
kini seluruh keluarga telah kembali kerumah masing masing, naura serta bagas dan si kecil shela pulang kerumah mereka, begitu pula dengan kevin dan kedua orang tua nya juga pulang kerumah mereka, sedangkan untuk keluarga MU memilih untuk tidur di hotel malam ini. sebenar nya keluarga delfriaca mengajak agar keluarga besar MU bermalam saja di kediaman delfriaca, namun keluarga besar MU menolak dan lebih memilih bermalam di hotel.
setelah kepulangan seluruh tamu dan para sahabat dari tia serta keluarga daffa, kini seluruh keluarga besar delfriaca berniat istirahat, begitupula dengan daffa dan tia.
"kakak, daniel boleh tidur dengan kakak?" tanya daniel pada tia
tia menoleh kearah daffa meminta persetujuan dan daffa hanya mengangguk sebagai jawaban,
sedangkan rumi berusaha untuk mencegah putra nya, karena ia tahu ini adalah malam pengantin dari daffa dan tia, jadi tidak mungkin jika daniel harus tidur bersama mereka
"sayang, daniel malam ini tidur nya sama ayah dan bunda aja ya, biar kakak tidur nya sama kakak ipar daniel, oke" ucap rumi
"nggak papa kok bund, daniel tidur sama kita aja, ya kan kak?" tanya tia pada daffa
"nggak dong kak, gak bisa gitu. atau gini aja, daniel malam ini tidur sama ayah bunda, nanti kapan kapan baru tidur nya sama kakak, gimana?" tanya rumi pada daniel
daniel masih berfikir dan mempertimbangkan ajakan bunda nya tersebut
"boy udah, besok bisa main lagi sama kakak, sekarang tidur sama ayah bunda ya" ajak devan pada putra nya
daniel melihat bunda nya, arumi hanya mengangguk seolah mengiyakan perkataan suami nya itu
__ADS_1
"iya deh" jawab daniel tak semangat
**
di kamar pengantin
orang bilang, saat kita baru menikah maka kita akan merasa sungkan dan malu malu, namun berbeda dengan tia, entah mengapa ia tidak merasa kan itu semua, ia hanya bersikap biasa saja seolah olah mereka memang sudah lama saling mengenal dan merajut kasih bersama. sedangkan daffa sendiri, karena ia melihat sikap tia yang tidak menunjukan adanya kecanggungan, akhir nya ia mencoba semaksimql mungkin agar ia pun tidak merasakan canggung
"mau langsung tidur?" tanya daffa daat melihat tia sudah menaiki ranjang mereka
"iya kak, soal nya capek banget hari ini" jawab tia
daffa langsung menuju ranjang, lalu duduk disamping tia
"capek juga sih, cuma nggak ngantuk" jawab daffa
"sama kalo gitu" jawab tia
"tia juga capek banget rasanya, tapi ga tau kenapa malah nggak ngerasa ngantuk" jelas nya
lama mereka hanya terdiam, hingga akhir nya daffa menoleh kearah tia, ia ingin bertanya satu hal yang selama ini selalu mengganjal di hati nya
__ADS_1
"tia" panggil nya
tia yang merasa dipanggil segera menengok kepada suami nya itu
"ya kak?" jawab tia
"mm sebenarnya kakak mau tanya sesuatu sama tia" ucap daffa
tia melihat kearah daffa, lalu mengerut kan kening nya
"apa?" tanya tia
"tia kok mau nerima lamaran kakak waktu itu?" tanya daffa
"kenapa?" tanya tia balik
tia medasa itu adalah pertanyaan terkonyol yang pernah ia dengar
"nggak papa, cuma waktu itu kan tia jawab nya tanpa pertimbangan gitu" jawab daffa
"semua orang pasti sudah mempertimbang kan akan permasalahan yang mungkin akan timbul setelah mereka menentukan pilihan, seperti hal nya saat akan makan, masalah yang akan timbul setelah makan makan adalah kekenyangan. tapi kan itu adalah konsekuensi yang sudah di fikir kan mereka terlebih dahulu sebelum akhir nya memutus kan untuk makan. artinya tidak ada yang dilakukan tanpa pertimbangan, begitu pun dengan pernikahan ini" jawab tia
__ADS_1