Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
membina rumah tangga


__ADS_3

"kamu apa kabar?" tanya daffa kepada tia setelah kedua nya kini berada di kaffe terdekat dari rumah sakit


"alhamdulillah baik kak" ucap tia


"kakak sendiri?" tanya nya


"seperti yang kamu lihat, aku juga baik" ucap daffa


"syukurlah" ucap tia


saat sedang asik berbincang, pelayan caffe datang mengantar kan makanan untuk mereka


"silahkan tuan, nona" ucap pelayan


"terimakasih" sahut kedua nya


saat pelayan sudah pergi, kini daffa dan tia kembali melanjut kan obrolan sembari memakan makanan yang di hidang kan.


"mm, tia sekarang umur berapa?" tanya daffa


tia memandang daffa sejenak lalu menjawab pertanyaan daffa


"24 kak" ucap tia


"oh, udah cukup lah ya kalau mau berumah tangga" ucap daffa


tia tertegun, rumah tangga? batin nya,

__ADS_1


selama ini hampir tidak pernah tia memikir kan perkara menikah dan rumah tangga, karena ia sadar selama ini tidak ada laki laki yang mendekati nya apalagi untuk mengajak nya berumah tangga, rasanya sangat mustahil


"kenapa?" ucap daffa saat melihat tia terdiam


"oh, nggak kak, kaget aja denger kakak ngomongin rumah tangga tadi" ucap tia


"kenapa? bukan nya itu tujuan semua orang? jika sudah cukup umur dan bersedia bertanggung jawab dalam rumah tangga, baik sebagai suami ataupun sebagai istri, maka sah sah saja kan" ucap daffa


"mm iya" ucap tia


"lalu? kenapa kamu kayak kaget gitu dengar rumah tangga?" tanya daffa


"apa kamu punya target umur untuk menikah?" tanya nya lagi


"nggak kok kak, tia nggak ada target umur dalam pernikahan karena yaa kita kan ga pernah tahu kapan jodoh kita akan sampai, dan siapa dia. jadi ngga ada alasan buat mentarget" ucap tia


"mm, kalo misalkan ada laki laki yang siap buat ngelamar tia, gimana?" tanya daffa


tia berfikir sejenak


"yaaa kalau memang siap, dia pasti bakal nemuin orang tua tia sih kak, dan tia rasa itu bisa jadi bahan pertimbangan buat tia sendiri. karena jika memang dia sudah menemui orang tua tia, itu artinya dia benar benar udah serius" ucap tia


daffa mengangguk anggukan kepala nya


"kakak sendiri udah cukup umur loh buat nikah, kakak ngga ada niat gitu?" tanya tia


"cukup umur?" tanya daffa dan di jawab anggukan oleh tia

__ADS_1


"yaa, keliatan nya kakak udah cocok jadi kepala keluarga" ucap tia


"maksud nya tua?" tanya daffa dengan serius


tia gelagapan, dia tidak bermaksud mengatakan itu, ia benar benar melihat bahwa wajah daffa memang sudah pantas untuk menjadi kepala keluarga


"mm nggak gitu, cuma.. " ucap tia terputus karena melihat daffa tertawa


daffa tertawa terbahak bahak bahkan mereka sampai menjadi pusat perhatian disana, daffa menyadari itu dan langsung mengendalikan dirinya


"maaf" ucap daffa masih dengan tawa nya


daffa benar benar merasa terhibur melihat raut wajah tia yang nampak nya merasa bersalah, dan justru itu terlihat sangat lucu dimata daffa


"tapi ini serius ya, menurut kamu umur kakak sekarang berapa?" tanya daffa


tia memperhatikan wajah daffa lalu berfikir sejenak


"muka kakak tuh mulus dan belum banyak kerutan, kayak nya 25 mungkin" ucap tia


"25?" tanya daffa dan di jawab anggukan oleh tia


"berarti muka aku muda dong ya" ucap daffa


"muda? emang umur kakak sekarang berapa?" tanya tia


"26" ucap daffa

__ADS_1


kini giliran tia yang tertawa karena selisih antara tebakan nya dan realita tentang umur daffa hanya 1 tahun, dan daffa mengatakan muda? sungguh cukup lucu menurut tia


__ADS_2