Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
masa gue harus nikah?


__ADS_3

setelah semua orang kembali ke kamar masing masing, maka tia pun kembali ke kamar nya.


ia berbaring di kasur dan melihat langit langit kamar nya, ia memikir kan apa yang akan dia lakukan selanjut nya. karena memang ia sekolah hanya beberapa bulan lagi, hanya tinggal menunggu ujian dan setelah itu lulus.


ia masih merancang apa saja yang akan ia lakukan saat nanti sudah lulus, apakah ia harus bekerja atau kah melanjut kan study nya ke jenjang yang lebih tinggi


"kalau gue kerja dengan mengandal kan ijazah sma, kemungkinan kerja yang gue dapetin cuma sekedar pegawai kaffe, dan gaji nya juga pas pas an.


tapi kalo gue kuliah, gue bakal ngambil jurusan apa? gue ga punya keahlian atau pun minat dengan dunia perkuliahan. terus sekarang gimana dong? masa gue harus nikah?"


"nggak, gue ga mau nikah muda, apalagi kalo nikah sama laki laki seumuran yang belum ada penghasilan, bisa bisa sakaratul maut gue ngejalanin nya" gumam tia

__ADS_1


"tapi kalo gue kerja, gue yakin om dan bunda ga bakal ngijinin. kalo gue harus kuliah, gue ga punya minat dengan semua jurusan nya. terus gimana dong sekarang?" tanya tia pada dirinya sendiri, ia benar benar frustasi memikir kan semua itu


saat sedang memikir kan tentang masa depan nya, tiba tiba terlintas wajah kevin dan aditya secara bersamaan.


tia menjambak rambut nya sendiri agar bayangan itu hilang dari fikiran nya


"kenapa harus kalian berdua sih?" gumam rumi


gimana caranya gue harus ngelupain mereka, sebisa mungkin apapun caranya. gue ga mau terus tersiksa karena mikirin mereka yang belum tentu mikirin gue. untuk aditya mungkin dia juga mikirin gue sih tapi gue ga suka sama dia. kalo kevin? boro boro mau di fikirin, di anggep aja ngga batin tia jengah


bukan karena status sosial yang menjadikan tia tidak mencintai aditya, hanya saja ia tidak suka dengan cara aditya mendekati nya.

__ADS_1


aditya tidak pernah mempunyai keberanian untuk mendekati nya secara langsung, ia hanya berani mengirim kan pesan pesan singkat kepada tia melalui whats app, atau mungkin menitip pesan kepada teman teman wanita yang ada di kelas nya.


tia benar benar tidak suka dengan cara aditya yang di anggap tidak gentle man.


"apa gue mondok aja kali ya? mungkin dengan mondok gue bakal lebih sibuk dari biasa nya dan akhir nya melupakan mereka, yaa mondok sambil kuliah kayak nya cocok deh" gumam tia tersenyum


baru saja ia tersenyum karena akhir nya mendapat kan cara untuk melupakan dua pria tampan itu, namun tiba tiba wajah nya kembali masam karena memikir kan tentang perkuliahan


"tapi kalo gue kuliah, gue harus ngambil jurusan apa dong?" gumam rumi sambil menghela nafas


kenapa harus gini sih? di saat orang orang mau kuliah dan ada tujuan untuk jurusan malah terhalang oleh biaya. dan gue? di saat biaya ngga jadi permasalahan, gue malah bingung tentang jurusan batin tia frustasi

__ADS_1


memikir kan itu semua benar benar membuat tia frustasi, hingga akhir nya ia memilih untuk tidur dan menyelami mimpi indah nya


__ADS_2