
akhir nya setelah mempertimbang kan dengan pertimbangan yang panjang, tia mengiyakan untuk menerima tawaran daffa.
saat ini kedua nya berada di perjalanan menuju apartemen tia, hanya ada keheningan yang melingkupi perjalanan kedua nya, hingga akhir nya daffa memberani kan diri untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu
"mm kamuu.. sudah lama berada di indonesia?" tanya daffa
tia menoleh kearah daffa dan mengangguk
"sejak aku MTs" jawab tia
"oh, pantas bahasa indonesia mu sangat lancar" balas daffa
"tuan sendiri di indonesia kuliah kah atau... " ucap tia
"panggil saja daffa, saya menerus kan usaha keluarga saya di sini, mungkin sekitar 2 tahun belakangan ini" balas daffa
"daffa? bagaimana kalau kakak?" tanya tia
"tidak buruk, panggilah senyaman nya"
"saya tia" ucap tia
"tia" ucap daffa mengulangi
"pantas bahasa indonesia kakak sudah lancar ternyata memang sudah 2 tahun berada di indonesia. tidak di ragukan lagi" ucap tia
__ADS_1
terlibat obrolan yang cukup panjang akhir nya mereka sampai di lobi apartemen tia.
"terima kasih kak tumpangan nya" ucap tia masih berada di dalam mobil
saat tia turun, daffa juga ikut turun karena ia berniat untuk membantu tia membawa kan koper serta barang barang lain nya, namun di halangi tia
"mm kak, tia bisa sendiri. terimakasih sekali lagi" ucap tia
daffa pun mengangguk, ia tidak mau memaksa kan kehendak nya untuk membantu tia karena ia menghargai privasy tia.
ia hanya memandang tia yang berlalu dari hadapan nya
setelah tia sudah tak terjangkau lagi dalam penglihatan nya, daffa masuk kembali ke mobil nya dan melesat pergi dari sana menuju rumah nya
saat sampai di rumah daffa segera memasukan mobil nya ke garasi setelah itu ia membuka pintu rumah nya
"darimana aja lo? enak banget. ga masuk kerja, ga ngasih kabar lagi" ucap seseorang dari balik pintu yang ternyata adalah farah
daffa tak menghirau kan ucapan farah ia masuk ke dalam rumah nya, duduk di kursi ruang tamu sambil menyilang kan kaki dan senyuman yang terukir indah di wajah nya
"kenapa lo? jangan bilang kalo lo kesambet lagi" ucap farah
"far, gue rasa info dari lo itu bener deh" ucap daffa
farah nampak bingung, lalu ia duduk di kursi berseberangan dengan daffa
__ADS_1
"maksud lo?" tanya farah
"tentang putri tuan daffin" ucap daffa
"tadi gue jemput dia di bandara, entah kenapa gue ngerasa kalo dia emang orang yang kita cari selama ini" ucap daffa
farah nampak antusias
"terus, lo udah nanya apa aja ke dia?" tanya farah
daffa memandang farah kembali dengan tatapan datar nya
"gue baru ketemu dan baru kenalan sama dia. mana berani gue mau nanya nanya ke dia" ucap daffa
memang saat ia mendengar nama tia sewaktu memperkenal kan diri kepada rekan kerja daddy nya waktu itu, ia menjadi penasaran dengan tia.
entah mengapa insting nya mengatakan bahwa dia harus menyelidiki tia
akhir nya ia meminta farah untuk menyuruh orang untuk menyelidiki langsung dokter muda yang bekerja di rumah sakit ternama itu,
tak butuh waktu lama ia sudah kembali mendapat kan kabar bahwa dokter muda yang di maksud adalah tia, putri dari pengusaha sukses di inggris.
dan ia juga mendapat kan beberapa bukti bahwa tia pernah magang di rumah sakit tempat dimana dulu ia di rawat saat mengalami kecelakaan itu.
namun ia masih belum percaya sepenuh nya, hingga kahir nya ia memutus kan untuk mencari tahu yang sebenar nya lewat sumber yang paling di percaya yaitu tia
__ADS_1