
saat ini tia sedang duduk sendiri di belakang kelas, memandangi pohon pohon tinggi yang sengaja di tanam di halaman sekolah, pohon yang tampak rindang dan selalu memberikan kesejukan, kadang tia iri pada pohon, bagaimana mereka bisa tumbuh se-subur itu? bahkan terlihat segar dan hijau, mungkin jika pohon bisa menjelma, maka ia akan menampakkan wajah nya yang berseri tanpa beban dan memperlihatkan senyum nya yang menawan seolah hidup begitu sempurna
sedangkan di belakang sana, terlihat seorang laki laki yang tampak berjalan kearah tia dengan langkah tegap nya
"tia"
panggilan itu menyentak lamunan tia, tanpa melihat, ia sudah tahu siapa yang telah memanggil nya
"kenapa?" tanya tia sembari menggeser duduk nya agar laki laki yang tadi memanggil nya bisa ikut duduk bersama nya
laki laki itu duduk tepat di samping tia, ikut menatap pohon pohon hijau yang ada di depan sana, tanpa memperdulikan tia yang saat ini menatap dirinya
"naura lagi?" tanya tia setelah sekian lama terdiam
"gue ngga tahu lagi gimana cara ngedeketin dia, setiap gue coba deketin dia sebagai laki laki kepada perempuan, dia pasti ngejauh" ucap kevin tanpa menatap lawan bicara nya
tia menghembus kan nafas nya kasar
__ADS_1
"udah, sabar aja dulu, toh juga kan semua itu butuh proses. kita mana tahu proses dari perjuangan cinta lo ini membuah kan hasil yang manis, ya kan?"
kevin melihat kearah tia dan menghembus kan nafas nya, ia tahu bahwa tia menyukai nya walaupun tia tidak tidak pernah mengungkap kan itu, ia bisa melihat itu dari pancaran mata tia. namun ia juga tidak menanyakan hal itu langsung untuk mencari kebenaran nya karena ia tidak akan bisa membalas perasaan tia
"makasih ya tia, lo emang best friend gue" ucap kevin tulus "tapi ngomong ngomong gue penasaran nih ya sama lo, lo kan ga pernah tuh yang nama nya pacaran tapi kalo nasehatin orang pacaran kok bisa jago ya?" tanya kevin tersenyum mengejek
"bukan kah seorang pelatih tidak perlu ikut turun ke lapangan mr.kevin?" jawab tia dengan mengangkat alis nya
"kau benar nona, dan seorang princess memang lebih pantas jika menunggu pangeran nya, bukan malah menjemput nya. bukan begitu princess?" tanya kevin lagi
"ya kau benar sekali mr.kevin" jawab tia dengan terkekeh
"hai guys, how are you to day?" tanya naura dengan gaya cempreng khas nya
"huh, si miss inggris dateng" ucap tia jengah
"heh jangan pasang wajah kesal mu itu, aku tidak suka" ucap naura sinis
__ADS_1
"dan aku tidak melakukan apa yang kau suka" ucap tia tak kalah sinis
hingga di detik berikut nya gema tawa mengisi keheningan di halaman itu, dimana tia dan naura yang tampak tertawa terbahak bahak atas aksi yang baru saja mereka lakukan
*
setelah mengisi keheningan dengan sedikit canda, ketiga orang itu duduk saling berdampingan di kursi panjang yang sejak tadi di tempati tia dan kevin, tidak ada lagi raut ceria di wajah naura, justru yang terlihat adalah wajah cemberut dari gadis itu
"lo kenapa lagi? masalah sama bagas lagi?" tanya tia seolah mengerti perasaan naura saat ini
"ya gitu deh" jawab naura "ga tau kenapa ya tuh orang keras kepala nya tuh pake banget, bikin kesel aja" ucap naura sembari menghela nafas nya
"intropeksi kali coy" celetuk kevin, yang di balas tatapan tajam dari naura
melihat aura permusuhan yang tampak nya sebentar lagi akan meledak, akhir nya tia mengambil jalan tengah dan mengembalikan keadaan ke topik awal
"yaudah lo lepas aja kali, nih ya lo kan cantik, baik, walaupun sedikit keras kepala, daripada puyeng mikirin cowok lo itu, mending lo terima aja nih cinta nya si babang hansome ini" lanjut tia menunjuk kevin dengan ujung mata nya dengan senyum yang sedikit di paksa kan
__ADS_1
"ogah.. entar yang ada gue malah masuk kedalam list korban selanjut nya lagi, dia kan playboy kelas kakap" balas naura masih dengan nada sinis kearah kevin