
hari ini adalah H-7 dari penantian 2 keluarga besar yang akan meresmikan pernikahan kedua putra dan putri mereka, yaitu keluarga besar MU dan DELFRIACA. sesuai dengan kesepakatan awal bahwa pernikahan ini akan diadakan di kediaman delfriaca. tidak menggunakan gedung mewah seperti pernikahan impian pada umum nya, tapi pernikahan ini hanya mengusung konsep sederhana dan diadakan di rumah keluarga delfriaca, tia memang sengaja mengusul kan konsep ini karena ia ingin merasakan kekeluargaan dalam suasana pernikahan nya.
saat ini daffa tengah berada di rumah keluarga nya di jakarta, mereka semua nampak sibuk mengurusi semua keperluan yang akan mereka bawa pada saat acara pernikahan nanti, tak lupa farah pun ikut andil dalam kesibukan ini, begitu pula dengan kevin yang ikut andil dalam kesibukan keluarga delfriaca
"gimana hubungan kamu sama kevin?" tanya daffa pada farah
"sejauh ini baik baik saja" jawab farah
"terus rencana nya kalian menikah kapan?" tanya daffa lagi
"yang pasti lo sah dulu, baru gue" ucap farah
daffa memandang wajah farah dengan intens, ia berfikir mungkin farah ada masalah sehingga ia hanya bicara seperlu nya seperti ini
"kamu kenapa? ada masalah?" tanya daffa
"nggak" jawab farah
"tatap mata kakak, dan bilang kalo kamu ngga ada masalah" ucap daffa
__ADS_1
farah enggan menatap wajah daffa, namun akhir nya tak urung ia pun mendongak dan menatap mata daffa dengan intens
"aku takut ga bisa sedeket ini lagi sama kakak" ucap farah
"maksud kamu?" tanya daffa
farah menghembus kan nafas nya
"sebentar lagi kakak menikah, kepemilikan kakak akan berpindah kepada istri kakak, dan kita tidak mempunyai hubungan darah, jadi tidak akan ada hal yang membenar kan jika kita boleh sedekat ini lagi" ucap farah tertunduk
daffa tersenyum, tadinya ia berfikir bahwa farah memiliki masalah dengan kevin, namun ternyata masalah itu ada pada dirinya
"dengar kan kakak, meskipun kita tidak memiliki hubungan darah tapi kau adalah adik ku, dan tia tau itu. aku tau tia tidak akan pernah cemburu dengan mu, lagipula mana mungkin tia akan cemburu dengan wanita seperti mu" ucap daffa
farah melepas kan pelukan nya pada daffa, lalu menarap daffa dengan tajam
"wanita seperti mu? maksud lo?" tanya farah
daffa tersenyum dengan jahil nya
__ADS_1
"yaa, dia tidak mungkin akan cemburu dengan wanita seperti mu, dia cantik dan yang pasti sangat terlihat aura perempuan nya. sedang kan kau? pakaian selalu hitam, rambut selalu di kuncir, tidak pernah bermake-up walaupun sedikit, jadi aku rasa itu sudah cukup menjadi alasan nya untuk tidak menaruh cemburu padamu" ucap daffa
farah menatap daffa dengan tatapan datar
"jadi maksud lo selama ini gue ga cantik, gitu?" tanya farah
daffa hanya tersenyum dan mengangkat bahu nya seolah acuh dengan semua itu.
di saat perdebatan mereka, ny.brianna datang menghampiri anak anak nya itu, ny.brianna memang sudah menganggap farah sebagai anak mereka karena memang mereka tidak memiliki anak perempuan. ny.brianna melihat wajah farah yang menunjukan raut wajah tidak bersahabat nya
"hei ada apa dengan kalian?" tanya ny.brianna
daffa memandang mommy nya lalu tersenyum
"tanya saja pada anak laki laki kedua mu ini mom" ucap daffa pada mommy nya lalu segera pergi dari sana karena takut terkena amukan singa betina itu
"kakkakakkkkakakakakakka" jerit farah dengan kesal
ny.brianna hanya tersenyum melihat kebersamaan putra dan putri nya itu
__ADS_1