Mengagumi Mu Dalam Diam Ku

Mengagumi Mu Dalam Diam Ku
57


__ADS_3

hari ini adalah hari yang dinantikan oleh dua pasangan yang saling mencintai ini, menunggu saat sang buah hati lahir ke dunia dengan keadaan selamat.


yaa hari ini adalah hari persalinan tia, diluar sudah ada uncle devan, bunda rumi, farah dan kevin serta mommy dan daddy dari tia dan daffa, mereka menunggu dengan harap harap cemas, sedangkan daffa sendiri kini tengah menemani istri tercinta nya melawan sakit yang luar biasa hebat nya. hingga suara bayi begitu nyaring terdengar di telinga mereka membuat semua orang menghela nafas lega


"alhamdulillah" seru mereka bersamaan


tanpa terasa uncle devan menitikkan air mata bahagia nya, bahagia karena keponakan yang ia jaga selama ini telah memiliki keluarga yang utuh dan lengkap, disamping itu ia juga terbayang dengan baby nya yang belum sempat lahir ke dunia namun lebih dulu menghadap sang kuasa


**


"ohh lihat lah cucuku ini, begitu lucu" ucap ny.caroline pada semua yang ada di ruangan itu


"bukan kah dia sangat mirip dengan mommy nya?" tanya ny.brianna tak kalah antusias


"tentu, dia cantik seperti mom nya" jawab ny.caroline


sedangkan di ujung ruangan sana bunda rumi tampak berusaha menenangkan uncle devan yang sejak tadi terisak karena mengingat sang buah cinta nya yang telah pergi mendahului nya


"ini sudah jalan nya, yakin lah bahwa allah telah merencanakan sesuatu yang sangat luar biasa di depan sana" ucap bunda rumi menenangkan sembari memeluk suami nya itu


uncle devan mengerat kan pelukan nya pada bunda rumi, mencari ketenangan yang hanya ia dapat kan dari sang istri tercinta nya.


"apakah kau tidak mau melihat cucu mu?" tanya bunda rumi terkekeh

__ADS_1


"cucu? apakah aku harus memanggil nya cucu ku?" tanya uncle devan dahi mengerut


"tentu saja, bukan kah kita ini sederajat dengan kedua orang tua keponakan tersayang kita itu, dan itu artinya kita sudah memiliki cucu. dan itu juga berarti kita sudah tua" ucap bunda rumi dengan senyum nya disertai kekehan di akhir kalimat nya


uncle devan pun menuntun bunda rumi mendekat pada baby girl yang merupakan cucu pertama mereka


"hai baby" panggil devan sembari mengambil alih baby tia dari gendongan ny.caroline


"apakah uncle tidak mau memanggil nya cucuku?" tanya tia menahan senyum nya


uncle devan menatap tia, lalu beralih menatap baby tia itu


"bukan kah cucuku sangat cantik?" tanya nya pada bunda rumi dan dijawab anggukan serta senyum dari bunda rumi


"tapi aku berdo'a semoga saat dia besar nanti, dia tidak akan mengaku ngaku sebagai bidadari seperti bunda nya yang dulu bahkan mengatakan kecantikan nya mengalahkan ratu di negeri dongeng" ucap uncle devan dan di sambut tawa oleh seisi ruangan sedangkan tia memeluk suami nya dengan erat untuk menutupi wajah nya yang begitu merah menahan malu


saat mereka sedang asik berbicara tiba tiba dari arah pintu terdengar seseorang yang mengucapkan salam


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam" semua orang melihat siapakah orang yang datang tersebut dan ternyata dia adalah muhammad daniel delfriaca bersama adam delfriaca


tadi saat semua orang menunggu dengan cemas akan keadaan tia beserta baby nya, tiba tiba daniel merasa lapar sehingga memaksa adam untuk menemani nya makan, dan alhasil kedua nya pun menuju kantin rumah sakit dari pada mengganggu para orang tua yang kini sedang cemas itu

__ADS_1


"hai baby" panggil daniel pada baby tia yang saat ini berada dalam gendongan ayah nya


uncle devan menunduk mensejajar kan tinggi nya dengan daniel dan baby girl tetap berada dalam gendongan nya


"you're so beautiful baby" ucap daniel seraya mencium pipi gembul baby yang saat ini berada dalam gendongan ayah nya itu


"ayah, siapa nama baby ini?" tanya daniel pada devan


"coba tanya dengan kakak mu" ucap devan seraya menunjuk tia dan daffa


"kakak, siapa nama baby ini?" tanya daniel


"kaila sherly delfriaca MU" jawab daffa dan dijawab anggukan serta senyuman dari tia


"panggilan nya?" tanya daniel lagi


"baby kaila" jawab tia


"hai baby kaila, cepat lah besar supaya kita bisa main bola bersama" ucap daniel pada baby kaila dan di tanggapi dengan tawa seisi ruangan


"sayang, baby kaila kan perempuan, jadi tidak mungkin jika harus bermain bola" ucap bunda rumi memberi pengertian


"terus main apa bunda?" tanya daniel

__ADS_1


"karena baby Kaila adalah perempuan, maka kemungkinan ia akan bermain boneka" ucap bunda rumi


"kalau begitu aku juga akan main boneka" jawab daniel polos


__ADS_2