Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
Bab 4 : assalamu'alaikum baby


__ADS_3

begitulah keseharian mereka di sekolah, dengan kevin yang selalu membuat ulah, entah dengan merayu para siswi atau mungkin mengumpati para guru guru killer, yang berakhir di hukum dan dihukum.


*


"assalamu'alaikum baby" salam tia saat sampai dirumah, karena ternyata saat ini bunda dan baby daniel sedang berada di ruang keluarga


"wa'alaikum salam sister" jawab arumi menirukan suara baby niel


tia langsung menghampiri bunda dan baby niel yang sedang duduk di sofa ruang keluarga, terlihat baby niel sedang meminum susu dari dot nya.


tia menghampiri dan mentoel toel pipi baby niel dengan gemas nya.


mereka mengobrol sebentar di ruang keluarga, lalu setelah itu tia izin untuk masuk ke kamar nya


setelah mengganti pakaian ia kembali lagi ke ruang keluarga

__ADS_1


"uncle ga pulang makan siang bund?" tanya tia


"biasa nya sih pulang terus, tapi hari ini katanya jadwal nya padat, jadi kemungkinan uncle makan di kantor" jawab bunda1 rumi


hening..


sejak pembicaraan terakhir tia yang menanyakan keberadaan sang uncle, kini keheningan melanda ruang keluarga kediaman delfriaca itu, bunda rumi tampak melirik kearah sang keponakan yang menekuk wajah nya seakan memikir kan sesuatu yang berat


"kakak kenapa? ada masalah?" tanya bunda rumi


"biasa bund" jawab tia lemah


jika sudah begini rumi tahu permasalahan nya, tiada lain dan tiada bukan tentang cinta.


rumi tahu semua tentang tia, karena tia selalu terbuka kepada bunda nya tersebut, tia merasa nyaman saat curhat dengan rumi karena rumi adalah tipe orang yang pandai menyimpan rahasia

__ADS_1


sebenar nya rumi sudah sering menasehati tia untuk tidak terlalu berharap terhadap siapapun kecuali kepada allah swt, namun yang ia lihat tia masih belum bisa mengendalikan diri nya, dan terus berharap kepada manusia. rumi memaklumi itu semua, karena dulu pun saat ia seusia tia, ia juga masih menaruh harapan besar kepada laki laki. dan sekarang yang bisa rumi lakukan hanya terus menasehati tia agar ia tidak terjerumus ke jurang yang salah


"eemmm bunda dulu kok langsung mau nikah sama uncle? bunda ga ada pertimbangan dulu gitu?" tanya tia penasaran


tia memang sangat penasaran akan kisah cinta uncle dan bunda nya itu, karena waktu itu ia masih kelas IX MTs, jadi ia belum begitu faham tentang cinta. yang ia tahu hanyalah uncle dan ustadzah rumi akan menikah.


tia tidak pernah tahu bagaimana perjalanan cinta kedua nya, bahkan hingga detik ini pun rasa penasaran nya itu sangat besar.


sebenar nya sudah lama tia ingin menanyakan ini, namun ia tidak enak hati untuk menanyakan nya


arumi memandang tia sejenak, lalu menghembus kan nafas nya


"duluuu bunda kan udah pernah cerita sama tia kalau bunda ga pernah pacaran, karena memang niat bunda adalah siapapun yang berani datang dan berani menghadap keluarga bunda, maka bunda akan mencoba mempertimbang kan nya. dan saat itu uncle dengan berani menghadap om dan tante bunda, dia dengan tegas mengatakan maksud dan tujuan nya, bahkan saat itu uncle langsung membawa oma sekaligus untuk meyakin kan om dan tante bunda


setelah melihat keseriusan uncle kepada bunda, akhir nya bunda mencoba untuk meminta petunjuk kepada allah tentang keputusan seperti apa yang harus bunda ambil, dan ternyata inilah keputusan nya" jawab bunda rumi

__ADS_1


__ADS_2