
tring... tring..
"masuk yuk, abis ini kan pelajaran bu desti. kita telat 1 menit aja beeuuhhh udah jadi rempeyek kita" ucap naura
memang diantara ketiga nya hanya naura yang sedikit pintar dalam pelajaran, jadi ia cukup faham dengan guru-guru killer di sekolah nya itu
"buru buru amat selow ae kali, hidup itu di bawa santuy, jangan malah tegang" ucap kevin enteng
"pala lu" ucap tia dan naura bersamaan sembari menoyor kepala kevin, setelah nya, keduanya bangkit dari kursi yang mereka duduki dan menuju kelas meninggal kan kevin
...----------------...
saat tiba di kelas, ternyata bu desti belum masuk, sebenar nya itu bukan suatu masalah untuk mereka, karena memang sebagian besar mereka tidak menyukai belajar, mereka lebih menyukai jam kosong seperti sekarang ini.
__ADS_1
paling hanya para perangkat kelas yang sedikit ada keinginan belajar, itu pun bukan keinginan belajar tapi lebih tepat nya keterpaksaan belajar demi menjaga image
"sinta lo ke kantor gih, panggilin bu desti" pinta doni;ketua kelas
sinta tampak berdiri dari duduk nya dan hendak berjalan keluar kelas, namun baru lima langkah ia berjlan, kevin sudah muncul di hadapan nya dan menghadang jalan nya
"hallo sekretaris cantik, mau kemana nih? pasti mau manggil bu desti ya? udah gausah di panggil nanti juga dateng sendiri, lagian kalian pada sok rajin banget sih mau belajar sama tuh guru killer" ucap kevin,
"mm ke.. kevin, ibu desti.. " belum sinta menyelesai kan ucapan nya, kevin lebih dulu menyela
"udah, biarin aja gausah belajar sama bu desti, kan lebih bagus" ucap kevin masih gencar mengompori "biarin bu desti istirahat dulu supaya badan nya gak hemmb" ucap kevin menirukan wajah gendut bu desti dengan mengembang kan pipi nya menahan nafas
melihat itu, semua murid tampak tertawa, mereka seolah melupakan bahwa saat ini orang yang tengah mereka tertawakan ada di hadapan mereka, hingga tawa itu terhenti setelah mendengar teriakan keras bu desti
__ADS_1
"keluar dari kelas saya!" ucap bu desti lantang
mendengar teriakan khas yang begitu menggema, kevin segera membalik badan nya, dan di saat itu juga waktu seakn berhenti untuk nya, orang yang sejak tadi ia bicara kankini berdiri di hadapan nya dengan wajah garang yang selalu menakut kan
"eh bu desti, sejak kapan disini bu?" tanya kevin basa basi
"sejak kamu ngatain saya dari tadi" jawab bu desti tanpa ekspresi sedikit pun
"hehe, saya tadi cuma becanda bu, ayo bu silah kan masuk" ucap kevin mencoba sesopan mungkin
"jangan pernah masuk pelajaran saya lagi, sekarang kamu keluar karena saya tidak sedang bercanda" ucap bu desti tegas
bu desti benar benar tidak bisa di lawan, melihat sorot mata nya saja sudah membuat lawan bicara nya mati kutu, apalagi jika harus menghadapi kemarahan nya, bahkan ledakan dahsyat gunung krakatau pun tidak akan bisa menandingi mya
__ADS_1