
"lo kenapa? kayak banyak fikiran gitu" tanya farah kepada daffa
karena sejak tadi farah tiba, daffa hanya diam termenung seperti memikir kan sesuatu yang serius
daffa menghela nafas sedikit kasar
"gue bingung" jawab daffa
"bingung kenapa lagi? masalah gadis itu lagi? kan lo udah nemuin dia sekarang, cuma tinggal beberapa langkah lagi juga lo pasti bakal dapetin dia" ucap farah
farah berfikir mungkin yang di fikir kan daffa adalah gadis itu, karena selama ini daffa selalu pusing dan bingung saat tidak menemukan informasi tentang tia
"gue mau ke jerman" ucap daffa
farah nampak terperanjat kaget mendengar penuturan daffa tersebut, pasal nya selama daffa di usir oleh keluarga nya dan memutus kan untuk menetap di indonesia, daffa tidak pernah sekalipun berfikir untuk kembali ke negara asal nya tersebut
"tapi kenapa?" tanya farah pada akhir nya
daffa diam sesaat, lalu memperhatikan wajah farah, orang yang selama 2 tahun ini selalu menemani hari hari nya. dan farah juga bisa di katakan sebagai guru nya selama di indonesia karena apapun yang akan daffa lakukan pasti menanyakan kepada farah
__ADS_1
setelah keterdiaman itu, daffa kembali membuka suara
"aku mungkin akan menetap kembali di jerman karena mommy membutuh kan ku" ucap daffa menggunakan bahasa aku karena ia ingin seakan menjadi akrab dengan farah
farah ingin sekali menangis rasa nya, ia tidak bisa jauh dari daffa karena daffa merupakan sosok laki laki pelindung untuk nya
"maksud lo?" tanya farah dengan menahan air mata nya agar tidak jatuh
daffa menyadari akan kesedihan yang menimpa farah
"mommy saat ini sedang sakit, bahkan aku mendapat kabar bahwa mommy sudah sakit semenjak aku memutus kan untuk menetap di indonesia. tapi saat itu penyakit nya belum parah, mommy hanya sering pingsan. tapi sekarang penyakit mommy sudah sangat parah, aku takut kalau aku tidak bisa melihat mommy lagi setelah ini" ucap daffa
farah diam mendengar penuturan daffa tersebut, ia bisa mengerti jika itu berkaitan dengan orang tua. karena sebesar apapun kebencian seorang anak kepada orang tua nya atau sebalik nya, tapi siapapun tidak akan mampu kala melihat orang tua yang di sayangi tiada. farah bisa merasakan itu karena ia juga sudah mengalami nya
"secepat nya, setelah semua urusan di kantor selesai, aku akan terbang ke jerman"
"dan aku percayakan kantor padamu, oke" ucap daffa
farah hanya diam dan tersenyum simpul sebagai jawaban, daffa menarik farah kedalam pelukan nya, ia tahu farah sangat menyayangi nya begitu pun dengn dia, ia sangat menyayangi farah.
__ADS_1
"setelah mommy sembuh, kita akan mengurus perusahaan bersama lagi" ucap daffa masih dengan memeluk farah
"boleh aku memanggil kakak?" tanya farah
daffa melepas pelukan nya lalu menatap farah,
"kau memang sudah kuanggap sebagai adik ku sendiri, jadi panggil lah aku kakak" ucap daffa,
kedua nya kembali berpelukan
sedang kan di tempat lain, kevin kini tengah memikir kan tia, ia memikir kan kemungkinan bahwa tia tidak lagi mencintai nya bahkan mengagumi nya saja kevin rasa sudah tidak
tapi kevin juga sadar, ini adalah kesalahan nya. dulu ketika tia menyukai nya ia malah menyukai naura, dan kini saat ia menyukai tia, tia malah seakan sudah tidak lagi menyukai nya.
apa mungkin tia mengubur perasaan nya setelah mengetahui aku dekat dengan naura?
tapi tidak mungkin, saat aku mengungkap kan perasaan ku kepada naura, waktu itu kami masih sma. dan tia masih tetap setia mendengar keluhan ku tentang naura
tapi kalau bukan karena itu, lalu karena apa?
__ADS_1
apa mungkin karena hijrah nya?
kevin terus bertanya tanya tentang tia