
daffa segera mengajak tia mendekati farah dan kevin, saat tiba di depan farah, kevin nampak bertanya tanya bagaimana bisa tia bersama dengan laki laki ini yang ia yakini merupakan bos dari farah. begitu pula dengan tia yang juga nampak terkejut
"kevin?" ucap tia
"kau mengenal nya?" tanya daffa
"dia sahabat ku waktu sma kak, dan dia juga sempat melanjut kan pendidikan nya di jerman" ucap tia menjelas kan
daffa nampak manggut manggut mendengar penjelasan tia,
"hallo mr.kevin senang bertemu dengan anda" ucap daffa mengulur kan tangan nya
kevin segera menyambut uluran tangan daffa
"senang bertemu anda juga mr.daffa" ucap kevin
"oh iya, bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya tia kepada kevin dan farah
__ADS_1
farah nampak diam dan mempertahankan wajah datar nya, sedang kan kevin bersikap biasa saja
"kami partner kerja" ucap kevin
"oh iya, aku rasa sangat tidak nyaman rasanya kalau kita mengobrol disini, bagaimana kalau kita mencari makan siang saja sembari mengobrol" tawar kevin
tia dan daffa nampak mengangguk dan menyetujui usul kevin, kini mereka melihat kearah farah yang diam tidak bereaksi menolak ataupun menerima tawaran kevin.
farah yang merasa jadi pusat perhatian dari ketiga orang di depan nya ini menjadi sedikit risih, lalu dengan segera ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang
"sabar bro" ucap daffa lalu ia pun menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk disamping kursi kemudi diikuti oleh tia yang juga duduk di belakang bersama farah
kevin segera masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi, lalu ia menjalan kan mobil nya menuju restoran untuk membuat mereka nyaman mengobrol.
kevin melaju kan mobil menuju restoran keluarga nya, setelah sampai mereka langsung diarah kan menuju ruang private di restoran tersebut.
para pelayan disana sudah sangat faham bahwa jika bos mereka datang membawa teman, itu berarti mereka harus membawanya menuju ruang private dan mengeluarkan semua menu andalan di restoran tersebut
__ADS_1
tak menunggu waktu lama, menu spesial yang menjadi andalan di restoran tersebut pun di keluar kan dan dihidang kan hingga memenuhi meja yang ada di depan mereka.
"mr.kevin ini terlalu berlebihan" ucap daffa, ia merasa tidak enak karena baru saja kenal tapi ia sudah di beri makan sebanyak ini.
"ah ayolah mr.daffa, aku tahu kau bukan lah orang susah, tapi biarlah untuk kali ini aku yang mentraktir kalian, lagipula ini merupakan salah satu restoran milik keluarga saya" ucap kevin
"baiklah, kalau begitu jangan terlalu kaku, panggil saja aku daffa" ucap daffa
"baiklah kalau begitu, kau panggil saja aku kevin" ucap kevin
"lalu bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya tia kepada kevin dan di jawab anggukan setuju oleh daffa
"baiklah kalian makan lah sembari mendengar kan cerita ku"
"jadii aku bertemu dengan nona manis ini di jalanan waktu itu" ucap kevin dan mendapat tatapan tajam dari farah
"bukan kah kau bilang partner kerja?" tanya tia lagi
__ADS_1
"ya benar kami memang partner kerja, namun sebelum itu kami pernah bertemu di jalan, saat itu ia menjelma menjadi pembalap handal yang berani mengajak ku balapan. sedangkan kau tahu bukan bagaimana handal nya aku dalam balap?" ucap kevin pada tia membanggkan diri
tia nampak mengangguk kecil dengan ucapan kevin tersebut, karena memang setahu nya kevin memang cukup handal dalam balapan