
daffa tidak pernah berhenti tersenyum, bahkan kedua orang yang kini berada tak jauh darinya pun merasa heran dengan daffa hari ini, karena sedari tadi ia tidak pernah berhenti tersenyum.
kevin dan farah sesekali saling melirik seakan bertanya tentang apa yang membuat bos mereka tersebut menjadi seperti itu
kevin memang selama 2 bulan ini selalu berada di perusahaan daffa, dan alasan nya karena ingin menemani sang pujaan hati nya bekerja. daffa dan tia memang menghabis kan waktu 2 bulan berada di surabaya atas permintaan daffa karena ia ingin mengetahui lebih dalam tentang lingkungan yang membesar kan istri tercinta nya
"eheem" farah berdehem untuk menyadar kan prilaku daffa namun tak di tanggapi oleh daffa
farah menggebrak meja dengan keras hingga membuat daffa menyernyit bingung
"ada apa?" tanya daffa dengan wajah datar nya
"seharus nya yang bertanya begitu adalah aku, kenapa kakak sedari tadi hanya tersenyum seperti itu? untung kakak memang sedari awal bukan orang yang dingin seperti di novel novel ceo sehingga orang yang melihat kakak tersenyum akan bergidik ngeri" ucap farah
"makanya menikah agar tau apa yang aku rasakan" ucap daffa sombong
"cih" tia dan kevin seakan mencemooh daffa
__ADS_1
daffa melanjut kan mengerjakan berkas nya tanpa menghirau kan kedua sejoli itu, hingga sedetik kemudian ia tersadar kembali dengan perkataan farah barusan
"sejak kapan kau suka membaca novel?" tanya daffa
seingat daffa, farah adalah wanita yang sangat tidak tertarik dengan dunia perhaluan seperti itu, namun ini? apa yang ia dengar ini benar benar di luar akal sehat menurut nya, bagaimana mungkin farah jadi menyukai membaca novel seperti itu
"dia ingin belajar romantis bro" celetuk kevin yang mendapat kan tatapan tajam dari farah
daffa tertawa melihat ekspresi kevin yang langsung terdiam saat melihat tatapan tajam dari farah, ia tidak bisa membayang kan akan seperti apa kehidupan rumah tangga mereka nanti jika sampai menikah.
daffa beranjak dari kursi kerja nya dan duduk tepat di sebelah kevin dengan farah di hadapan kedua nya
"sabar bro" ucap daffa pada kevin sembari menepuk pundak kevin, yang di jawab anggukan kepala oleh kevin sendiri
"sudah biasa bro, eh ia aku juga sebenar nya penasaran, apa yang membuat mu terlihat begitu bahagia?" tanya kevin
farah masih dengan wajah datar nya dan memperhatikan raut wajah daffa yang terlihat begitu sumringah, farah menebak nebak tentang apa yang sebenar nya terjadi dengan daffa karena ini bukan lah daffa yang biasa nya.
__ADS_1
daffa memang sosok yang cukup hangat dan juga murah senyum, hanya saja ini berbeda, farah bisa melihat adanya kebahagiaan besar dalam diri kakak nya tersebut
daffa melihat kevin dan farah bergantian yang dijawab tatapan penasaran dari kedua nya
"aku akan menjadi daddy" ucap daffa dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir indah nya
kevin dan farah merasa begitu bahagia dengn kabar ini
"selamat bro, do'a kan juga kami secepat nya" ucap kevin
"menikah dulu baru punya anak" ucap daffa
"ia itu yang kumaksud, kau tenang saja aku tidak akan mengadon adonan jika belum membeli bahan nya" ucap kevin
"bagus" ucap daffa
sedangkan farah tidak memperdulikan apa yang di ucap kan 2 laki laki yang ada di hadapan nya ini, ia begitu bahagia dengan kabar ini sehingga tidak peduli walaupun kedua pria itu membicarakan nya
__ADS_1