menjadi hal biasa yang ia lakukan.
tiba dikantor, semua karyawan yang melihat segera menunduk hormat kepada nya, mereka sangat segan kepada bos dan sekretaris kantor ini.
bahkan karyawan laki laki yang bekerja di kantor inipun tidak ada yang berani melawan kata kata farah apalagi jika daffa yang memerintah kan
farah masuk keruangan nya, tak lama setelah farah masuk ke ruangan, sang sekretaris pun masuk untuk membaca kan apa saja agenda yang akan dijalani farah hari ini untuk menggantikan daffa sementara waktu
"maaf nona sa... " belum sempat menyelesai kan kata kata nya tapi ucapan nya langsung di potong oleh farah
"segera bacakan saja" ucap farah dingin
"baiklah nona, kalau begitu saya permisi" ucap sang sekretaris dan hanya di jawab anggukan oleh farah
sementara di tempat lain,
seperti biasa, tia berada di rumah sakit dan menangani para pasien nya. tia memang tidak banyak waktu libur karena ia merupakan dokter yang cukup di andal kan di rumah sakit ini, jadi dalam satu munggu ia hanya mendapat waktu libur satu hari yaitu penghujung minggu
"huh, capek juga" gumam tia, tia mendudukan dirinya di kursi kebanggaan nya.
__ADS_1
tengah asik bersantai, tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruangan nya
tok.. tok..
"masuk" ucap tia
masuklah seorang perawat keruangan tia,
"ada apa sus? apa ada pasien yang membutuh kan saya?" tanya tia
"tidak dok, hanya saja dokter indra meminta dokter untuk menemui beliau di ruangan nya" ucap suster itu
"dokter indra memanggil saya? untuk apa ya sus kalau boleh tahu?" tanya tia
"maaf dok saya kurang tahu" jawab suster
tia mengangguk
"baiklah, saya akan segera kesana" ucap tia, suster itu segera keluar dari ruangan tia
"apakah ada yang penting? tidak biasa nya dokter indra memanggil" gumam tia
__ADS_1
dokter indra merupakan laki laki paruh baya yang sudah mengabdikan dirinya di perusahaan ini, bahkan saat ini ia menjabat sebagai kepala rumah sakit di tempat tia bekerja, meskipun jarang terlihat dan jarang berbaur dengan para bawahan nya, tapi beliau merupakan orang yang baik dan semua pegawai sangat menyayangi nya