Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
ngidam pertama


__ADS_3

sesuai janji kepada istri nya tadi pagi, kini daffa menaiki mobil nya dan membelah jalanan ibukota untuk menjemput sang istri di rumah sakit tempat istri nya mengabdikan diri selama ini


tiba di rumah sakit, daffa segera berjalan menuju ruangan sang istri


"assalamu'alaikum" salam daffa dan langsung membuka pintu ruangan tia


tia tersenyum melihat suami nya yang sudah datang untuk menjemput nya pulang


"wa'alaikum salam" jawab tia serta berdiri dan menyalami tangan sang suami dan di balas ciuman hangat di kening nya


"gimana hari ini, capek?" tanya daffa


"lumayan lah kak, karena kan pasien nya juga banyak, tapi kakak ngga usah khawatir karena tia nggak ngangkat yang berat berat kok" jawab tia sembari terkekeh mengingat perkataan daffa pagi tadi


daffa hanya senyum tanpa dosa


"bagaimana sudah bisa pulangkan?" tanya daffa dan dijawab anggukan oleh tia


kedua nya keluar dari ruangan tia, dengan tia yang bergelayut manja di lengan sang suami.


"wih bawaan bayi benar benar bawa barokah ya dokter tia" ucap dokter vira yang tak sengaja berpapasan dengan kedua nya


daffa hanya tersenyum menanggapi itu sedangkan tia juga ikut tersenyum

__ADS_1


"dokter vira sudah mau pulang?" tanya tia


"iya" jawab dokter vira


"perlu tumpangan?" tanya tia


"seperti biasa" ucap dokter vira


"ayang mbep udah jemput di depan" jawab dokter vira setengah berbisik agar tak terdengar oleh daffa, namun nyata nya daffa masih bisa mendengar itu semua dan hanya tersenyum tipis


"oh gitu, kita duluan kalo gitu dok, semoga secepat nya di halal kan" do'a tia


"aamiin" jawab dokter vira


setelah obrolan singkat dengan dokter vira kini daffa dan tia sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka, tia selalu bergelayut manja di lengan suami nya itu


"kak" panggil tia


"kenapa sayang?" tanya daffa


"tadi pagi kakak bilang pada baby jangan nakal biar cantik kayak mommy nya, emang kakak pengen nya anak perempuan?" tanya tia


daffa mengelus kepala istri nya yang tertutup jilbab

__ADS_1


"kakak bahkan lupa kalau kakak tadi pagi bilang gitu, kaka cuma refleks aja" ucap daffa


"kakak tidak mempermasalah kan perkara jenis kelamin karena menurut kakak itu sama saja, hanya saja jika dia perempuan maka harus cantik seperti mommy nya" jawab daffa


"dan kalau laki laki maka harus tampan seperti ayah nya" ucap tia menimpali


perjalanan menuju rumah terasa begitu singkat bagi kedua nya karena obrolan yang mereka ciptakan selama dalam perjalanan yang menurut mereka begitu asik


**


"kak" panggil tia menggema di rumah mereka


"ya sayang, kenapa?" tanya daffa


"dede pengen makan kayak nya" ucap tia


"dede atau mommy nya?" goda daffa


"yaudah dede mau makan apa?" tanya daffa


"kalau yang pedas pedas boleh?" tanya tia


daffa nampak berfikir, jika ia membiarkan istri dan anak nya untuk memakan sesuatu yang pedas sesuai keinginan mereka, daffa takut jika itu akan berpengaruh pada kandungan tia

__ADS_1


"tapi... jangan terlalu pedas, oke?" ucap daffa dan diangguki oleh tia dengan semangat


bagi tia, sudah diizin kan untuk memakan makanan pedas selama dalam masa kehamilan nya saja itu sudah merupakan suatu keberuntungan yang luar biasa, karena jujur saja awal nya ia mengira bahwa sang suami tercinta nya itu tidak akan memberikan nya izin untuk memakan nya.


__ADS_2