
daffa tak kuaasa membendung rasa haru yang menghinggapi nya kini, ia sangat terharu karena ternyata daddy dan mommy nya kini telah mendukung nya.
"terimakasih dad" ucap daffa lalu memeluk sang daddy
"daddy sudah salah mengartikan semua nya selama ini nak maaf kan daddy"
"dann dokter tia maaf kan saya jika mungkin anda merasa di rugikan atas semua ini" ucap tuan albert
tia nampak terharu dengan pemandangan di depan nya ini, sebuah keluarga harmonis yang baru saja bersatu kembali
"tidak tuan, saya tidak merasa di rugikan sama sekali" ucap tia
"nak, kemarilah" pinta ny.brianna pada tia
"hatimu sangat mulia nak, orang tua mu pasti bangga mempunyai putri seperti mu" ucap ny.brianna sembari memegang wajah tia
"terima kasih nyonya"
"no! jangan panggil nyonya, panggil aku mommy yes girl?" ucap ny.brianna pada tia
tia nampak tersenyum
__ADS_1
"baik mom, terima kasih" ucap tia
sementara di sisi dunia lain,
tampak kevin tengah mengendarai mobil nya bersama dengan sekretaris nya menuju restoran, dimana ia sudah membuat janji dengan klien nya
"dimana tempat nya" tanya sekretaris kevin setelah sampai di restoran tersebut
"disana tuan, mari" ucap pelayan resto dengan sopan
kevin mengikuti sekretaris dan pelayan resto itu untuk menuju ruangan yang sudah di pesan kan demi kenyamanan mereka
"silahkan tuan" ucap pelayan itu mempersilah kan kevin dan sekretaris nya untuk duduk lalu ia berlalu pergi
"sebentar lagi mereka tiba tuan, baru saja sekretaris nya mengabar kan bahwa mereka masih dalam perjalanan karena terjebak macet" jawab sekretaris
kevin memain kan hp nya untuk mengurangi kejenuhan nya menunggu klien nya tersebut, hingga suara seseorang membuyar kan konsentrasi nya pada hp
"selamat siang tuan, maaf kami sedikit terlambat" ucap riri sekretaris dari klien kevin
kevin mendongak kan kepala nya dan melihat seorang wanita yang ada di hadapan nya ini,
__ADS_1
"tidak apa nona, saya juga baru saja tiba" ucap kevin
riri langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan
"maaf sekali lagi tuan, karena atasan saya saat ini sedang di toilet, mungkin sebentar lagi beliau akan datang" ucap riri
"oh iya tidak apa, justru saya fikir tadi anda adalah klien saya" ucap kevin
lalu tiba tiba masuklah seorang wanita kedalam ruangan itu, dengan rambut yang selalu diikat, dan jangan lupakan celana jeans nya yang bisa dikatakan merupakan ciri khas dari wanita tersebut. ia berjalan dengan anggun nya lalu duduk di kursi sebelah sekretaris nya dan berhadapan langsung dengan kevin
kevin nampak terkejut dengan orang yang dilihat nya ini, bukan kah ini adalah wanita yang waktu itu menolak berkenalan dengan nya fikir kevin. sedangkan farah juga sedikit terkejut sebenar nya, namun ia segera menguasai diri kembali dan bersikap biasa saja
"hallo tuan perkenal kan saya farah, sekretaris pribadi dari tuan daffa yang di percayakan untuk menangani proyek ini" ucap farah memperkenal kan diri sembari mengulur kan tangan nya
kevin masih diam dan memperhatikan farah
"pak" ucap sang sekretaris menyadar kan bos nya itu
kevin tersadar dan segera menjabat tangan farah,
"oooh iya maaf, saya kevin, senang bisa bekerja sama dengan anda" ucap kevin
__ADS_1
"jika memuaskan" ucap farah sinis seakan mengatakan jangan terlalu percaya diri, karena jika presentasi dan tawaran yang kalian berikan tidak menarik, maka kerja sama ini tidak akan terjadi
sedangkan mereka yang berada di ruangan itu merasakan hawa yang mencekam dari perkataan farah barusan, jangan kan kevin dan sekretaris nya, bahkan riri yang memang sekretaris farah saja merasa kan hawa yang sangat tidak enak disini