Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
positif


__ADS_3

pagi ini, tia bangun seperti biasa dan segera mandi tak lupa ia juga membangun kan sang suami tercinta. setelah membangun kan daffa, tia menuju dapur lalu memasak sarapan untuk ia dan suami nya makan


selesai dengan masakan nya, tia segera menuju kamar nya kembali untuk melihat apakah suami nya sudah siap atau kah masih tidur, saat ia tiba di kamar, ternyata daffa tengah mencoba memasang kan dasi nya, tia segera mengambil alih dan memasang kan dasi suami nya tersebut dengan tersenyum


setelah selesai bersiap, kini kedua nya sudah berada di meja makan, daffa makan dengan cepat karena ia sudah tidak sabar untuk mengajak istri nya menemui dokter airin


**


saat ini daffa dan tia sudah berada di ruangan dokter airin untuk mengetahui kebenaran akan kecurigaan kehamilan tia


"bagaimana dokter?" tanya daffa setelah dokter airin selesai dengan pemeriksaan nya

__ADS_1


dokter airin tersenyum dengan hangat


"selamat tuan, karena dokter tia kini tengah hamil dan usia kehamilan nya baru menginjak 2 minggu" ucap dokter airin


daffa sangat bahagia karena akhir nya keinginan nya untuk mempunyai anak akan segera terwujud, ia sangat bersyukur karena allah memudah kan jalan nya, mulai dari mendekati tia, melamar nya, lalu menikahi nya, dan kini ia sudah di percaya untuk menjadi seorang calon ayah. sungguh ia benar benar bahagia


"lalu apakah keadaan kedua nya baik dok?" tanya daffa


dokter airin tersenyum, ia tahu betul bagaimana kekhawatiran daffa saat ini karena ia pun pernah merasakan itu dari suami nya


setelah selesai pemeriksaan mereka keluar dari ruangan dokter airin, daffa sebenar nya enggan untuk membiar kan istri nya bekerja, apalagi saat ini ia sudah mengetahui bahwa ada kehidupan lain yang menghuni perut sang istri, namun ia juga sadar bahwa ibu hamil tidak boleh merasa stres karena takut nya akan mempengaruhi kondisi janin. akhir nya dengan berat hati ia pun mengizin kan

__ADS_1


"kamu hati hati ya sayang, jangan angkat yang berat berat, ingat disini sekarang sudah ada baby" ucap daffa mengusap perut tia


"kak, istri kakak ini dokter bukan kuli, jadi nggak mungkin ngangkat yang berat berat" ucap tia terkekeh


daffa menggaruk tengkuk nya, karena rasa khawatir nya yang berlebihan hingga membuat daffa melupakam profesi istri nya yang merupakan seorang dokter, entah apa yang tadi ia fikir kan hingga melarang tia mengangkat yang berat berat, mungkin benar kata tia bahwa daffa mengira bahwa dirinya adalah seorang kuli


"ya sudah intinya jangan melakukan apapun yang dirasa berat, oke?" ucap daffa


"ia" jawab tia


daffa memandang tia dengan senyuman tulus nya

__ADS_1


"kalau begitu kakak ke kantor dulu, kamu jangan terlalu capek, nanti sore kakak jemput" ucap daffa dan diangguki tia


"for your baby jangan nakal di perut mommy ya, biar kan mom kerja menyelamat kan nyawa orang, dan semoga nanti kamu bisa seperti mommy yang cantik, baik, dan jadi hero untuk semua orang" ucap daffa pada perut tia lalu mencium nya


__ADS_2