
kini para tamu undangan telah pulang ke rumah masing masing, dan kini hanya tinggal naura beserta suami dan anak nya, kevin bersama kedua orang tua nya, serta daffa dengan kedua orang tua nya dan farah tentu nya
kini daffa dan tia sedang berada di kamar mereka untuk berganti pakaian, karena tia merasa gerah memakai pakaian pengantin nya itu, setelah berganti pakaian mereka kembali turun dan bergabung bersama keluarga besar mereka
"aunty" suara nyaring anak perempuan yang menggema memanggil tia
tia melihat kearah anak itu lalu merentang kan tangan nya, anak itu segera berlari ke pelukan tia, tia mensejajar kan tinggi nya dengan anak tersebut lalu di peluk nya dengan sayang
"uhh shela sayang, makin gembil aja ya" ucap tia mencubit pipi shela
"iya dong aunty, kan biar cantik kayak aunty" jawab shela
"biar kayak ratu di negeri dongeng" ucap devan dan rumi bersamaan
kevin, naura, devan dan rumi tertawa secara bersamaan, sedangkan yang lain hanya melihat mereka dengan bingung, karena mereka semua tidak mengerti akan arah pembicaraan devan dan rumi, sedangkan tia hanya menahan tawa nya karena teringat akan kata kata itu
tia masih asik memandangi wajah imut shela yang kini menjadi lebih berisi dan menggemas kan, tiba tiba mereka di kaget kan oleh suara seorang bocah laki laki yang datang dari pintu utama
"dia kakak ku, bukan aunty mu" seru nya
mereka semua melihat kearah si empunya suara, ternyata disana ada daniel dan adam. memang setelah selesai acara, adam mengajak daniel untuk duduk di luar karena adam kurang menyukai keramaian
__ADS_1
shela menoleh kearah daniel, lalu mempererat pelukan nya pada leher tia,
"tidak, dia aunty ku" ucap shela
tanpa berbicara lagi, daniel segera berlari menuju tia, daniel menarik tangan tia agar berdiri dan menjauhi shela, ia tak rela jika harus berbagi tia dengan siapa pun
daffa yang saat itu masih berdiri di belakang tia, segera duduk dan mensejajar kan tinggi nya dengan tia, shela dan daniel.
"Hey boy, wouldn't it be better for a boy to play with a boy? (hai boy, bukan kah lebih baik jika laki laki bermain dengan laki laki?)" ucap daffa pada daniel
daniel menoleh kearah daffa, lalu memeluk daffa dengan erat
"ini kakak ipar ku" ucap daniel sombong
"tidak, dia kakak ku dan ini kakak ipar ku" ucap daniel lagi
"ini aunty ku, dan itu... " shela ingin membalas kata kata daniel, tapi ia tak tahu harus memanggil daffa dengan sebutan apa
"uncle" ucap tia
shela langsung mengangguki perkataan tia
__ADS_1
"yeay shela punya uncle dan aunty" ucap shela girang
"bukan uncle dan aunty tapi kakak" bantah daniel
daffa dan tia saling lirik karena tidak tahu harus bagaimana menyikapi kedua bocah itu
"sayang, shela panggil aunty dan uncle, dan daniel panggil kakak dan kakak ipar, kan adil." ucap tia dan diangguki daffa
"shela main sama kakak, karena kan sama sama perempuan, dan daniel main nya sama kakak ipar, kan sama sama laki laki. atau gini aja, daniel yang sama kakak, shela sama uncle gimana?" tanya tia
daniel nampak berfikir, jika ia membiar kan shela bersama daffa, maka ia takut nanti shela malah mengambil kakak ipar nya itu, tapi jika shela di biarkan bersama tia maka ia takut tia malah tidak menyayangi nya lagi nanti nya.
"bagaimana?" kini daffa yang bersuara
"ya sudah, tapi cuma pinjqm ya" ucap daniel pada shela
shela tersenyum dengan cerah nya, lalu mengangguki ucapan daniel, lalu mereka berempat saling berpelukan
"repot ya kalau punya anak" celetuk adam
ny.caroline melirik pada putra nya itu,
__ADS_1
"habis kakak, mommy tunggu manantu dari abang" ucap ny.caroline