
kini tia dan daffa sedang berada di perjalanan menuju apartemen tia
"tia besok langsung masuk kerja?" tanya daffa
tia menengok kearah daffa sebentar lalu mengangguk
"ia kak, soal nya kasian dokter vira yang nanganin pasien double karena tia ga di rumah sakit" ucap tia
daffa mengangguk dan membenar kan perkataan tia
"mm tapi tia, kakak sedikit penasaran sama kamu, bukan nya kamu itu terlahir dari keluarga bisnis ya, tapi kenapa kamu malah menekuni dunia kesehatan?" tanya daffa
tia mengulas senyum tipis
"mm.. gimana jelasin nya yak?" ucap tia
daffa mengerut kan kening nya
"kenapa? apa ada masalah?" tanya daffa
"bukan gitu kak, cuma tia bingung aja mau jelasin dari mana" ucap tia
daffa nampak berfikir
"kalau gitu, jelasin dari awal aja" ucap daffa
__ADS_1
"oke, jadi... dulu waktu kelulusan tiba, tia berfikir keras tentang bagaimana kehidupan tia setelah lulus nanti. tia sempet mikir buat langsung terjun ke dunia kerja, tapiii setelah tia fikir fikir pekerjaan apa yang bisa tia dapetin dari ijazah sma, paling tinggi juga jadi pegawai kaffe" ucap tia
"kenapa ga mikir buat kuliah?" tanya daffa
"dulu sebelum tia hijrah dan memutus kan untuk menjadi lebih baik, tia tuh bisa di bilang nakal, sering bolos kelas" ucap tia
"sampai bolos? kakak kira orang orang yang baik kayak kamu gini ga bakal berbuat kayak gitu, tapi lucu juga" kekeh daffa
"setiap orang pasti punya masa lalu sih kak, tia juga sebenar nya kalo nginget masa masa itu jadi malu sendiri" kekeh tia
karena terlalu asik mengobrol hingga tia tak menyadari bahwa kini mereka sudah sampai di apartemen tia
"bereits angekommen Frau (sudah samai nona)" ucap daffa
segera tia turun dari mobil dan diikuti oleh daffa karena ia akan mengeluarkan koper tia, setelah ia nenurun kan koper tia, ia pun menawarkan bantuan
"butuh bantuan?" tanya daffa
"mm kayak nya nggak usah kak, tia bisa sendiri, sekali lagi terima kasih" ucap tia
daffa mengangguk
"baiklah kalau begitu kakak permisi, assalamu'alaikum" salam daffa
"wa'alaikum salam" jawab tia
__ADS_1
daffa segera melajukan mobil nya dan meninggal kan apartemen tia, sedangkan tia, setelah kepergian daffa ia juga langsung masuk ke apartemen nya
**
sedangkan kevin dan farah kini tengah berhenti di sebuah minimarket untuk membeli minum, kevin turun dari mobil sedangkan farah masih setia di dalam mobil nya sambil menyilang kan kaki
setelah selesai kevin segera melajukan mobil nya kembali hingga kini sudah sampai di apartemen kevin, kevin memang lebih memilih tinggal di apartemen nya dari pada di rumah, alasan nya adalah sepi karena kedua orang tua nya berada di surabaya
"mau mampir dulu" tawar kevin
"mungkin istirahat sebentar" ucap nya lagi
farah menatap kevin dengan tajam dan datar seolah mengatakan untuk segera turun dari mobil nya, kevin yang melihat ekspresi datar farah hanya bisa menghembus kan nafas nya, beberapa bulan bersama farah sudah membuat kevin hafal dengan wajah datar itu.
kevin segera melepas sealtbet nya, sebelum turun ia masih sempat untuk menggoda farah
"hati hati di jalan manis" ucap kevin lalu keluar dari mobil farah
farah masih mempertahan kan wajah datar nya, setelah melihat kevin pergi, farah segera pindah ke kursi kemudi tanpa menuruni mobil
ia melirik sedikit kearah kevin yang masih berdiri di tempat nya menunggu mobil farah benar benar pergi, farah mengulas senyum tipis disana.
lama farah terdiam disana, entah apa yang ia fikir kan hingga ia belum juga melajukan mobil nya, hingga sedetik kemudian ia pun tancap gas dan meninggal kan apartemen kevin
__ADS_1