
disinilah tia saat ini.
di taman yang tak jauh dari rumah sakit, bersama dengan kevin. mereka duduk berdampingan namun masih menjaga jarak dan saling diam
tia menghela nafas nya, ia paling tidak suka berada di situasi ini, ia tidak suka saat bersama seseorang namun tidak membicarakan apa apa. ia merasa seperti batang kayu tak bernyawa jika di diam kan.
akhir nya mau tidak mau ia pun memulai pembicaraan
"kuliah kamu di jerman gimana vin, lancar?" tanya tia
kevin tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban
"alhamdulillah lancar"
"ya walaupun saat di pertengahan sempat down juga sih" ucap kevin
"down gimana maksud nya?" tanya tia
"ya, aku sempat mogok kuliah dan hampir di DO, tapi beruntung baru hampir sih dan masih bisa di perbaiki" ucap kevin
__ADS_1
"kok bisa?"
"lagian kamu, mentang mentang udah kuliah di luar negeri jadi sombong. sampai sampai ngga pernah ngasih kabar lagi sama aku sama naura" ucap tia seolah marah
kevin menatap tia dan tersenyum
"maaf" ucap kevin tulus
tia melihat kevin, tidak seperti kevin yang ia kenal 6 tahun yang lalu. kevin 6 tahun lalu adalah orang yang ceria dan tak pernah lepas dari senyum indah nya.
tapi kevin yang ada di hadapan nya saat ini?
"mm vin, kamu punya masalah? kamu bisa kok cerita sama aku, aku masih temen kamu lo" ucap tia
kevin melirik kearah tia, ia tersenyum namun tak menjawab pertanyaan tia
"Vergessen Sie durch das Leben in Deutschland den Indonesier, Mr. Kevin?
(apakah hidup di jerman membuat anda melupakan bahasa indonesia, mr kevin?)" ucap tia dalam bahasa jerman
__ADS_1
kevin terkekeh, lalu memandang tia dengan intens.
sebenar nya ia mengajak tia untuk bertemu karena ia ingin mengungkap kan isi hati nya kepada tia.
setelah menghadiri pernikahan naura saat itu, kevin tidak merasakan sakit yang begitu dalam seperti di tinggal menikah oleh kekasih. ia hanya merasa sakit karena di tinggal kan menikah oleh sahabat nya. di saat itu pula ia menyadari bahwa selama ini ia hanya terobsesi dengan naura bukan cinta. ia terobsesi ingin membahagiakan naura dan membebas kan naura dari bagas (suami naura) yang saat itu selalu mempermain kan perasaan naura, ia ingin bisa membahagiakan naura dan menjadi pahlawan nya.
bahkan obsesi itu pula yang membuat hati nya buta, ia tidak menyadari bahwa orang yang sebenar nya ia cintai adalah tia. setelah ia menyadari perasaan nya, ia pun memutus kan untuk menemui tia dan mengungkap kan segala isi hati nya
dengan percaya diri ia pulang ke tanah air hanya untuk menemui tia dan mengungkap kan perasaan nya, ia yakin bahwa tia pasti juga masih mengagumi nya sebagaimana dulu.
namun saat ia melihat tia di rumah sakit tadi, ia melihat tidak ada kata kagum yang terlihat dalam mata tia, ia melihat tia memandang nya dengan pandangan biasa, sama dengan pandangan tia pada laki laki pada umum nya.
namun kevin masih belum yakin dengan penglihatan nya, akhir nya ia memutus kan untuk mengajak tia bertemu setelah selesai bertugas.
dan kini, kevin bisa melihat jelas bagaimana tatapan mata tia, tatapan yang seolah mengatakan bahwa tidak ada lagi kekaguman dalam diri tia untuk nya.
kevin tau, mungkin tia sudah mengubur rasa itu dalam dalam saat ia tidak mendapat kan balasan atas rasa nya. kevin merasa bersalah kepada tia karena waktu itu pernah menyia nyiakan tia, ia benar benar menyesal.
akhir nya ia mengurung kan niat nya untuk mengungkap kan perasaan nya, ia mengajak tia jalan jalan sembari memikir kan langkah selanjut nya, apakah ia akan memperjuangkan cinta nya atau kah menyerah begitu saja
__ADS_1